Berburu Durian Kalteng di Tanahbumbu, Ada dari Puruk Cahu hingga Kasongan, Ini Lokasi Lapaknya
Irfani Rahman July 05, 2026 12:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Aroma durian asal Kalimantan Tengah (Kalteng) kini mulai semerbak di sejumlah sudut wilayah Kabupaten Tanahbumbu,Kalimantan Selatan

Sejak sepekan terakhir, para pedagang musiman mulai menjamur dan memanjakan para pencinta buah berduri ini, Minggu (5/7/2026).

Pantauan di lapangan, ada beberapa titik utama yang menjadi pusat lapak pedagang durian Kalteng, salah satunya berada di kawasan Kapet, di mana berdiri beberapa lapak pedagang yang berjejer di pinggir jalan.

Selain di Kapet, lapak buah musiman ini juga dapat ditemui di kawasan Plajau, kemudian di depan Kantor Kelurahan Batulicin, serta beberapa titik strategis di pinggir jalan protokol lainnya.

Durian yang dijajakan di lokasi-lokasi tersebut didatangkan langsung dari berbagai daerah penghasil di Kalimantan Tengah, di antaranya ada durian asal Puruk Cahu, Kasongan, Muara Teweh, hingga Ampah.

Baca juga: PLN Beberkan Alasan Pemadaman Listrik Bergilir ke DPRD Kalsel

Baca juga: BREAKING NEWS - Perkelahian di Simpang Bali Banjarmasin, Satu Warga Terluka Pelaku Melarikan Diri

Salah seorang pedagang durian di kawasan Batulicin, Upik, mengatakan bahwa antusiasme warga Tanah Bumbu terhadap buah durian terbilang sangat tinggi. Setiap kali datang, ia membawa pasokan dalam jumlah yang cukup besar.

Upik mengaku membawa sekitar 1.000 biji durian dari daerah asalnya, jumlah tersebut biasanya bisa habis terjual hanya dalam waktu tiga atau empat hari saja karena banyaknya peminat di Tanah Bumbu.

Namun, ia menambahkan, saat ini persaingan terbilang cukup ketat karena banyaknya pedagang durian lain yang juga membuka lapak. Hal ini terkadang membuat waktu jualan menjadi sedikit lebih lama, meski rata-rata tetap habis dalam tiga hingga empat hari.

"Sudah sering ke Batulicin, karena biasanya kalau musim buah jualan kesini," kata Upik saat ditemui di lapaknya.

Mengenai harga, Upik mematok tarif yang cukup bervariasi dan ramah di kantong, satu buah durian dibanderol mulai dari harga Rp20.000 hingga Rp75.000, di mana perbedaan harga tersebut murni tergantung dari ukuran besar kecilnya buah.

Durian yang dibawanya bukanlah buah yang matang karena hasil tebangan atau diperam secara paksa.

Upik menyampaikan bahwa durian yang ia bawa merupakan durian lampini. Jenis ini adalah durian yang memang masak langsung di batang dan jatuh sendiri dari pohonnya tanpa proses pemeraman.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.