Materi MPLS Pengenalan Budaya Lokal Jenjang SD, SMP, SMA Kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2026/2027
Siti Umnah July 05, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM - Sekolah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka wajib mengetahui bahwa dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), terdapat beberapa materi penting yang harus diberikan atau dipelajari oleh peserta didik baru.

Sebagai informasi, pelaksanaan MPLS dilakukan selama 3 hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran.

Kegiatan ini wajib dilaksanakan pada hari sekolah dan di dalam jam pelajaran. Adapun penyelenggara teknis kegiatan MPLS adalah Guru, yang dapat dibantu oleh siswa (seperti Pengurus OSIS).

Baca juga: Materi MPLS Pengenalan Wawasan Wiyata Mandala Jenjang SD, SMP, SMA/SMK Kurikulum Merdeka 2026

Bagi sekolah yang melaksanakan kegiatan MPLS namun ternyata belum memiliki persiapan matang terkait materi yang selaras dengan Kurikulum Merdeka atau Sekolah Penggerak, tidak perlu khawatir.

Dikutip dari buku saku pelaksanaan MPLS untuk sekolah pengguna Kurikulum Merdeka maupun Sekolah Penggerak, ada 9 materi inti yang harus diberikan kepada calon peserta didik baru, di antaranya:

  1. Wawasan Wiyata Mandala
  2. Kegiatan Kesiswaan (Intrakurikuler seperti OSIS, maupun Ekstrakurikuler seperti Kepramukaan, UKS, Seni, Olahraga, dll)
  3. Pendidikan Karakter
  4. Cara Belajar Efektif
  5. Pengenalan Budaya Lokal
  6. Pengenalan tentang Kurikulum Merdeka
  7. Kebijakan Kurikulum Merdeka
  8. Pengenalan Profil Pelajar Pancasila
  9. Anti Bullying (Anti Perundangan)

Poin ini menjadi sangat krusial karena budaya lokal merupakan warisan yang sudah ada di Nusantara jauh sebelum budaya bangsa ini terbentuk.

Pengertian Budaya Lokal

Perlu dipahami oleh para siswa baru bahwa budaya bangsa Indonesia sebenarnya dibentuk dari unggulan-unggulan yang ada pada budaya-budaya lokal di seluruh Nusantara.

Dengan demikian, budaya-budaya lokal yang ada di Nusantara muncul dan eksis lebih dulu, sedangkan budaya bangsa baru muncul sesudahnya tepatnya setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diproklamirkan.

Jadi, hubungan keduanya adalah:

Budaya bangsa mewarisi nilai-nilai unggulan dari budaya-budaya lokal, dan bukan sebaliknya. Budaya-budaya lokal yang ada di Indonesia selanjutnya menjadi warisan budaya (cultural heritage) yang sah bagi seluruh bangsa Indonesia.

Pentingnya Pelestarian Budaya Lokal bagi Siswa Baru

Beragam wujud warisan budaya lokal memberikan kita semua—terutama para peserta didik—kesempatan emas untuk mempelajari kearifan lokal (local wisdom) dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapi di masa lalu.

Melalui materi MPLS ini, sekolah perlu menumbuhkembangkan motivasi yang kuat pada diri siswa agar mereka tergerak untuk berpartisipasi aktif melaksanakan pelestarian budaya.

Berikut adalah 5 motivasi utama pelestarian budaya lokal yang wajib ditanamkan kepada siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK:

  • Motivasi Warisan Geberasi: Keinginan yang kuat untuk menjaga, mempertahankan, dan mewariskan warisan budaya yang diperoleh dari generasi sebelumnya agar tidak punah ditelan zaman.
  • Motivasi Kecintaan Nasional: Meningkatkan pengetahuan dan rasa cinta generasi penerus bangsa terhadap nilai-nilai sejarah serta kepribadian bangsa dari masa ke masa. Hal ini dilakukan melalui pewarisan khasanah budaya secara nyata yang dapat dilihat, dikenang, dan dihayati.
  • Motivasi Keragaman Lingkungan: Menjamin tetap terwujudnya keragaman atau variasi lingkungan budaya di Indonesia agar tidak homogen.
  • Motivasi Ekonomi Kreatif: Menanamkan kepercayaan bahwa nilai budaya lokal akan meningkat jika terpelihara dengan baik, sehingga memiliki nilai komersial (seperti pariwisata dan kerajinan) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pengampunya.
  • Motivasi Simbolis Jati Diri: Meyyakini bahwa budaya lokal adalah manifestasi dan cerminan dari jati diri suatu kelompok masyarakat. Melalui motivasi ini, diharapkan tumbuh rasa kebanggaan, harga diri, dan rasa percaya diri yang kuat pada mental peserta didik baru.

Dengan mengenalkan budaya lokal sejak hari pertama masuk sekolah melalui jalur MPLS Kurikulum Merdeka, siswa tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga memiliki akar karakter yang kuat berdasarkan kearifan lokal daerahnya masing-masing.***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.