Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Masa libur sekolah dimanfaatkan puluhan pelajar, mahasiswa, guru, hingga masyarakat umum di Kabupaten Ciamis untuk mengikuti Mental Health Class yang digelar Komunitas Gada Membaca bersama Biro Psikologi Sahabat Proses Ciamis, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti 66 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ciamis dan Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.
Mereka mendapatkan materi seputar kesehatan mental sebagai bekal mengenal diri dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Selama pelatihan, peserta mengikuti tiga tema utama, yakni Mengenal Diri: Aku Siapa & Mau ke Mana?, Berdamai dengan Isi Pikiranku, serta Know Your Limits: Belajar Berkata "Tidak" dan Memiliki Batasan yang Sehat.
Seluruh materi disampaikan oleh psikolog dari Biro Psikologi Sahabat Proses Ciamis, Asri Nasrilah Alam.
Pada sesi pertama, peserta diajak memahami pentingnya mengenal diri, mulai dari kelebihan, kekurangan, nilai hidup, hingga tujuan yang ingin dicapai.
Menurut Asri, kesadaran diri menjadi fondasi penting dalam menjaga kesehatan mental, membangun rasa percaya diri, sekaligus membantu seseorang mengambil keputusan yang sesuai dengan nilai hidupnya.
Selanjutnya, pada sesi Berdamai dengan Isi Pikiranku, peserta mempelajari keterkaitan antara pikiran, perasaan, dan perilaku.
Mereka juga dikenalkan cara mengenali pola pikir negatif, melakukan refleksi diri, self-talk, journaling, hingga art therapy untuk mengekspresikan emosi secara sehat.
Sementara pada sesi penutup bertajuk Know Your Limits, peserta belajar bahwa mengatakan "tidak" bukan berarti egois, melainkan bagian dari menjaga diri dengan tetap menghormati hak orang lain.
Asri menjelaskan pentingnya membangun healthy boundaries atau batasan diri yang sehat agar seseorang mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan hubungan sosial.
"Kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengatasi masalah, tetapi juga keberanian mengenal diri, mengelola pikiran, menerima emosi, serta membangun batasan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta.
Pepi Sulastri, seorang mahasiswa, mengaku pelatihan itu menjadi kesempatan untuk mengisi masa libur kuliah dengan kegiatan yang bermanfaat.
"Bagi saya sebagai mahasiswa rantau yang sedang pulang kampung, kegiatan ini memberikan kesempatan untuk tetap berkembang di tengah kekosongan jadwal liburan, sekaligus menambah wawasan dan mengobati hati yang sedang tidak baik-baik saja," katanya.
Hal senada disampaikan pelajar SMA, Thoriq Fauzan. Ia menilai seluruh materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan remaja.
"Alhamdulillah, selama tiga hari ini materinya 'daging' banget dan relate. Acaranya sangat menyenangkan sekaligus menenangkan," ujarnya.
Sementara itu, guru MI, Iyus Nurmilah, mengaku pelatihan tersebut membantunya melihat berbagai persoalan hidup dengan lebih tenang.
"Bagus sekali, dapat membuka pikiran yang tadinya terasa ruwet menjadi lebih tenang," katanya.
Guru SMK, Rahayu, juga menilai kegiatan tersebut memberikan ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan lebih memahami diri sendiri.
Menurutnya, setiap sesi membuka sudut pandang baru tentang pentingnya mengenal diri, berdamai dengan pikiran, serta memahami bahwa berkata "tidak" bukan bentuk egois, melainkan cara menghargai diri sendiri.
Relawan Komunitas Gada Membaca, Ghalib Anugrah, berharap kolaborasi dengan Biro Psikologi Sahabat Proses Ciamis dapat terus berlanjut melalui berbagai program edukasi dan pendampingan psikologi yang mudah diakses masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki budaya literasi yang baik, tetapi juga sehat mental, tangguh, serta siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.(*)