Kick-off Paraguay vs Prancis Terancam Tertunda Akibat Cuaca Buruk, FIFA Beri Peringatan
Agus Firmansyah July 05, 2026 07:05 AM

Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia antara Prancis dan Paraguay berpotensi mengalami penundaan akibat kondisi cuaca yang memburuk di Philadelphia. FIFA mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang memantau situasi tersebut dengan cermat, karena badai besar diperkirakan akan melanda wilayah tersebut tepat saat waktu kick-off di Stadion Lincoln Financial Field.

FIFA memperingatkan adanya risiko gangguan tinggi sebelum pertandingan dimulai

Prancis kemungkinan akan menghadapi gangguan panjang lainnya dalam laga Piala Dunia, setelah FIFA mengeluarkan peringatan akan risiko cuaca ekstrem menjelang pertandingan mereka melawan Paraguay pada hari Sabtu. Peringatan ini mengingatkan pada insiden 22 Juni lalu, ketika laga Prancis melawan Irak harus dihentikan lebih dari dua jam karena badai hebat yang melanda Philadelphia.

“Kami sedang memantau situasi cuaca di Philadelphia untuk pertandingan nomor 089. Saat ini, ada risiko tinggi terjadinya penundaan akibat kondisi cuaca,” ujar FIFA dalam pernyataannya. FIFA menambahkan bahwa pihaknya akan terus menilai situasi dan memberikan pembaruan beberapa jam sebelum pertandingan dimulai.

Proyeksi suhu panas dan badai di Philadelphia

Kondisi iklim setempat menjadi tantangan besar bagi para pemain, dengan Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat memprediksi suhu berkisar antara 36°C hingga 38°C. Namun, dengan mempertimbangkan tingkat kelembapan, suhu yang dirasakan bisa mencapai hingga 41°C. Lebih parah lagi, para ahli cuaca memperkirakan kemungkinan tinggi akan terjadinya hujan dan badai petir setelah pukul 17.00, yang bertepatan dengan waktu kick-off pertandingan.

Berdasarkan protokol keselamatan ketat yang diterapkan di Amerika Serikat selama badai, pertandingan harus dihentikan atau ditunda setiap kali petir terdeteksi dalam radius 13 km dari stadion. Para pemain dari kedua tim diwajibkan kembali ke ruang ganti, sementara penonton harus mencari tempat berlindung yang aman. Pertandingan tidak boleh dilanjutkan hingga setidaknya 30 menit setelah kilatan petir terakhir terdeteksi.

Deschamps meremehkan kekhawatiran soal panas meski suhu melonjak tinggi

Saat ditanya mengenai suhu ekstrem dalam konferensi pers pra-pertandingan, Didier Deschamps menegaskan bahwa ia tidak terlalu khawatir dengan kondisi tersebut, meskipun prakiraan menunjukkan suhu yang sangat panas di Philadelphia. “Panas tidak memengaruhi apakah Anda menyerang atau bertahan. Kami sudah tahu akan panas. Kami sudah melakukan langkah-langkah yang diperlukan sesuai protokol,” ujar pelatih timnas Prancis tersebut.

Deschamps juga menyoroti persiapan timnya sejak awal turnamen: “Ketika kami tiba di Clairefontaine (pada awal pemusatan latihan Prancis bulan Mei), cuacanya juga sangat panas. Itu adalah faktor yang harus dihadapi semua tim. Ini adalah pertandingan kelima dengan kondisi fisik yang berat, tetapi saya tidak ingin terlalu fokus pada panasnya cuaca.”

Mbappe kembali teringat badai saat laga melawan Irak

Kemungkinan terjadinya gangguan cuaca kali ini mengingatkan kembali pada pengalaman Prancis saat fase grup melawan Irak. Kylian Mbappe mengaku bahwa penundaan panjang waktu itu menguji kondisi mentalnya sebelum akhirnya ia mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0. “Itu malam yang sangat panjang. Waktu terasa berjalan lambat, secara emosional saya sangat tegang,” ujar kapten timnas Prancis saat itu. “Sangat sulit karena kami harus tetap fokus dan tetap berada di ruang ganti.”

Mbappe juga menjelaskan tantangan menjaga fokus selama jeda panjang tersebut, mengungkapkan bahwa para pemain harus mencari cara untuk tetap terlibat tanpa kehilangan semangat kompetitif. “Kami berada di ruang ganti selama satu setengah hingga hampir dua jam. Menjaga fokus dalam situasi seperti itu sangat sulit. Itu membutuhkan usaha besar. Kami berusaha keras untuk tetap siap. Itu sangat rumit, tetapi pada akhirnya kami mencapai tujuan kami.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.