Betah di Rumah Terus? Ternyata Ada Alasan Psikologisnya
GH News July 05, 2026 09:08 AM
Jakarta -

Ada orang yang tak sabar keluar rumah setelah seharian beraktivitas. Namun, ada pula yang justru merasa paling bahagia saat kembali ke rumah.

Membaca buku, menghabiskan waktu bersama keluarga, atau sekadar menikmati suasana tenang seorang diri membuat rumah menjadi tempat yang paling nyaman bagi sebagian orang. Lantas, apa yang membuat seseorang memiliki ikatan emosional yang begitu kuat dengan rumahnya?

Dikutip dari The Economic Times, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Psychology pada 2024 menunjukkan, rasa betah di rumah ternyata lebih dipengaruhi oleh pengalaman yang dirasakan seseorang di dalam rumah, bukan semata-mata oleh kepribadiannya.

Peneliti menemukan bahwa pemulihan emosional, interaksi sosial yang positif, dan tersedianya ruang pribadi yang memadai merupakan faktor utama yang membuat seseorang merasa sangat terikat dengan rumahnya.

Rumah Jadi Tempat Memulihkan Kondisi Emosional

Studi berjudul yang dipimpin oleh Benjamin R. Meagher dari Departemen Psikologi Hope College ini meneliti faktor-faktor psikologis yang membuat seseorang memiliki kedekatan emosional dengan rumah.

Penelitian dilakukan melalui dua studi yang melibatkan lebih dari 650 responden. Tujuannya untuk mengidentifikasi manfaat maupun tantangan yang dirasakan seseorang terhadap rumah serta mengetahui faktor apa yang paling berpengaruh terhadap munculnya rasa keterikatan tersebut.

Pada studi pertama, para peserta diminta menceritakan pengalaman mereka tentang rumah dengan kata-kata mereka sendiri.

Hasilnya menunjukkan bahwa pemulihan emosional atau perasaan kembali segar secara mental dan emosional menjadi manfaat yang paling sering disebutkan. Sebanyak 86,7 persen responden menganggap rumah sebagai tempat untuk memulihkan diri dari tekanan dan stres sehari-hari.

Selain itu, privasi, rasa aman, emosi positif, serta kesempatan melakukan berbagai aktivitas di dalam rumah juga menjadi alasan utama mengapa seseorang merasa nyaman berada di rumah.

Bukan Sekadar Bangunan, tetapi Perasaan yang Diberikan

Penelitian juga menemukan bahwa ukuran maupun tata letak rumah memang berpengaruh, tetapi pengalaman emosional yang dirasakan penghuni jauh lebih menentukan tingkat keterikatan terhadap rumah.

Pada studi kedua, para peserta diminta menilai berbagai aspek rumah mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa pengalaman emosional yang memulihkan, hubungan sosial yang positif, dan ruang fisik yang memadai masing-masing berkontribusi secara independen terhadap kuatnya rasa keterikatan seseorang dengan rumah.

Sebaliknya, orang yang mengalami konflik dengan penghuni rumah, memiliki ruang yang sempit, kurang privasi, atau khawatir terhadap kebersihan rumah cenderung memiliki ikatan emosional yang lebih rendah dengan tempat tinggalnya.

Mengapa Ada Orang Lebih Suka di Rumah?

Menurut para peneliti, seseorang menjadi sangat terikat dengan rumah bukan hanya karena tinggal di sana, tetapi karena rumah mampu memenuhi kebutuhan emosional, sosial, dan fisiknya.

Rumah yang memberikan ketenangan, kenyamanan, hubungan yang hangat dengan orang-orang di dalamnya, serta ruang yang cukup akan lebih mudah menjadi tempat yang selalu ingin dituju.

Para penulis penelitian menyimpulkan bahwa faktor emosional, khususnya perasaan pulih dari kelelahan mental dan emosional setelah berada di rumah, merupakan faktor paling kuat yang membentuk rasa keterikatan seseorang terhadap rumah.

Meski hubungan sosial dan kondisi fisik rumah juga berperan, pengalaman psikologis berupa rasa nyaman dan kembali segar setelah berada di rumah menjadi alasan utama mengapa sebagian orang lebih betah menghabiskan waktu di rumah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.