Indeks Keyakinan Konsumen Balikpapan Capai 123,7 di Tengah Penyesuaian Harga
Samir Paturusi July 05, 2026 04:10 PM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Keyakinan masyarakat Balikpapan terhadap kondisi ekonomi nyatanya masih berada pada level optimistis sepanjang triwulan II 2026. 

Bank Indonesia Balikpapan mencatat rata-rata Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencapai 123,7 sepanjang triwulan II tahun 2026. 

Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan, angka ini sedikit melambat dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 132,3, akibat berakhirnya momentum Idulfitri dan penyesuaian harga BBM serta LPG nonsubsidi.

"Hasil Survei Konsumen sepanjang triwulan II 2026 di Balikpapan mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Konsumen juga masih menunjukkan optimisme pasca Hari Besar Keagamaan Nasional Idulfitri dan di tengah penyesuaian harga BBM serta LPG nonsubsidi," ujarnya, Minggu (5/7/2026).

Ia juga menjelaskan, optimisme tersebut didorong oleh persepsi masyarakat yang masih positif terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, optimisme tertinggi berasal dari responden dengan pengeluaran Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per bulan yang mencatat IKK sebesar 144,2. 

Baca juga: Pekan Ekonomi Syariah Nusantara 2026, BI Balikpapan Buka Peluang UMKM Tembus Pasar Internasional

Posisi berikutnya ditempati kelompok pengeluaran Rp 7 juta hingga Rp 8 juta dengan indeks 132,2, disusul kelompok Rp 4 juta hingga Rp 5 juta sebesar 130,6.

Sedangkan dari sisi usia, tingkat keyakinan tertinggi berasal dari kelompok usia 20 sampai dengan 30 tahun dengan rerata indeks 137,2, kemudian diikuti kelompok usia 40 hingga 50 tahun.

Selain itu, BI juga mencatat Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) sepanjang triwulan II 2026 berada di level 115,2. 

Menurut Ribu, angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 122. Namun masih mencerminkan persepsi positif masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini dibandingkan enam bulan lalu.

"IKE masih berada pada level optimistis. Hal itu ditopang oleh indeks penghasilan saat ini, indeks ketersediaan lapangan kerja, serta indeks pembelian barang tahan lama yang seluruhnya masih berada pada zona optimistis," jelasnya. 

Ia membeberkan, indeks penghasilan saat ini justru mengalami penguatan dibandingkan triwulan sebelumnya dengan nilai 135,7.

Sementara indeks ketersediaan lapangan kerja tercatat 106,3, sedangkan indeks pembelian barang tahan lama berada di angka 103,7.

Tak hanya itu, optimisme masyarakat juga tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang sepanjang triwulan II 2026 mencapai 132,1. 

Meski lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 142,6, angka tersebut masih menunjukkan masyarakat yakin kondisi ekonomi enam bulan mendatang akan tetap membaik.

Optimisme itu juga didukung oleh ekspektasi terhadap kegiatan usaha yang mencatat indeks 123,3, ekspektasi penghasilan sebesar 142,7, serta ekspektasi ketersediaan lapangan kerja di angka 130,3.

Robi juga mengatakan, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi dinamika keyakinan konsumen selama triwulan II tahun ini. 

Salah satunya, proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) yang mulai memasuki tahap penyelesaian.

"Fase penyelesaian proyek RDMP berdampak pada berkurangnya jumlah pekerja konstruksi yang selama ini menjadi konsumen utama sejumlah pelaku usaha yang menjadi responden survei," jelasnya.

Di sisi lain, peningkatan penghasilan yang diterima sebagian masyarakat turut menopang optimisme konsumen. 

Peningkatan tersebut berasal dari bonus, insentif, kenaikan gaji, pembayaran lembur hingga kenaikan omzet usaha.

Baca juga: Harga BBM Naik, BI Balikpapan Waspadai Inflasi dan Perkuat Subsidi Logistik Pangan

Sementara itu, persepsi positif terhadap peluang kerja juga didukung oleh munculnya lapangan pekerjaan baru melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring bertambahnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi.

"Selain itu, berkembangnya usaha kafe, laundry, serta aktivitas konstruksi di sejumlah proyek juga turut membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat Balikpapan," pungkasnya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.