1. Polres Solok Kota Bantah Macet dan Mobil Patwal Menerobos Antrean Terjadi di Singkarak
Viral mobil patroli dan pengawalan (patwal) menerobos arus saat terjadi kemacetan.
Dalam video viral di media sosial Instagram @kontributor_sumbar, dinarasikan mobil patwal disebut berada di Jalan Lintas Padang-Singkarak, Sabtu (4/7/2026).
Saat dikonfirmasi TribunPadang.com pada Sabtu (4/7/2026), Kasat Lantas Polres Solok Kota, Iptu Asphari Wahyu Siregar menyebut bahwa tidak ada kemacetan yang digemparkan media sosial tersebut.
Baca juga: Viral Mobil Patwal Terobos Macet di Lintas Padang-Singkarak, Dirlantas Polda Sumbar Cek Kebenaran
"Kita sudah cek ke lapangan hingga sore, tidak ada kemacetan yang terjadi. Kita pastikan jika mobil patwal yang menerobos, bukan terjadi di Singkarak," kata dia saat memberikan keterangan.
Selain itu, pihaknya juga melakukan patroli di lapangan pada pukul 15.00 WIB, arus lalu lintas Kota Solok-Singkarak-Padang Panjang terpantau sepi.
Meski begitu, ia mengimbau pengendara untuk berhati-hati saat melintas dan memperhatikan rambu-rambu.
"Kita mengimbau untuk berhati-hati dan perhatikan rambu-rambu lalu lintas yang ada," tambahnya.
Dalam video viral di media sosial Instagram @kontributor_sumbar, mobil patwal disebut melawan arus, saat kendaraan lainnya mengular panjang dari kedua arah.
Baca juga: Semangkok Mie Rebus di Panorama Dua Sitinjau Lauik Padang, Tak Sebatas Isi Perut
Namun dalam video yang beredar, tidak disebutkan lokasi detail kemacetan yang terjadi di jalan lintas Padang-Singkarak.
Sedangkan, kendaraan dari arah berlawanan tampak terhenti, lalu bergeser ke arah kiri untuk memberi jalan.
Posisi mobil patwal di video, terlihat berada di garis tengah pembatas jalan berwarna kuning.
Sebelumnya, Sabtu (4/7/2026), siang, Kasat Lantas Polres Solok Kota, Iptu Asphari Wahyu Siregar, menyebut melakukan pengecekan ke lapangan setelah mendapatkan informasi tersebut.
Pemantauan sementara melalui video viral, lokasi kemacetan dan mobil patwal yang menerobos antrean, tidak berada di Singkarak.
"Kita masih melakukan pengecekan ke lapangan. Kalau kita lihat di video, sepertinya bukan di Singkarak, karena ada bukit di belakangnya. Tapi untuk informasi pastinya, akan kita cek terlebih dahulu, nanti kita sampaikan datanya," jelasnya, Sabtu siang.
2. VIRAL Koperasi Merah Putih di Ngarai Sianok, Wagub Sumbar: Saya Belum Tahu, Nanti Saya Cek
Sebuah video yang menampilkan bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan dinarasikan berada di lokasi terpencil kawasan Ngarai Sianok beredar di media sosial.
Dilihat TribunPadang.com, Sabtu (4/7/2026), video berdurasi beberapa detik itu memperlihatkan sebuah bangunan Kopdes Merah Putih yang tampak dalam kondisi tertutup.
Dalam video yang beredar, bangunan koperasi merah putih berdiri menghadap ke arah sungai.
Dari kejauhan setidaknya tampak 6 pintu berwarna merah.
Baca juga: 6 Koperasi Merah Putih Solok Selatan Mulai Beroperasi, Jual Ayam Petelur hingga Distribusi Pupuk
Di sisi kiri bangunan, ada satu buah bangunan lainnya berwarna cerah.
Sementara di sisi kanan koperasi terdapat sejumlah bangunan lainnya.
Di belakang bangunan, terdapat tebing yang ditumbuhi pohon.
Tak begitu jauh, terlihat jembatan yang menjadi penghubung di tengah sungai.
Sementara itu, perekam video mengambil gambar dari seberang sungai yang terlihat memiliki aliran air dangkal.
Lokasi bangunan pun tak begitu jauh dari pinggir sungai.
