Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei: Ribuan Warga Iran Rela Antre 10 Jam di Tengah Suhu Ekstrem
Rustam Aji July 05, 2026 09:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Ribuan warga Iran dilaporkan rela mengantre hingga lebih dari 10 jam di luar kompleks Grand Mosalla, Teheran, pada Sabtu (4/7/2026). Massa membeludak demi memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di tengah penjagaan bersenjata yang super ketat dan sengatan suhu udara ekstrem.

Meski gerbang kompleks yang juga dikenal sebagai Imam Khomeini Mosalla itu baru dijadwalkan dibuka pada Sabtu pukul 06.00 waktu setempat (09.30 WIB), ratusan pelayat terpantau sudah memadati area perimeter sejak Jumat (3/7/2026) malam.

Berdasarkan keputusan otoritas setempat, jenazah Ali Khamenei wafat akan disemayamkan di lokasi tersebut hingga Senin (6/7/2026) sebelum diberangkatkan ke kota suci Qom untuk prosesi pemakaman keesokan harinya.

"Kami ingin mengucapkan perpisahan terakhir kepada pemimpin kami, itulah sebabnya menunggu seperti ini tidak menyakitkan atau sulit bagi kami," ujar Somayye Hamedi (44), seorang guru perempuan yang nekat bertahan di depan pintu masuk utama sejak malam hari agar bisa menjadi orang pertama yang mendekati peti jenazah.

Otoritas Antisipasi Tragedi Desak-Desakan 2020

Suhu udara di ibu kota Iran pada Sabtu sore dilaporkan melonjak drastis hingga melebihi 35°C. Guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa akibat sengatan panas (heatstroke), truk-truk tangki air besar disiagakan di sepanjang jalur protokol yang membentang dari Grand Mosalla menuju Alun-Alun Azadi untuk menyemprotkan air ke kerumunan massa.

Baca juga: Terungkap! Ini Alasan Pemakaman Ali Khamenei Tertunda 4 Bulan dan Cara Iran Jaga Jenazah Tetap Utuh

Stasiun televisi Pemerintah Iran juga secara masif menyiarkan panduan keselamatan guna mencegah terjadinya insiden desak-desakan. Langkah preventif ini menjadi perhatian serius berkaca pada tragedi tahun 2020 silam, di mana lebih dari 50 orang tewas berdesakan saat prosesi pemakaman Jenderal Qasem Soleimani.

"Jika mereka menderita serangan panas atau memiliki masalah kesehatan lain, tim relawan kami siap membantu mereka dengan pasokan air atau makanan," kata Fatemeh Nowdehi (25), seorang mahasiswi yang mendaftarkan diri sebagai relawan medis di lokasi.

Teheran Berubah Jadi Kamp Militer

Pantauan di lapangan menunjukkan atmosfer duka mendalam menyelimuti sekeliling kompleks. Dinding-dinding Grand Mosalla dipenuhi potret raksasa mendiang Pemimpin Tertinggi Iran tersebut, bersanding dengan bendera hitam simbol duka cita serta bendera merah yang melambangkan kemartiran.

Di sisi lain, operasi keamanan besar-besaran membuat lanskap kota Teheran menyerupai kamp militer yang dibentengi. Polisi anti-huru-hara disiagakan penuh, lengkap dengan barikade jalan berlapis di berbagai sudut kota.

Pemeriksaan ketat dan berlapis diberlakukan bagi siapa saja yang mendekat. Otoritas keamanan juga memberlakukan sterilisasi kendaraan bermotor dalam radius lebih dari satu kilometer dari pusat jalannya upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei tersebut. (aditya/kps)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.