Teror Bom Molotov di Rumah Pengacara Ciracas: Pelaku Terekam CCTV, Kini Diburu Polisi
Hironimus Rama July 05, 2026 02:30 PM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Sebuah insiden teror terjadi di kediaman seorang pengacara bernama Sulardi, yang berlokasi di Jalan Mustika Ratu No 01, RT 05/04, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Rumahnya menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK) pada Rabu (1/7/2026) dini hari.

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, aksi ini dilakukan oleh dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor jenis matik.

Baca juga: Rumah Pengacara di Ciracas Jaktim Jadi Sasaran Dugaan Pelemparan Bom Molotov

Pelaku terlihat berbagi peran. Joki yag mengendarai motor menggunakan jaket ojek online, masker, dan helm hitam. Sementara eksekutor yang melempar bom menggunakan helm putih, jaket hitam, dan masker.

Beruntung, bom molotov yang dilemparkan tidak masuk ke dalam rumah. Api sempat menyala di bagian pagar dan teras sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh warga sekitar yang sigap menyadari kejadian tersebut.

Dugaan Motif Terkait Sengketa Tanah

Sulardi menduga kuat aksi teror ini berkaitan dengan perkara sengketa tanah yang sedang ia tangani sejak tahun 2017.

Ia mengungkapkan bahwa sempat terjadi perselisihan sengit terkait objek tanah di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Jadi objek tanahnya ada di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sejak 2017 saya membantu masyarakat masalah tanah itu," ujar Sulardi saat ditemui di rumahnya, Minggu (5/7/2026).

Sulardi menambahkan, dirinya sempat mengalami kriminalisasi hingga ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan pemalsuan dokumen.

Namun, dalam proses persidangan, ditemukan fakta bahwa pihak lawan salah alamat dalam mengklaim tanah tersebut.

"Dari hasil sidang di tempat itulah, terjadi pelemparan bom melotov sekira pukul 02.30 WIB, yang kebakar itu gerbang di luar sampai jalanan teras rumah karena minyaknya itu sampai ke dalam," tuturnya.

Polisi Buru Pelaku

Pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Timur kini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku dan dalang di balik aksi pelemparan bom tersebut.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi, membenarkan adanya laporan percobaan pembakaran dan perusakan tersebut.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa dua orang saksi, yakni Niman dan Dadang, yang merupakan tetangga korban.

“Benar pada hari, tanggal, bulan, tahun dan tempat tersebut sekiranya pukul 02.30 WIB telah terjadi percobaan pembakaran dan perusakan,” ujar AKP Made Budi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/7/2026).

“Para saksi melihat diduga pelaku melemparkan botol dengan indikasi bom molotov ke arah pagar rumah korban. Kemudian diduga pelaku pergi meninggalkan tempat kejadian,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan keamanan korban dan menangkap pelaku yang masih misterius tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.