TRIBUNKALTIM.CO - Kualitas sumber daya manusia (SDM) di suatu daerah dapat dilihat melalui capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Indikator ini menggambarkan tingkat pembangunan manusia berdasarkan aspek kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak, sehingga menjadi salah satu acuan untuk menilai kemajuan suatu wilayah.
Berdasarkan publikasi BPS Kalimantan Timur Tahun 2025, sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur berhasil mencatatkan nilai IPM yang tergolong tinggi.
Capaian tersebut menunjukkan wilayah-wilayah tersebut memiliki kualitas pembangunan manusia yang relatif lebih maju dibanding daerah lain di provinsi yang sama.
Baca juga: Kalimantan Timur Masuk 3 Provinsi dengan Perokok Paling Sedikit di Indonesia 2025, Ini Data BPS
Data terbaru juga memperlihatkan tren peningkatan IPM Kalimantan Timur secara keseluruhan dalam empat tahun terakhir.
Nilai IPM provinsi meningkat dari 77,36 pada 2022, menjadi 78,20 pada 2023, kemudian 78,79 pada 2024, hingga mencapai 79,39 pada 2025, mencerminkan adanya perbaikan di sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Lantas, daerah mana saja yang menjadi wilayah dengan kualitas SDM tertinggi di Kalimantan Timur berdasarkan nilai IPM tahun 2025?
Berikut daftar lima kabupaten dan kota dengan capaian IPM tertinggi berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).
Berdasarkan data BPS tahun 2025, terdapat lima kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang memiliki nilai IPM tertinggi.
Daerah-daerah ini dapat dikatakan memiliki tingkat pembangunan manusia yang paling maju dibanding wilayah lain di provinsi tersebut.
1. Samarinda – 83,53
Kota Samarinda menempati posisi pertama sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Kalimantan Timur pada 2025. Nilai IPM kota ini terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2022, IPM Samarinda tercatat 81,72, kemudian naik menjadi 82,61 pada 2023, meningkat lagi menjadi 83,11 pada 2024, dan mencapai 83,53 pada 2025.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat di ibu kota provinsi tersebut terus berkembang.
2. Balikpapan – 83,23
Posisi kedua ditempati oleh Kota Balikpapan dengan IPM 83,23 pada 2025. Kota ini selama bertahun-tahun dikenal memiliki kualitas pembangunan manusia yang tinggi di Kalimantan Timur.
Nilai IPM Balikpapan pada 2022 tercatat 81,49, kemudian meningkat menjadi 82,03 pada 2023, naik menjadi 82,62 pada 2024, dan mencapai 83,23 pada 2025.
Pertumbuhan ini menunjukkan konsistensi pembangunan di kota yang menjadi salah satu pusat industri dan perdagangan di Kalimantan.
3. Bontang – 83,04
Kota Bontang berada di posisi ketiga dengan nilai IPM 83,04 pada 2025. Kota industri ini juga menunjukkan peningkatan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2022 IPM Bontang tercatat 81,00, kemudian meningkat menjadi 81,63 pada 2023, naik menjadi 82,49 pada 2024, dan mencapai 83,04 pada 2025.
4. Berau – 77,72
Kabupaten Berau menjadi wilayah dengan IPM tertinggi di tingkat kabupaten di Kalimantan Timur. Pada 2025 nilai IPM Berau mencapai 77,72.
Dalam empat tahun terakhir, IPM Berau menunjukkan peningkatan konsisten, yakni 76,24 pada 2022, 76,71 pada 2023, 77,17 pada 2024, dan 77,72 pada 2025.
Peningkatan ini menandakan bahwa pembangunan manusia di wilayah yang terkenal dengan sektor pariwisata dan pertambangan tersebut terus berkembang.
5. Kutai Kartanegara – 77,25
Posisi kelima ditempati oleh Kabupaten Kutai Kartanegara dengan nilai IPM 77,25 pada 2025.
Nilai ini juga meningkat secara bertahap dibanding tahun-tahun sebelumnya, yakni 75,31 pada 2022, 75,95 pada 2023, 76,57 pada 2024, dan 77,25 pada 2025.
Sebagai salah satu wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Kalimantan Timur, peningkatan IPM di Kutai Kartanegara menunjukkan adanya perbaikan dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.
Perbandingan IPM Daerah Lain di Kalimantan Timur
Selain lima daerah dengan IPM tertinggi, beberapa kabupaten lain juga menunjukkan peningkatan nilai pembangunan manusia selama periode 2022–2025.
Kabupaten Kutai Timur misalnya, memiliki IPM 74,69 pada 2022, kemudian meningkat menjadi 75,33 pada 2023, naik lagi menjadi 75,90 pada 2024, dan mencapai 76,48 pada 2025.
Kabupaten Penajam Paser Utara juga mengalami peningkatan dari 73,56 pada 2022, menjadi 74,33 pada 2023, naik menjadi 74,94 pada 2024, dan mencapai 75,82 pada 2025.
Sementara itu Kabupaten Paser mencatat IPM 73,85 pada 2022, kemudian meningkat menjadi 74,56 pada 2023, naik menjadi 75,13 pada 2024, dan mencapai 75,85 pada 2025.
Kabupaten Kutai Barat juga mengalami kenaikan dari 73,16 pada 2022, menjadi 73,97 pada 2023, naik menjadi 74,76 pada 2024, dan mencapai 75,38 pada 2025.
Di sisi lain, Kabupaten Mahakam Ulu masih menjadi wilayah dengan IPM terendah di Kalimantan Timur meskipun tetap menunjukkan peningkatan. Pada 2022 IPM daerah ini tercatat 69,17, kemudian meningkat menjadi 70,02 pada 2023, naik menjadi 70,79 pada 2024, dan mencapai 71,53 pada 2025.
Tren Pembangunan Manusia di Kalimantan Timur
Secara keseluruhan, data IPM menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah di Kalimantan Timur mengalami peningkatan kualitas pembangunan manusia dalam kurun waktu empat tahun terakhir.
Peningkatan ini mencerminkan adanya perbaikan di berbagai sektor pembangunan, mulai dari layanan kesehatan, akses pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Kota-kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang masih menjadi wilayah dengan tingkat pembangunan manusia tertinggi.
Sementara itu beberapa kabupaten seperti Berau dan Kutai Kartanegara juga terus menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Dengan tren yang terus meningkat, pembangunan manusia di Kalimantan Timur diperkirakan akan terus berkembang seiring berbagai program pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Ke depan, pemerataan pembangunan menjadi tantangan penting agar seluruh daerah di provinsi ini dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik secara merata.