Trump Bikin Geger, Sebut Satu Tembakan Bisa Lenyapkan Semua Pemimpin Iran di Pemakaman Khamenei
Ansari Hasyim July 05, 2026 05:37 PM

 

SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim hanya diperlukan "satu tembakan" untuk melenyapkan seluruh pemimpin Iran yang menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Pernyataan kontroversial itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Axios, saat mengaku terkejut melihat ribuan warga menghadiri prosesi pemakaman Khamenei.

"Mereka semua ada di sana. Satu tembakan dan kita bisa melenyapkan mereka semua, tetapi kita tidak akan melakukan itu karena kemudian kita tidak akan punya siapa pun untuk diajak bernegosiasi," kata Trump, dikutip Axios, kemarin.

Baca juga: Usai Khamenei Tewas, Iran Berubah Total: Mojtaba Pilih Jalur Perang Lawan AS dan Israel

Trump juga mengklaim pemerintahannya sengaja menunda langkah tertentu selama sepekan sebagai bentuk penghormatan terhadap prosesi pemakaman.

"Mereka sangat ingin menyelesaikan masalah ini. Kami memberinya waktu libur seminggu untuk pemakaman karena kami baik hati," ujarnya.

Pernyataan Trump langsung menuai kecaman dari Iran. Dalam unggahan di platform X, Kedutaan Besar Iran di Yerevan menyebut ucapan Presiden AS tersebut sebagai pernyataan yang ofensif sekaligus menegaskan bahwa warisan Khamenei tidak akan hilang.

"Manusia bisa dibunuh, tetapi cita-cita tidak. Kalian membunuh Ayatollah Khamenei, tetapi pada kenyataannya, kalian memecahkan botol parfum yang aromanya menyebar ke mana-mana," tulis pernyataan Kedutaan Iran.

Sementara itu, peti jenazah Khamenei dipajang di dalam kotak kaca di area terbuka Mosalla Agung Imam Khomeini, Teheran. Di lokasi yang sama juga ditempatkan peti jenazah sejumlah anggota keluarganya yang dilaporkan tewas bersamanya dalam serangan Amerika Serikat pada Februari lalu, termasuk putrinya, menantu laki-laki, menantu perempuan, serta cucu perempuannya yang masih berusia 14 bulan.

Adapun putra Khamenei yang kini menjadi pemimpin baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang disebut mengalami luka dalam serangan tersebut, belum terlihat tampil di hadapan publik.

Ribuan pelayat terus memadati halaman Mosalla Agung Imam Khomeini. Sebagian membawa bendera Republik Islam Iran dan bendera merah sebagai simbol pembalasan, sembari meneriakkan slogan "Matilah Amerika!". (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.