Sejarah Terulang, Deschamps Buka Jalan Prancis Juara Piala Dunia seperti 1998
Tiara Shelavie July 05, 2026 10:57 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Prancis, Didier Deschamps tahu betul bagaimana sulitnya melawan tim Amerika Latin di babak gugur (16 besar) Piala Dunia. Hal itu terjadi dalam dua momen hidupnya, sebagai pemain dan pelatih, dan tim tersebut adalah Paraguay.

Deschamps adalah satu dari sekian skuad Prancis yang memiliki kesempatan dan pengalaman ini. 

Sebagai pelatih yang dibentuk dari sekolah Italia dengan menganut prinsip "hasil adalah hal yang terpenting dalam sepak bola" maka ini adalah cerminannya.

Prancis menghadapi tim dengan seni pertahanan terbaik, bahkan sejumlah pihak menilai laga melawan Paraguay di fase ini adalah ujian terberat yang dihadapi Prancis di Piala Dunia 2026.

Paraguay bermain dengan kedalaman yang luar biasa di lini pertahanan dan setengah lapangan area mereka.

Itu mengganggu ritme permainan, menyulitkan, dan membuat Prancis frustasi. 

Kerapatan dan kesolidan tim asuhan Gustafo Alvarado itu membuat Prancis tidak mampu melepaskan tembakan tepat sasaran selama 45 menit pertama, sebelum gol penentu kemenangan yang dicetak Kylian Mbappe dari titik penalti pada menit ke-62.

Hal itu juga terjadi di Piala Dunia 1998 silam, ketika Deschamps menghadapi kegigihan Paraguay. Kondisi dan skenarionya sama persis, klaim media ESPN.

Baca juga: Maroko vs Prancis di Perempat Final, Asa Atlas Lions Menulis Sejarah Baru di Piala Dunia

Saat bermain di Lens, Prancis kesulitan menembus pertahanan Paraguay ditambah dengan penampilan gemilang dari kiper mereka, Jose Luis Chilavert.

Prancis harus menunggu keajaiban datang dari Laurent Blanc yang mencetak gol emas di babak perpanjangan waktu, enam menit sebelum pertandingan berakhir.

Gol tersebut menjadi satu-satunya yang menyelamatkan Prancis atas Paraguay, dan menjadi keberhasilan tim Les Bleus besutan Aime Jacquet.

Yang menjadi pembeda dengan edisi Amerika Utara tahun 2026, momen kemenangan Prancis atas Paraguay terjadi lebih awal, namun dengan kesulitan yang hamper sama.

Momen yang akhirnya membuka jalan dan menjadi kunci Prancis untuk merengkuh trofi Piala Dunia pertama kalinya dalam sejarah.

Gol Laurent Blanc ketika itu dinilai lebih penting dari adu penalti melawan Italia di perempat final, atau brace yang memukau Thuram di semifinal, bahkan gol Zidane di laga final.

Usai laga yang berlangsung di Stadion Philadelphia pada Minggu (4/7/2026) pagi, Deschamps mengakui selalu sulit saat menghadapi tim Amerika Selatan.

Tim asuhannya harus mampu memanfaatkan sekecil apapun peluang yang mereka miliki.

"Bermain melawan tim-tim Amerika Selatan selalu sulit," ucap Deschamps usai laga, dikutip dari Goals Xtra.

"Tentu saja, keadaan akan lebih mudah jika kami mampu memanfaatkan peluang kami pada dua kesempatan terakhir."

"Kami tidak kehilangan fokus, tetapi sifat fisik permainan membuat segalanya sulit: mereka bertekad untuk bertahan dengan baik."

Laga hari ini bak medan pertempuran bagi Deschamps karena intensitasnya.

"Sejujurnya, apa yang kita lihat hari ini bukanlah sepak bola seperti yang kita pahami di level ini," ungkapnya.

"Rasanya lebih seperti pertempuran, lebih mirip WrestleMania (ajang gulat) daripada pertandingan sepak bola."

"Terlalu banyak kontak fisik, gangguan, sangat sulit untuk menemukan ritme atau menunjukkan kualitas."

"Ketika permainan menjadi duel dan penghentian terus menerus, itu mengubah segalanya. Itu tidak mudah bagi pemain yang ingin bermain sepak bola yang sebenarnya," tegasnya.

Meskipun begitu, Prancis dapat mengatasi dengan caranya sendiri untuk menang. Perubahan yang dilakukan Deschamps dengan menarik Barcola dan memainkan Doue memberikan dampak terhadap penalti sebelum dieksekusi Mbappe.

Perubahan tersebut yang memberikan perbedaan dalam kemenangan Prancis dari Paraguay pada tahun 1998 lalu.

Deschamps adalah pemain dan pelatih yang merasakan kesulitan sama, namun di satu momen dia berhasil memberikan solusi untuk memenangkan pertandingan.

Akankah satu langkah besar ini akan membuka jalan Prancis untuk menyamai catatan tahun 1998 silam? Mahkota juara bagi Deschamps? Opta menempatkan Prancis sebagai negara paling favorit untuk memenangkan Piala Dunia 2026.

Di babak perempat final nanti, Prancis akan melawan Maroko di Stadion Boston pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.00 WIB.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.