MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagi orang tua yang anaknya belum mendapatkan sekolah negeri di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, kesempatan masih terbuka.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado memastikan pelaksanaan SPMB belum berakhir karena masih akan dilanjutkan dengan tahap 3 untuk mengisi kursi yang masih tersedia di sejumlah SD dan SMP negeri.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Peter Karl Bart Assa, S.T., M.Sc., M.Tr.Par., CGRE., Ph.D., mengatakan secara keseluruhan daya tampung sekolah negeri di Kota Manado masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Data Dinas Pendidikan menunjukkan total daya tampung SD dan SMP negeri mencapai 7.488 kursi.
Sementara jumlah pendaftar baru 5.180 calon murid.
Dari jumlah tersebut, 4.845 calon murid telah diterima, sehingga masih tersedia 2.643 kursi yang akan dioptimalkan pada pelaksanaan tahap 3.
Menurut Bart Assa, kondisi tersebut menunjukkan kapasitas sekolah negeri di Kota Manado sebenarnya masih cukup untuk menampung peserta didik baru.
Karena itu, orang tua yang anaknya belum memperoleh sekolah negeri diharapkan memanfaatkan kesempatan pada tahap 3.
"Pemerintah Kota Manado berkomitmen agar seluruh anak usia sekolah memperoleh akses pendidikan. Karena itu masyarakat diharapkan tidak hanya terpaku pada beberapa sekolah tertentu, tetapi juga mempertimbangkan sekolah negeri lain yang masih memiliki daya tampung," kata Bart Assa kepada wartawan Tribunmanado.co.id, Indri Panigoro, Minggu (5/7/2026) pagi.
Ia menjelaskan penyebaran pendaftar pada tahun ini juga mulai lebih merata dibanding pelaksanaan penerimaan murid baru pada tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, masih terdapat konsentrasi pendaftar di sejumlah sekolah yang selama ini dikenal sebagai sekolah favorit.
Baca juga: Ribuan Kuota SPMB Manado 2026 Masih Tersisa, Jalur Domisili dan Afirmasi Belum Semua Terisi Penuh
Baca juga: Penyebaran Pendaftar SPMB 2026 di Manado Mulai Merata, Kadis: Tak Lagi Bertumpuk di Sekolah Favorit
Data Dinas Pendidikan menunjukkan SMP Negeri 1 Manado memang menjadi sekolah dengan peminat terbanyak.
Sekolah yang berada sekitar 2 kilometer atau 5-10 menit berkendara dari Balai Kota Manado itu menerima 578 pendaftar untuk 544 kuota, dengan 531 calon murid diterima.
Di bawahnya terdapat SMP Negeri 8 Manado yang menerima 337 pendaftar untuk 416 kursi, dengan 316 peserta diterima.
Selanjutnya SMP Negeri 10 Manado menerima 303 pendaftar, menyediakan 288 kursi, dan seluruh kuotanya terisi.
SMP Negeri 7 menerima 279 pendaftar dengan daya tampung 352 kursi, sedangkan SMP Negeri 3 menerima 275 pendaftar untuk 320 kursi.
Masih terdapat pula SMP Negeri 2, SMP Negeri 4, SMP Negeri 5, SMP Negeri 13, hingga SMP Negeri 16 yang memiliki daya tampung berbeda-beda dan sebagian masih menyisakan kursi.
Pada jenjang SD, sekolah dengan jumlah pendaftar terbanyak adalah SD Negeri 03 Manado yang berada di Kelurahan Wawonasa, Kecamatan Singkil, sekitar 3 kilometer atau 10 menit berkendara dari Balai Kota Manado.
Sekolah tersebut menerima 87 pendaftar, disusul SD Negeri 02 Manado sebanyak 83 pendaftar, SD Negeri 06 Manado 58 pendaftar, SD Negeri 25 Manado 56 pendaftar, serta SD Negeri 21 Manado 55 pendaftar.
Bart Assa mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap sekolah tertentu dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari prestasi akademik dan nonakademik, kualitas guru, kepemimpinan kepala sekolah, kelengkapan sarana prasarana, lingkungan belajar, hingga lokasi sekolah yang mudah dijangkau.
Namun Pemerintah Kota Manado terus melakukan pemerataan mutu pendidikan agar seluruh sekolah negeri mampu menjadi pilihan masyarakat.
Pembinaan kepala sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan sarana dan prasarana terus dilakukan agar kualitas pendidikan semakin merata.
"Dengan begitu, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan sekolah berkualitas tanpa harus terpaku pada beberapa sekolah tertentu saja," ujar Bart Assa.
Pelaksanaan tahap 3 SPMB diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan 2.643 kursi yang masih tersedia sehingga lebih banyak anak di Kota Manado memperoleh akses pendidikan di sekolah negeri. (Tribunmanado.co.id/Indri Panigoro)