POSBELITUNG.CO, BELITUNG – Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang mengevakuasi jenazah penambang timah di Desa Bantan, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Minggu (5/7/2026) dini hari.
Korban diketahui bernama Faris (18) diduga tenggelam saat menambang di atas ponton.
Tubuh korban muncul ke permukaan air di sekitar lokasi, terakhir korban terlihat sekitar pukul 02.56 WIB.
"Jasad korban berhasil diangkat dengan aman dari permukaan air kolong tambang. Tim SAR Gabungan yang dibantu warga langsung membawa jasad korban menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika melalui siaran rilis.
Ia menjelaskan kejadian bermula saat Basarnas menerima informasi seorang penambang timah rakyat dilaporkan hilang di kawasan tambang Dusun Bantan, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.
Korban terakhir terlihat saat makan siang dan kemudian berbaring di atas ponton tersebut pada Sabtu (4/6/2026).
Namun, selang beberapa waktu kemudian, paman korban yang tiba di lokasi terkejut mendapati keponakannya sudah tidak ada di lokasi kejadian.
"Kecurigaan korban tenggelam semakin menguat setelah pihak keluarga menemukan sepeda motor korban masih terparkir rapi di pinggir kolong. Sementara keberadaan korban tidak diketahui sama sekali," kata Mikel.
Paman korban bersama warga sempat melakukan upaya pencarian, tapi hingga malam hari belum membuahkan hasil.
Akhirnya Kepala Desa Bantan, Suhandi melaporkan kejadian ini kepada Kantor Basarnas Pangkalpinang guna meminta bantuan SAR.
Merespons Basarnas segera mengerahkan Tim Rescue dari Pos SAR Belitung dan Unit Siaga SAR (USS) Tanjungpandan menuju ke lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi kejadian, tim langsung berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memulai operasi pencarian.
"Sekitar pukul 02.56 WIB, tubuh korban muncul ke permukaan air di sekitar lokasi terakhir korban terlihat dan langsung dievakuasi," kata Mikel.
Usai dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR terhadap kondisi membahayakan manusia ini resmi diusulkan untuk ditutup.
Mikel juga menyampaikan terima masih kepada seluruh tim yang terlibat seperti Tim Rescuer USS Tanjungpandan, Polsek Membalong, BPBD Kabupaten Belitung, perangkat Desa Bantan, serta masyarakat setempat.
"Kolaborasi yang solid sangat menentukan kecepatan dan kelancaran operasi kemanusiaan ini," katanya.
(Posbelitung.co/Dede Suhendar)