MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - SMP Negeri 1 Manado masih menjadi sekolah negeri yang paling banyak diminati calon murid baru di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
Predikat tersebut bukan hal baru.
Dalam beberapa tahun terakhir, SMPN 1 Manado hampir selalu menjadi tujuan utama masyarakat saat Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Tingginya minat itu tercermin dari jumlah pendaftar yang konsisten menjadi salah satu yang terbanyak dibanding sekolah negeri lainnya di Kota Manado.
Berdasarkan rekapitulasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, sekolah tersebut menerima 578 pendaftar, tertinggi dibanding seluruh SMP negeri lainnya di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, Manado.
Besarnya jumlah pendaftar itu membuat SMP Negeri 1 Manado masih menjadi tujuan utama masyarakat saat memilih sekolah bagi anak mereka.
Di bawah SMP Negeri 1 Manado terdapat SMP Negeri 8 Manado dengan 337 pendaftar, disusul SMP Negeri 10 Manado sebanyak 303 pendaftar.
Selanjutnya ada SMP Negeri 7 Manado dengan 279 pendaftar dan SMP Negeri 3 Manado sebanyak 275 pendaftar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Dr. Peter Karl Bart Assa, S.T., M.Sc., M.Tr.Par., CGRE., Ph.D., menyebut, data tersebut menunjukkan masih adanya konsentrasi minat masyarakat terhadap sejumlah sekolah tertentu.
Meski demikian, Kadis Pendidikan menilai kondisi tahun ini mulai menunjukkan perubahan.
Penyebaran pendaftar disebut lebih merata dibanding pelaksanaan penerimaan murid baru pada tahun-tahun sebelumnya.
Bart Assa juga menyebut kalau tingginya minat masyarakat terhadap sekolah tertentu dipengaruhi berbagai faktor.
"Mulai dari prestasi akademik dan nonakademik, kualitas guru, kepemimpinan kepala sekolah, kelengkapan sarana prasarana, lingkungan belajar yang baik, serta lokasi
sekolah yang mudah dijangkau," sebut Bart Assa kepada wartawan Tribunmanado.co.id, Indri Panigoro, Minggu 5 Juli 2026 pagi via WhatsApp.
Meski demikian, Bart Assa menegaskan Pemerintah Kota Manado terus berupaya menghapus anggapan adanya sekolah favorit maupun sekolah yang kurang diminati.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemerataan mutu pendidikan di seluruh sekolah negeri, sehingga setiap satuan pendidikan mampu memberikan layanan yang berkualitas dan menjadi pilihan masyarakat.
Menurutnya, pembinaan terhadap sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan sarana dan prasarana terus dilakukan agar kualitas pendidikan semakin merata.
"Dengan begitu, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan sekolah berkualitas tanpa harus terpaku pada beberapa sekolah tertentu saja," kata doktor lulusan bidang pendidikan dan pariwisata itu.
Ia juga menegaskan untuk proses SPMB tahun ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado memastikan proses tersebut berlangsung secara objektif dan transparan sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama sesuai ketentuan yang berlaku.
SMP Negeri 1 Manado : 578 pendaftar.
SMP Negeri 8 Manado : 337 pendaftar.
SMP Negeri 10 Manado : 303 pendaftar.
SMP Negeri 7 Manado : 279 pendaftar.
SMP Negeri 3 Manado : 275 pendaftar.
SMP Negeri 1 Manado merupakan salah satu sekolah menengah pertama negeri tertua dan paling dikenal di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Sekolah ini berada di pusat Kota Manado sehingga memiliki akses yang mudah dijangkau dari berbagai wilayah.
Lokasinya berjarak sekitar 2 kilometer dari Balai Kota Manado atau sekitar 5-10 menit berkendara, serta sekitar 15 kilometer dari Bandara Internasional Sam Ratulangi dengan waktu tempuh kurang lebih 30-40 menit, bergantung kondisi lalu lintas.
Sebagai sekolah yang telah lama berdiri, SMP Negeri 1 Manado memiliki reputasi sebagai salah satu sekolah favorit di Sulawesi Utara.
Setiap tahun sekolah ini menjadi tujuan banyak calon peserta didik karena dikenal memiliki prestasi yang konsisten di bidang akademik maupun nonakademik.
Selain menitikberatkan pada pencapaian akademik, SMP Negeri 1 Manado juga aktif mengembangkan karakter, kepemimpinan, literasi, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Berbagai kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari olahraga, seni, sains, hingga organisasi siswa, menjadi wadah pengembangan bakat dan minat peserta didik.
Sekolah ini juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, penelitian, dan pengembangan inovasi pembelajaran.
Dukungan terhadap kreativitas tenaga pendidik tersebut tercermin dari berbagai prestasi yang diraih guru maupun siswa di tingkat kota, provinsi, hingga nasional, termasuk keberhasilan Guru Bimbingan dan Konseling Algha Sanjaya menembus 10 besar nasional Lomba Inovasi Karya Guru (Linkar) 2026 melalui pengembangan Aplikasi Manguni. (Indri Panigoro)