Pernyataan Lengkap PLN Kalbar soal Pemadaman Listrik Massal, Sampaikan Maaf hingga Penyebab Utama
Faiz Iqbal Maulid July 05, 2026 05:44 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ini pernyataan lengkap PT PLN (Persero) terkait pemadaman listrik massal di sejumlah daerah di Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak sejak 2 Juli 2026.

Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih mengumumkan adanya penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat akibat gangguan teknis berupa kebocoran boiler di salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.

Kondisi ini membuat pasokan listrik belum dapat beroperasi optimal sehingga PLN terpaksa melakukan pembatasan aliran daya sementara di sejumlah wilayah.

Berikut pernyataan lengkap PT PLN yang diunggah di Instagram @pln.kalbar pada Sabtu 4 Juli 2026 malam WIB:

Pernyataan Lengkap PT PLN

"PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa saat ini terjadi penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat akibat gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.

"Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pasok sistem kelistrikan belum dapat optimal secara menyeluruh. Untuk menjaga keandalan sistem agar tetap dalam kondisi yang baik, PLN melakukan pengaturan operasi melalui pembatasan aliran daya listrik sementara pada beberapa wilayah di Kalimantan Barat. PLN terus berupaya melakukan langkah-langkah terbaik demi keterandalan sistem penyediaan listrik, agar kembali dalam kondisi normal.

"PLN terus memastikan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan pasokan listrik dengan melakukan pengaturan pembangkit yang tersedia serta mengoptimalkan sistem listrik dengan pemeliharaan peralatan dan mesin setiap harinya agar tetap dalam kondisi yang baik. Apabila gangguan pembangkit telah selesai diperbaiki, maka PLN akan segera mengoperasikan kembali pembangkit tersebut. PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik dan akan melakukan pemulihan daya secara bertahap sesuai kondisi sistem kelistrikan.

"PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengimbau pelanggan tetap rasionalitas dan pengertian, serta mendukung solusi bersama demi proses pemulihan berlangsung.

• Gubernur Kalbar Beberkan Hasil Koordinasi dengan PLN Terkait Pemadaman Listrik Massal

Gubernur Kalbar Beberkan Hasil Koordinasi dengan PLN

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengaku telah menyampaikan pesan ke PLN dan Pertamina imbas pemadaman massal ini.

Awalnya, kata Norsan, pemerintah menduga gangguan tersebut berkaitan dengan pasokan bahan bakar minyak.

Namun, berdasarkan informasi yang diterima, pemadaman disebabkan oleh kerusakan pada salah satu mesin pembangkit.

"Kami sudah menyampaikan kepada PLN dan juga Pertamina. Awalnya kami khawatir ada kaitannya dengan pasokan minyak, tetapi ternyata memang ada mesin yang rusak," kata Norsan di Hotel Harris pada Jumat 3 Juli 2026 malam.

Ia meminta PLN segera mempercepat proses perbaikan agar pasokan listrik dapat kembali normal. 

Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya terlalu lama terdampak pemadaman yang telah berlangsung sekitar lima hingga enam jam.

"Saya minta tolong kepada pimpinan PLN agar secepat mungkin memperbaiki mesin yang rusak. Kasihan masyarakat karena sudah mengalami pemadaman selama lima sampai enam jam," ujarnya.

• Sampai Kapan Pemadaman Listrik Bergilir di Kalbar? Ini Estimasi Waktu Perbaikan dari PLN Berikit

DPRD Kalbar Ancam Panggil PLN

Komisi IV DPRD Kalbar membuka kemungkinan untuk memanggil pihak PLN dalam agenda rapat kerja resmi apabila persoalan pemadaman tersebut tidak kunjung membaik.

Anggota DPRD Kalbar Komisi IV, Ritaudin, menegaskan bahwa lembaga legislatif akan terus melakukan fungsi pengawasan secara ketat di lapangan.

Apabila dalam proses pemantauan ditemukan adanya ketidaksesuaian prosedur dalam pelayanan kelistrikan, pihak dewan mendesak PLN untuk segera melakukan langkah perbaikan mendasar.

"Kalau kondisinya tidak berubah, nanti kita panggil pihak PLN melalui rapat kerja Komisi IV untuk meminta penjelasan secara langsung," kata Ritaudin saat memberikan keterangan kepada media melalui sambungan telepon, Jumat, 3 Juli 2026. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.