TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Puluhan balon udara mengudara di Taman Rekreasi Kalianget, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (5/7/2026).
Balon-balon itu diterbangkan secara tertambat dalam Java Balloon Attraction 2026 yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo.
Acara ini pun menyedot ribuan pengunjung.
Sejak pagi, masyarakat yang mayoritas datang bersama keluarga berdatangan untuk menikmati keindahan balon udara ini.
Baca juga: Balon Udara Wonosobo Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Suasana semakin semarak dengan alunan musik dari panggung hiburan, deretan stan kuliner yang dipadati pengunjung, hingga penampilan kesenian tradisional khas Wonosobo.
Di tengah lapangan, puluhan balon udara mulai dibentangkan para peserta.
Satu per satu balon diisi gas hingga mengembang.
Sorak-sorai penonton terdengar ketika balon berdiri tegak dan bersiap menampilkan atraksi formasi.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fatonah Ismangil mengatakan, tahun ini, ada 40 balon udara yang ikut memeriahkan Java Balloon Attraction 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 balon menjadi peserta utama yang akan membentuk formasi di udara, termasuk formasi Gunung Sindoro dan Telaga Menjer.
Sementara, empat balon lain ikut berpartisipasi dalam atraksi.
Selain pertunjukan balon udara, pengunjung juga disuguhi beragam hiburan seperti tari lengger, penampilan band, hingga atraksi suporter Java Balloon Attraction yang turut dilombakan setelah formasi balon selesai.
"Momentum sangat pas karena ini sedang ada liburan anak sekolah," ujarnya.
Ia mengatakan, antusiasme masyarakat sangat tinggi.
Tak hanya wisatawan domestik, sejumlah wisatawan mancanegara juga hadir menyaksikan langsung tradisi balon khas Wonosobo.
"Ada dari Jepang, dari mancanegara juga hadir di sini," ucapnya.
Fatonah berharap, Java Balloon Attraction dapat terus menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkenalkan tradisi balon Wonosobo kepada masyarakat luas.
Ia mengungkapkan, tradisi balon Wonosobo telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Kebudayaan.
Selain itu, tradisi balon dan Java Balloon Attraction juga telah memiliki perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Baca juga: Harga Tiket dan Fasilitas Tanjungsari Land Wonosobo, Water Park di Hamparan Kebun Teh
Meski menjadi atraksi utama, seluruh balon yang diterbangkan tetap wajib menggunakan sistem tambat sesuai aturan keselamatan penerbangan.
"Balon harus ditambatkan," tegas Fatonah.
Aturan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018 yang mengatur penyelenggaraan balon udara tradisional agar tetap aman.
Untuk mengikuti Java Balloon Attraction 2026, peserta juga harus melalui proses seleksi.
Dari 116 pendaftar, panitia hanya memilih 36 balon terbaik.
"Kami hanya seleksi 36 balon saja karena memang kebutuhan atraksi tahun ini sebanyak 36 balon," jelasnya.
Baca juga: Buntut Kecelakaan Jip Tabrak Motor di Menjer, DPRD Wonosobo Minta Pemkab Bikin SOP Jalur Jip Wisata
Seleksi tersebut diprioritaskan bagi komunitas balon asal Wonosobo guna menjaga kelestarian tradisi yang telah menjadi identitas daerah.
Java Balloon Attraction kini menjadi salah satu agenda wisata unggulan Kabupaten Wonosobo.
Perpaduan atraksi balon udara, kesenian tradisional, bazar kuliner, serta panorama pegunungan membuat ribuan wisatawan kembali memadati lokasi penyelenggaraan tahun ini. (*)