TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menghadiri hari terakhir Prambanan Jazz Festival 2026 di Kompleks Candi Prambanan, Minggu (5/7/2026).
Kehadirannya sekaligus untuk melihat secara langsung perkembangan penyelenggaraan festival musik tahunan yang digelar di kawasan perbatasan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut.
Pada hari penutupan, sejumlah musisi tampil menghibur pengunjung, di antaranya Jikustik, NonaRia, The Rose, Henry Moodie, Dewa Budjana feat. Natasha Elvira, I Am Jazz A Kids, Jo Soegono, Jazz Kotabaru, serta BASS3 feat. Sruti Respati dan Jogja HipHop Foundation Playing Jazz White (Jazz) Chorus.
Hamenang tampak menyaksikan penampilan Jikustik. Usai pertunjukan, ia juga menyempatkan diri bertemu dengan personel band yang digawangi Pongky Barata tersebut.
Menurut Hamenang, penyelenggaraan Prambanan Jazz selama ini memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di kawasan Prambanan yang berada di wilayah perbatasan Klaten dan DIY.
“Wah, tentu kami berterima kasih kepada seluruh panitia, EO, yang sudah menyelenggarakan Prambanan Jazz Festival setiap tahun yang luar biasa di kawasan Prambanan Raya, Jogja dan Klaten,” ujar Hamenang pada Tribun Jogja di lokasi, Minggu (5/7/2026).
”Dan alhamdulillah setiap tahun antusiasmenya semakin meningkat, kemudian semakin banyak juga artis-artis yang tampil, dan terbukti menggerakkan UMKM yang luar biasa. Kemudian, ya, ekonomi di sekitar kawasan Prambanan bergeliat,” tambahnya.
Ia berharap ke depan kawasan Prambanan tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan satu agenda besar setiap tahun.
Menurutnya, berbagai kegiatan serupa dapat digelar lebih rutin sehingga mampu menjaga pergerakan ekonomi masyarakat sepanjang tahun.
“Ya, untuk harapan kami, mungkin ke depan bisa dikembangkan setahun tidak hanya ada event Prambanan Jazz saja, mungkin bisa dikembangkan ada event yang lainnya, yang kemudian setahun bisa beberapa kali event di kawasan Prambanan ini,” ulasnya.
Hamenang mengaku hampir setiap tahun selalu menyempatkan diri untuk hadir dalam penyelenggaraan Prambanan Jazz.
Selain menikmati pertunjukan, ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melihat perkembangan festival yang dinilainya dapat menjadi referensi pengembangan destinasi dan penyelenggaraan event di Kabupaten Klaten.
“Iya, setiap tahun kita ikut menyaksikan secara langsung sambil lihat perkembangan seperti apa, sambil kita kan ke depan juga mengembangkan beberapa kawasan di Kabupaten Klaten,” katanya.
"Harapannya juga bisa menjadi event semacam ini juga ke depan, kayak kawasan Rawa Jombor,” harapnya.