TRIBUNSTYLE.COM - Kasus penganiayaan brutal yang menimpa seorang wanita berinisial YTR (29) di Bandung terus menguak fakta memilukan. Di balik jeruji besi Mapolda Jawa Barat, sang pelaku, Taufik Hidayat, kini harus bersiap menghadapi pasal berlapis akibat tindakan tidak manusiawi yang dilakukannya.
Namun, di luar ruang tahanan, ada hati seorang ayah yang hancur berkeping-keping. Tata, ayah kandung Taufik, mengaku sangat terpukul dan tidak menyangka putra yang dulunya penurut bisa berubah menjadi sosok yang begitu beringas.
Polda Jabar menggelar rekonstruksi yang memperagakan 21 adegan di tiga lokasi berbeda. Dari sinilah terungkap bahwa luka parah pada bibir dan rontoknya gigi YTR bukan disebabkan oleh gunting, melainkan akibat hantaman keras yang terjadi berulang kali.
Menurut Kombes Rumi Untari, Direktur Pelayanan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Jabar, Taufik tega menyerang korban menggunakan helm, golok tanpa gagang, hingga kaki meja besi. Akibat luka parah yang dibiarkan tanpa pengobatan, kondisi wajah korban pun rusak berat. Kesaksian ini dinilai sangat cocok dengan bukti fisik yang ditemukan polisi di tempat kejadian perkara (TKP).
Kebrutalan ini menyulut emosi mendalam dari pihak keluarga korban. Kakak YTR, Afif, bahkan tidak mampu membendung amarahnya saat melihat rekonstruksi tersebut. Baginya, pukulan helm ke kepala adiknya justru menjadi tindakan "paling ringan" dibandingkan siksaan keji lainnya.
"Sampein ke bapaknya, bapaknya ngasih makan apa ke anaknya sampai biadab kayak gini," ucap Afif dengan nada bergetar menahan amarah.
Baca juga: Taufik Hidayat Kencani Wanita Lain Saat Sekap YTR, Pamer ke Staf Hotel: Saudara Saya di Polda Lho
Mendengar jeritan hati keluarga korban, Tata hanya bisa pasrah dan meratapi masa tuanya yang kini jauh dari ketenangan. Ia menceritakan bahwa Taufik sebenarnya adalah anak yang patuh semasa sekolah. Namun, kepribadiannya berubah drastis setelah dewasa menjadi sosok yang emosional—bahkan pernah memukul Tata sendiri menggunakan kayu.
Jika dulu sebagai ayah ia masih bisa memaafkan, kali ini pintu maaf itu telah tertutup rapat. Tata mengutuk keras perbuatan keji anaknya kepada YTR.
"Kelakuannya udah kelewatan. Sebagai orang tua sakit, benar-benar sakit. Ciptaan Gusti dirusak. Sakit saya," ungkap Tata dengan penuh penyesalan.
Sambil menahan rasa bersalah yang mendalam, Tata menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada YTR dan keluarga besar korban. Ia juga berjanji, didampingi kepala desa setempat, ia akan segera menjenguk YTR begitu mendapatkan waktu yang tepat.
"Keluarga korban mohon maaf, cepat sembuh, mudah-mudahan diberikan taufik ku gusti, mohon maaf sebesar-besarnya belum bisa nengok, nanti kalau ada waktu yang longgar ke sana, paling sama pak kades ke sana," tutur Tata menutup pesannya.
(TribunStyle.com/TribunBogor.com/Sanjaya Ardhi)