China Gelar Latihan Militer Gabungan dengan Rusia: Dilanjutkan Patroli di Pasifik, Barat Pasang Mata
Hasiolan Eko P Gultom July 06, 2026 12:38 AM

China Gelar Latihan Militer Gabungan dengan Rusia: Dilanjutkan Patroli di Pasifik, Barat Pasang Mata

 

TRIBUNNEWS.COM - China mengumumkan akan menggelar latihan gabungan dengan Angkatan Laut Rusia di perairan dan wilayah udara lepas pantai Kota Qingdao, Provinsi Shandong, pada Juli 2026. 

Latihan ini menjadi bagian dari agenda kerja sama militer tahunan kedua negara yang terus berlangsung di tengah meningkatnya dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Baca juga: Perang Amerika-Israel Vs Iran, Pemenangnya Adalah Rusia, Berikut Ini Alasannya

Dalam pernyataannya pada Minggu (5/7/2026), Kementerian Pertahanan China tidak menyebutkan tanggal pasti pelaksanaan latihan tersebut.

Namun, Beijing memastikan bahwa setelah rangkaian latihan selesai, sebagian unsur angkatan laut kedua negara akan melanjutkan patroli maritim bersama di kawasan tertentu di Samudra Pasifik.

China: Latihan Rutin untuk Menjaga Stabilitas

Kementerian Pertahanan China menegaskan latihan gabungan tersebut merupakan kegiatan rutin yang telah dilaksanakan setiap tahun.

Menurut Beijing, tujuan utama latihan adalah meningkatkan interoperabilitas kedua angkatan laut dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan bersama sekaligus menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari hubungan pertahanan bilateral yang terus berkembang antara China dan Rusia.

Didahului Patroli Udara Strategis

Pengumuman latihan laut ini datang hanya beberapa hari setelah China mengungkap bahwa angkatan udaranya bersama Rusia telah melaksanakan patroli udara strategis di atas Laut Jepang, Laut China Timur, dan wilayah barat Samudra Pasifik.

Beijing menyatakan patroli tersebut bertujuan menunjukkan kemampuan kedua negara dalam menjaga keamanan kawasan serta memperkuat koordinasi militer.

Dalam beberapa tahun terakhir, frekuensi patroli udara dan laut gabungan China-Rusia memang meningkat, mencerminkan semakin eratnya hubungan strategis kedua negara, terutama di bidang pertahanan.

Barat Terus Mencermati Kerja Sama Militer Beijing-Moskow

Meningkatnya intensitas latihan militer gabungan China dan Rusia terus menjadi perhatian Amerika Serikat, NATO, serta sejumlah negara sekutu di kawasan Asia-Pasifik.

Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah Reuters sebelumnya melaporkan, mengutip dua pejabat dan sejumlah dokumen Eropa, kalau kedua negara pernah menggelar latihan militer yang melibatkan sedikitnya empat jenderal Rusia dan dua jenderal China.

Menurut sumber-sumber tersebut, keterlibatan perwira tinggi menunjukkan besarnya arti kerja sama militer antara Moskow dan Beijing, termasuk dalam konteks konflik yang masih berlangsung di Ukraina.

Namun, China berulang kali membantah anggapan bahwa kerja sama militernya dengan Rusia ditujukan kepada pihak tertentu atau berkaitan langsung dengan konflik di Ukraina.

Bagian dari Pendekatan Strategis yang Lebih Luas

Latihan gabungan laut dan udara antara China dan Rusia menjadi salah satu indikator semakin eratnya hubungan strategis kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

Selain meningkatkan kemampuan operasional militer, kegiatan semacam ini juga dipandang sebagai sinyal politik bahwa Beijing dan Moskow terus memperkuat koordinasi di tengah persaingan geopolitik dengan Barat.

Di sisi lain, negara-negara Barat menilai meningkatnya aktivitas militer bersama kedua negara perlu terus dipantau karena berpotensi memengaruhi keseimbangan keamanan di kawasan Indo-Pasifik maupun Eropa.

Sebagai catatan, China menyatakan latihan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan meningkatkan kerja sama pertahanan dan menjaga stabilitas kawasan.

Sementara itu, kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap keamanan regional berasal dari penilaian sejumlah pejabat Barat dan laporan Reuters.

 

 

(oln/khbrn/rtrs/*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.