TRIBUNNEWS.COM - Hasil babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Paraguay vs Prancis berakhir dengan skor tipis 0-1, Minggu (5/7/2026) pagi.
Berlangsung di Stadion Philadelphia, Prancis kesulitan mengatasi perlawanan Paraguay yang terorganisir dengan baik di sisi pertahanan.
Tim asuhan Gustavo Alvaro itu tampil begitu solid sehingga membuat skuad Deschamps gagal menghasilkan peluang tepat sasaran dalam 45 menit pertama.
Gol Prancis baru tercipta di babak kedua, tepatnya pada menit ke-62 melalui penalti Kylian Mbappe setelah Desire Doue dijatuhkan Diego Gomez di kotak terlarang.
Keunggulan Prancis bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit.
Hasil ini membuat Prancis melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Maroko.
Laju Prancis sejauh ini sudah diprediksi oleh para pengamat lokal sejak awal turnamen. Berbekal skuad mewah yang dimiliki Deschamps, Prancis setidaknya bisa melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026.
"Pasti favorit juara. Prancis itu minimal semifinal di Piala Dunia 2026," kata Gigih dalam podcast Super Taktik Tribunnews yang direkam di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar.
Hal senada disampaikan analis dari Spieltag Indonesia, Adrian, yang menilai kualitas Prancis masih berada di level tertinggi dunia.
"Prancis kita tahu di dua edisi Piala Dunia sebelum ini selalu bisa sampai ke final, satunya juara dan satunya lagi runner-up. Selisih mereka dengan juara bertahan Argentina sebenarnya sangat tipis," tambah Adrian.
Jalannya Pertandingan
Selama 45 menit babak pertama di bawah cuaca yang begitu terik dengan suhu 38 derajat Celcius di Stadion Philadelphia, Paraguay sukses membuat Prancis frustasi dengan pertahanan mereka yang rapat dan solid.
Sejumlah peluang yang dihasilkan anak asuh Didier Deschamps minim yang menghasilkan peluang tepat sasaran.
Bahkan dalam 10-15 terakhir babak pertama, Prancis kesulitan memasuki area penalti Paraguay.
Sesekali umpan silang yang dilepaskan pun masih dapat diblok sebelum memasuki area berbahaya mereka.
Prancis mendominasi penguasaan bola hamper sepanjang waktu pertandingan, namun mereka hanya memiliki 0,05 harapan gol (xG).
Sementara Paraguay melakukan serangan melalui skema serangan balik dengan mengandalkan Enciso.
Namun, upaya itu tidak cukup efektif dengan hanya mengandalkan 1-2 pemain di lini depan karena membuat mereka kehilangan arah untuk memberikan opsi umpan.
Apalagi dengan penjagaan yang ketat dari para bek Prancis yang dikawal Upamecano dan Saliba.
Pengamat sepak bola yang merupakan mantan pemain sayap Skotlandia, Pat Navin menilai dari kondisi di atas bahwa Paraguay tidak mau mengambil risiko.
"Paraguay telah mengatur diri mereka sendiri dengan baik, terorganisir dengan rapi, dan tidak mengambil risiko apa pun," katanya dalam siaran BBC Radio 5 Live.
"Ini merupakan pelajaran berharga tentang cara memainkan gaya sepak bola ini."
"Prancis tidak menunjukkan peluang besar, mereka memiliki beberapa pemain terbaik di dunia untuk menciptakan kekacauan, tetapi mereka belum berhasil melakukannya," jelasnya.
Babak pertama itu menjadi 45 menit ketiga di fase gugur Piala Dunia sejak 1966 yang tidak memiliki satu pun tembakan tepat sasaran. Dua laga sebelumnya terjadi di final 1990 antara Jerman vs Argentina, dan Brasil vs Prancis pada tahun 2006.
Di babak kedua, permainan lebih cair, namun Prancis tetap mendominasi penguasaan bola.
Peluang anak asuh Deschamps baru berhasil setelah melakukan pergantian Barcola dengan Desire Doue.
Pemain PSG itu lebih berani melakukan tusukan, akselerasinya dari sisi kiri membuatnya dijatuhkan oleh Diego Gomez di kotak penalti pada menit ke-62.
Wasit Ilgiz Tantashev tidak serta langsung memberikan penalti untuk Prancis karena permainan masih berlangsung.
Namun setelah, melihat tayangan VAR dipinggir lapangan, ia baru mengambil keputusan untuk memberikan penalti kepada Prancis menyusul pelanggaran Gomez.
Mbappe maju sebagai eksekutor penalti Prancis, tendangannya ke sisi kanan gawang gagal diantisipasi O Gill yang bergerak ke sisi kiri.
Skor 1-0 untuk keunggulan Prancis.
Setelah itu, Paraguay lebih berani menekan pertahanan Prancis, meskipun melalui skema serangan balik.
Pemain pengganti mereka, Mauricio yang masuk di babak kedua melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti jelang waktu normal berakhir, namun berhasil digagalkan Maignan karena terlalu lemah.
Sementara tendangan Mbappe setelah melakukan tusukan dari sisi kiri ke kotak penalti berhasil di gagalkan O Gill.
Hingga 10 menit tambahan waktu babak kedua berakhir, tidak ada gol penyeimbang kedudukan dari Paraguay, Prancis pun menang dengan skor 1-0.
Hasil ini membawa Prancis ke babak perempat final Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Maroko.
Paraguay
O Gill, Caceres, Velazquez, Gomez, Alderete, Alonso, Almiron, D Gomez, A Cubas, Galarza, Enciso.
Pelatih: Gustavo Alfaro
Prancis
Maignan, Digne, Saliba, Upamecano, ounde, Kone, Rabiot, Barcola, Olise, Dembele, Mbappe.
Pelatih: Didier Deschamps
(Tribunnews.com/Sina)