Inovasi Desa Menggunakan Design Thinking
Mawaddatul Husna July 05, 2026 10:54 AM

Oleh: Iman Ahmadi SPd I *)

Perkembangan desa di era modern menuntut pemimpin desa untuk tidak hanya bekerja berdasarkan rutinitas, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.

Salah satu pendekatan yang sangat relevan adalah Design Thinking, yaitu metode pemecahan masalah yang berpusat pada manusia (human centered).

Sebagai Reje Kampung Keramat Mupakat, sebuah kampung majemuk dengan kepadatan penduduk yang tinggi di kawasan Kota Takengon, saya melihat bahwa setiap persoalan desa memiliki karakteristik yang berbeda.

Karena itu, solusi yang diterapkan tidak bisa hanya mengandalkan kebiasaan lama, melainkan harus dimulai dengan mendengarkan masyarakat secara langsung.

Design Thinking mengajarkan lima tahapan penting yaitu memahami kebutuhan masyarakat (empathize), merumuskan persoalan (define).

Kemudian menghasilkan berbagai gagasan (ideate), membuat uji coba solusi (prototype), dan menguji hasilnya (test). 

Pendekatan ini mendorong pemerintah kampung untuk melibatkan warga dalam setiap proses pembangunan sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.

Di Kampung Keramat Mupakat, pendekatan ini dapat diterapkan dalam berbagai program.

Seperti pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, digitalisasi pelayanan administrasi, pengembangan potensi wisata, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kesiapsiagaan bencana.

Semua program tersebut harus lahir dari kebutuhan warga, bukan sekadar mengikuti tren.

Pengalaman mengikuti program Kepala Desa Mengikuti Kuliah (KDMK) di Universitas Indonesia semakin memperkuat keyakinan saya bahwa inovasi desa harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ke depan, saya berharap Kampung Keramat Mupakat dapat menjadi contoh desa yang terus belajar, berinovasi, dan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin baik.

Inovasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang keberanian untuk mendengar, mencoba, memperbaiki, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Membangun desa tidak cukup dengan bekerja keras, tetapi juga harus bekerja cerdas.

Dengan Design Thinking, setiap tantangan dapat diubah menjadi peluang untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. (*)

*) Penulis adalah Reje Kampung Keramat  Mupakat, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

Baca juga: Pemerintah Kampung Keramat Mupakat Resmi Bentuk Tim 11 Penyusun RKPK 2027

Baca juga: Kampung Keramat Mupakat Perkuat Pengamanan lingkungan, Cegah Pelanggaran Syariat

Baca juga: Siap Jadi Role Model, Kampung Keramat Mupakat di Aceh Tengah Perkuat Komitmen Menuju Desa Proklim

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.