Misteri Hilangnya Nenek Hermin Sepulang Pesta Terungkap, Tewas Tercebur di Parit Kebun Sawit
Ayu Prasandi July 05, 2026 08:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN- Sempat dilaporkan hilang sepulang pesta, kabar nenek Hermin Lasih Silalahi (78), warga Huta I Ladang Kongsi, Nagori Pamatang Silampuyang, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, akhirnya menemui titik terang.

Nenek Hermin ditemukan tewas usai tercebur di parit perkebunan sawit. 

Nenek Hermin Lasih Silalahi sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu, 27 Juni 2026.

Setelah sepekan lebih dilakukan pencarian, jasad korban akhirnya ditemukan warga di dalam Parit Gajah, Blok 2022 I, Perkebunan PTPN IV Afdeling V Marihat, pada Sabtu (4/7/2026)

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa Tim Inafis Polres Simalungun bersama Polsek Gunung Malela telah melaksanakan olah TKP dan cek TKP atas penemuan mayat di Parit Gajah Blok 2022 I Perkebunan PTPN IV Afdeling V Marihat.

Ia menjelaskan, informasi penemuan jasad tersebut bermula dari laporan warga bernama Wahyu Apriansyah, Kaur Pemerintahan Nagori Pamatang Silampuyang, yang mencium bau tidak sedap saat mengumpulkan tangkos sawit di area perkebunan.

“Saksi Wahyu Apriansyah menerangkan bahwa dirinya mencium bau busuk dan langsung teringat pada warganya yang telah dilaporkan hilang sejak 27 Juni 2026. Setelah ditelusuri, sumber bau tersebut ternyata berasal dari dalam parit gajah, di mana ditemukan sesosok mayat yang telah membusuk,” ucap AKP Verry Purba.

Menurutnya, setelah penemuan tersebut, Wahyu Apriansyah segera melaporkan kepada Gamot I Nagori Pamatang Silampuyang, Ahmad Bilal, yang kemudian turut mendatangi lokasi dan menghubungi pihak keluarga korban.

“Gamot I Ahmad Bilal langsung menghubungi keluarga yang sebelumnya telah melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Selanjutnya keluarga korban, Saljun Berutu, yang merupakan cucu dari korban, datang ke lokasi dan mengenali pakaian serta tas yang digunakan oleh jasad tersebut sebagai milik neneknya, Hermin Lasih Silalahi,” ungkap AKP Verry Purba.

Ia menambahkan, begitu menerima informasi tersebut, Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky Siahaan bersama personel langsung bergerak menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Simalungun untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Personel langsung mengamankan lokasi kejadian, mencari keterangan dari para saksi, serta berkoordinasi dengan Sat Reskrim dan Tim Inafis Polres Simalungun. Olah TKP turut disaksikan oleh Pemerintah Nagori dan Babinsa setempat,” jelas AKP Verry Purba.

Setelah proses olah TKP selesai dilaksanakan, jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Djasamen Saragih guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak medis.

“Pihak keluarga almarhum menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi secara resmi,” tutur AKP Verry Purba.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan pihak medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil visum luar menyatakan tidak dijumpai adanya tanda-tanda kekerasan pada jenazah korban. Situasi di lokasi kejadian maupun di tengah masyarakat dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif,” tegas AKP Verry Purba.

Lebih lanjut, AKP Verry Purba mengungkapkan bahwa pihak keluarga korban menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kerja keras dan sinergi yang ditunjukkan oleh Tim Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun bersama Polsek Gunung Malela dalam menangani kasus ini.

“Keluarga korban menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama dan respons cepat yang diberikan oleh Tim Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun bersama Polsek Gunung Malela, mulai dari proses pencarian hingga olah TKP penemuan jenazah. Ini menjadi bukti nyata kepedulian Polri kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” pungkas AKP Verry Purba.

(alj/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.