BOLASPORT.COM – Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, tak memusingkan taktik untuk menghentikan Erling Haaland jelang bersua Timnas Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Kedua tim akan bertarung di babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion MetLife, New York, Amerika Serikat pada Senin (6/7/2026) pukul 03.00 WIB.
Kedua tim tampil cemerlang dalam perjalanannya menembus babak perdelapan final tersebut.
Brasil melaju usai mengalahkan Jepang dengan skor 2-1, sedangkan Norwegia menang 2-1 atas Pantai Gading.
Penampilan apik di babak sebelumnya melanjutkan kiprah keduanya yang tampil moncer sepanjang fase grup.
Di babak grup, wakil Amerika Selatan dan Eropa itu tampil garang dengan masing-masing mencetak 7 gol dan kebobolan 1 gol saja.
Banyaknya gol yang dicetak kedua tim tak lepas dari kehadiran penyerang top di masing-masing skuadnya.
Dari kubu Brasil, ada Vinicius Junior yang sudah mencetak 4 gol dan dari kubu Norwegia ada Erling Haaland yang mencetak 5 gol.
Praktis hal tersebut membuat kedua tim akan menyiapkan taktik untuk meredam masing-masing penyerang lawan di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Mengenai cara meredam penyerang lawan, Carlo Ancelotti secara blak-blakan mengaku tak punya taktik khusus.
Bahkan pelatih asal Italia itu mengakui dirinya tak perlu mengajari para pemainnya cara bertahan untuk meredam Haaland.
Ancelotti memilih menyerahkan cara tersebut ke duo bek tengahnya, Gabriel Magalhaes dan Marquinhos.
Kedua pemain tersebut kerap bertemu sang penyerang Manchester City, terutama nama yang disebut pertama.
Dalam beberapa musim terakhir, Haaland dan Gabriel kerap bertemu pada big match Arsenal vs Man City Liga Inggris, di mana duel keduanya kerap berujung pertikaian di atas lapangan.
Sementara itu, Marquinhos beberapa kali bersua Haaland di Liga Champions, yakni saat PSG bertemu Borussia Dortmund dan Man City.
Berkaca dari pengalaman kedua bek tengahnya, Ancelotti merasa dirinya tak perlu menjelaskan cara untuk menghentikan penyerang berusia 25 tahun itu.
"Saya tidak perlu menjelaskannya kepada Gabriel. Dia sudah beberapa kali bermain melawan Haaland, begitu pula Marquinhos," ujarnya, dikutip BolaSport.com dari UOL.
"Saya tidak perlu menjelaskan hal ini kepada para pemain saya. Saya bekerja berdasarkan karakteristik tim, tapi dia jelas merupakan penyerang tengah yang sangat berbahaya," tegasnya.
Sementara itu, Ancelotti memilih buat memfokuskan taktik Brasil dalam situasi bola mati atau set-pieces saat menyerang dan bertahan.
Pasalnya taktik tersebut menjadi andalan Norwegia sejak fase grup seiring banyaknya pemainnya yang berpostur tinggi besar.
"Kami belum berhasil memanfaatkan situasi bola mati sejauh ini. Mungkin kami perlu memperbaiki latihannya," tambahnya.
"Kami sudah berlatih dengan baik dan yakin bisa mencetak gol dari situasi tersebut," pungkas eks pelatih Real Madrid itu.