Dalam narasinya, perekam mempertanyakan apakah lokasi bangunan koperasi tersebut dinilai strategis.
"Penampakan bangunan Kopdes Merah Putih di Ngarai Sianok. Kira-kira lokasinya strategis tidak, sanak?" tulis perekam dalam video.
Baca juga: Antrean BBM Biosolar Ganggu Operasional Trans Padang, Penumpang Dipindahkan ke Bus Lain
Menanggapi video yang viral tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengaku belum mengetahui informasi maupun lokasi bangunan koperasi yang dimaksud.
"Saya belum mengetahui terkait kabar ini," ujarnya kepada TribunPadang.com, Sabtu (4/7/2026).
Meski demikian, Vasko memastikan akan menelusuri kebenaran informasi yang beredar tersebut.
"Nanti coba saya cek terkait kabar ini," katanya.
Ia juga berjanji akan menyampaikan hasil penelusurannya kepada TribunPadang.com.
"Nanti setelah dicek, akan saya kabari," tutupnya.
Respon tak jauh beda juga disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Barat, Endrizal.
Dia mengaku belum mengecek langsung informasi maupun lokasi bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang dinarasikan berada di kawasan terpencil Ngarai Sianok.
"Saya belum mengecek langsung ke sana. Memang rencananya akan saya cek ke sana," ujar Endrizal kepada TribunPadang.com, Sabtu (4/7/2026).
Meski demikian, Endrizal menegaskan apabila benar bangunan Kopdes berada di kawasan pelosok, akses menuju lokasi tersebut tetap harus mudah dijangkau.
"Pengertian pelosok yang dimaksud seperti apa? Tapi kalau memang di pelosok, akses ke sana harus gampang," tegasnya.
3. Kondisi Lembah Anai Malam Ini, AKP Pifzen Finot: Lancar Setelah Arus 2 Arah Dibuka Sore
Arus lalu lintas terpantau ramai dan lancar di jalur Padang-Bukittinggi melalui kawasan Lembah Anai, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (4/7/2026) malam.
Berdasarkan laporan Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot menyebut arus lalu lintas terkendali usai terjadi kemacetan pada Sabtu siang.
Penyebab kemacetan sebelumnya ujar AKP Pifzen, akibat perbaikan jalan di kawasan Lembah Anai.
"Sekarang sudah aman, malam ini arus lalu lintas ramai dan lancar, tidak ada kendala," kata dia saat dikonfirmasi TribunPadang.com.
Baca juga: Pengaspalan Lembah Anai Capai 95 Persen, Sistem Buka Tutup Berlaku hingga 15 Juli 2026
Meski ramai dan lancar, ia menyebut arus lalu lintas memang terjadi kepadatan akibat momen liburan.
Selain itu, pada hari Sabtu dan Minggu atau weekend, kepadatan kendaraan memang selalu meningkat pada hari biasanya.
"Tapi malam ini tetap terkendali, namun apabila ada kendala, petugas di lapangan langsung mengatur arus lalin," ujarnya.
Kata dia, sejak arus dibuka dari kedua arah sejak Sabtu sore sekira pukul 17.00 WIB lewat, arus mulai lancar termasuk saat TribunPadang.com menghubungi pukul 20.42 WIB.
Di sisi lain, untuk mengantisipasi kendala yang terjadi di lapangan, sebanyak lima personel Satlantas Padang Panjang di tempatkan di tiga portal kawasan Lembah Anai.
"Ada tiga titik yang kita tempatkan, pertama di portal atas, sebelum Jembatan Kembar dari arah Padang Panjang. Lalu di tengah, dan di bawah, dari arah Padang ke Bukittinggi," sebutnya.
Baca juga: Situasi Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik Padang Sabtu Sore: Panorama 1 Padat Merayap Cuaca Mendung Tebal
Personel yang bertugas ujar AKP Pifzen, bersifat mobile atau bergerak apabila terjadi kendala di lapangan.
Sehingga dengan begitu, sejumlah titik yang menjadi potensi kemacetan, selalu dipantau oleh petugas.
"Jadi mereka mobile, pindah dari satu titik ke titik lain," tambahnya.
AKP Pifzen Finot pun meminta pengendara ekstra hati-hati dan perlambat laju kendaraan saat memasuki kawasan Lembah Anai.