‘Sangat sulit dipahami’ - Pelatih Lionel Scaloni kritik jadwal Piala Dunia saat Argentina bersiap menghadapi Mesir usai kemenangan melelahkan atas Tanjung Verde
Budi Santoso July 05, 2026 10:04 AM

Pelatih kepala tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, melontarkan kritik tajam terhadap jadwal Piala Dunia 2026 setelah timnya harus menjalani laga tambahan waktu yang melelahkan melawan Tanjung Verde. Pelatih Albiceleste itu menyampaikan rasa frustrasinya terhadap semakin singkatnya waktu pemulihan antar pertandingan ketika turnamen memasuki fase paling krusial.

Scaloni meluapkan kekesalannya terhadap padatnya jadwal pertandingan.

Kemenangan 3-2 melalui perpanjangan waktu atas Tanjung Verde membuat Argentina hanya memiliki tiga hari untuk mempersiapkan diri menghadapi Mesir di babak 16 besar pada hari Selasa. Lebih buruk lagi, sesi latihan Sabtu pagi mereka terpaksa dibatalkan karena badai yang melanda Miami.

Scaloni tidak menahan diri dalam menilai struktur turnamen setelah kemenangan tipis Argentina tersebut. Meski berhasil meraih kemenangan, sang pelatih tampak frustrasi dengan minimnya waktu pemulihan yang diberikan kepada para pemainnya dibandingkan dengan tahap awal kompetisi.

Berbicara kepada media setelah pertandingan, Scaloni mempertanyakan logika di balik kalender turnamen: “Apa yang terjadi selanjutnya? Sekarang waktunya beristirahat. Saya tidak tahu bagaimana Piala Dunia ini disusun, tapi sebelumnya kami punya enam hari dan sekarang hanya tiga setengah. Saat Anda paling membutuhkan waktu istirahat, justru saat itu yang paling sedikit diberikan. Ini sangat sulit untuk dipahami, seharusnya ada tahapan yang lebih bertahap. Tapi ya begitulah adanya.”

Bertahan melawan Tanjung Verde.

Kekecewaan atas jadwal tersebut datang setelah pertandingan yang benar-benar menguras tenaga para juara bertahan. Dalam laga yang menandai pertandingan ke-100-nya sebagai pelatih kepala, Scaloni mengakui bahwa akan “gila” jika Argentina kalah setelah dipaksa bermain hingga perpanjangan waktu oleh tim Afrika yang tangguh. Kemenangan 3-2 memang memastikan kelolosan, namun meninggalkan skuad dalam kondisi fisik yang terkuras.

Kapten Lionel Messi juga merasakan kerasnya laga tersebut, mengungkapkan dampak fisik yang ditimbulkan. Messi dengan nada bercanda mengatakan bahwa meskipun lawan “menendangnya habis-habisan” selama 90 menit, mereka tetap dengan senang hati meminta kaus dan swafoto setelah peluit akhir dibunyikan. Intensitas permainan tersebut membuat Scaloni waswas terhadap kondisi kebugaran sejumlah pemain kunci.

Kekhawatiran cedera meningkat di kubu Albiceleste.

Waktu pemulihan yang singkat menjadi lebih mengkhawatirkan mengingat beberapa pemain mengalami masalah fisik di Miami. Facundo Medina harus ditarik keluar karena kram hebat, sementara gelandang Enzo Fernandez juga mengalami kram menjelang akhir pertandingan. Selain itu, Nico Gonzalez menderita cedera pergelangan kaki terkilir selama perpanjangan waktu, menambah daftar kekhawatiran bagi tim medis Argentina.

“Enzo sempat mengalami sedikit kram di akhir, tapi dia sudah pulih. Dia menyelesaikan pertandingan dengan kondisi kram lagi, namun kami tidak memiliki jendela pergantian pemain tersisa,” ungkap Scaloni. “Kami senang dengan penampilan Facundo. Dia sangat kelelahan karena kami banyak memanfaatkannya untuk menyerang, sesuatu yang tidak biasa ia lakukan. Sebelumnya ia lebih sering bermain sebagai bek tengah ketiga tanpa terlalu banyak naik menyerang. Dia berakhir dengan kram tapi kondisinya baik, dan untungnya kami punya Nico [Tagliafico] di bangku cadangan yang bisa membantu kami, dan dia juga menunjukkan bahwa kondisinya sangat siap.”

Tantangan Mesir sudah menanti.

Argentina akan bertolak ke Atlanta untuk menghadapi Mesir yang sedang dalam kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Australia. Tim berjuluk The Pharaohs itu lolos setelah para pemainnya berkumpul di sekitar layar laptop untuk mempelajari rekaman khusus mengenai eksekusi penalti sebelum adu tos-tosan. Persiapan detail tersebut menjadikan mereka lawan berbahaya bagi skuad Argentina yang kelelahan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.