TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI – Pelaksanaan program Tilik Desa Kabupaten Tegal di Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi, pada Jumat (3/7/2026), dihujani berbagai usulan krusial terkait infrastruktur sektor pesisir dan pertanian.
Dalam dialog terbuka tersebut, perwakilan nelayan mendesak pembangunan pelabuhan baru, sementara pemerintah desa menuntut penanganan serius atas banjir musiman yang merendam lahan persawahan warga.
Aspirasi mendesak itu mencuat dalam uji coba format baru Tilik Desa yang sengaja digelar pada malam hari oleh Pemerintah Kabupaten Tegal agar bisa menjangkau pekerja yang sibuk di siang hari.
Perwakilan nelayan Suradadi, Andrianto, menyuarakan keresahan para pelaut lokal yang selama ini terpaksa memarkir kapal mereka di wilayah tetangga, Kota Tegal. Padahal, kontribusi sektor perikanan terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di wilayah ini terhitung cukup besar.
"Kami sangat berharap pemerintah daerah dapat mendorong percepatan pembangunan pelabuhan perikanan lokal yang memadai, khususnya yang mampu melayani bersandarnya kapal-kapal nelayan berukuran besar di atas 30 gross ton (GT)," tegas Andrianto di hadapan jajaran pejabat, seperti dikutip dari rilis resmi, Minggu (5/7/2026).
Sawah Sering Kebanjiran, Sektor Pertanian Terganggu
Di sisi lain, Kepala Desa Suradadi, Tri Susanto, memanfaatkan kehadiran 13 jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menuntut kejelasan penanganan banjir akibat buruknya tata kelola air di wilayah agraria mereka.
Baca juga: Polisi Upayakan Ganti Rugi Korban Penipuan Eks Pegawai Bank di Purwokerto, Blokir Aset Rp10 Miliar
Pihak desa secara resmi melayangkan usulan normalisasi serta perbaikan sistem drainase dan saluran irigasi yang selama ini tersumbat. "Banjir luapan kerap kali menggenangi areal persawahan dan mengganggu aktivitas pertanian masyarakat. Kami berharap usulan drainase ini bisa segera dieksekusi," kata Tri Susanto.
Menanggapi rentetan keluhan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud—yang hadir mewakili Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman—menegaskan bahwa seluruh catatan dinas akan langsung dipetakan oleh OPD terkait demi mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang.
"Tilik Desa Kabupaten Tegal ini bukan sekadar ajang silaturahmi seremonial. Format malam hari ini sengaja kami buat agar menjadi ruang dialog murni yang transparan agar berbagai persoalan laten di tingkat bawah dapat dicarikan jalan keluar bersama," tutur Amir.
Sosialisasi Beasiswa Kuliner Gratis 'Sadesa'
Selain menjadi wadah serap aspirasi fisik, jajaran Pemkab Tegal juga memanfaatkan momentum berkumpulnya warga untuk menyosialisasikan jaminan sosial pendidikan lewat Program Sadesa (Satu Desa Satu Sarjana).
Baca juga: Perbaikan Jembatan Serayu Banyumas Rampung Lebih Cepat. Dibuka Lagi Mulai Besok, 6 Juli 2026
Melalui program ini, anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu di pelosok Kabupaten Tegal diberikan kesempatan emas untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke berbagai universitas secara gratis hingga lulus.
"Program Sadesa ini silakan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga Desa Suradadi. Kami berpesan kepada perangkat desa dan kepala desa untuk aktif menyisir anak-anak kurang mampu agar roda ekonomi keluarga mereka bisa terangkat lewat pendidikan tinggi," pungkas Amir. (dta)