BOLASPORT.COM - Cristiano Ronaldo diketahui sudah uzur alias berumur sehingga Timnas Portugal diminta untuk tidak wajib memasang CR7 selalu sebagai starter.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan keenam bagi Ronaldo di turnamen garapan FIFA tersebut.
Bisa dibilang kompetisi di Benua Amerika Utara tersebut menjadi last dance bagi sang megabintang.
Apalagi dengan usia yang sudah menginjak 41 tahun, maka Cristiano Ronaldo disebut-sebut bermain di Piala Dunia terakhirnya bersama Timnas Portugal.
Tak heran jika pada Piala Dunia tahun ini banyak yang memberikan dukungan terhadap dirinya untuk bisa memenangkan trofi prestisius yang selama ini belum pernah direngkuhnya.
Tanda-tandanya sudah terlihat dengan perlakuan Roberto Martinez selaku pelatih Portugal.
Di Piala Dunia 2026 Ronaldo selalu dipasang sebagai ujung tombak utama Selecao das Quinas.
Portugal memang tak terkalahkan di fase grup, tetapi mereka maju ke fase gugur dengan status sebagai runner-up Grup K.
Peran Ronaldo di lini depan lantas mendapat sorotan mengingat ia sempat mandul dalam duel kontra RD Kongo di laga perdana Grup K.
Barulah pundi-pundi CR7 mengalir dengan sumbangsih 2 gol kala menghajar Uzbekistan 5-0.
Namun, ia kembali tumpul saat Timnas Portugal bermain seri 0-0 di laga pamungkas Grup K kontra Kolombia.
Seluruh pertandingan fase grup tadi dilahap oleh Cristiano Ronaldo selama 90 menit alias dua babak penuh.
Sementara itu saat menghadapi Kroasia, ia bermain selama 81 menit dengan menyumbang 1 gol dalam kemenangan 2-1 di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Tak heran jika sejauh ini mantan penyerang Man United dan Real Madrid tersebut termasuk pemain Portugal yang mendapatkan kesempatan bermain terbanyak.
Ronaldo bersama-sama dengan Diogo Costa, Renato Veiga, Nuno Mendes, Vitinha, dan Bruno Fernandes merupakan pemain-pemain dengan jam terbang tinggi dan berstatus starter sejauh ini.
Namun, hal ini rupanya tidak disukai oleh legenda Portugal, Antonio Simoes da Costa.
Simoes da Costa, yang sukses bersama Benfica saat menjuarai Liga Champions 1982, tidak memungkiri kualitas maupun statistik dari Cristiano Ronaldo.
Hanya saja saat ini Ronaldo sudah tidak muda lagi dan berkepala empat.
Portugal semestinya tidak selalu harus memberinya bola dengan dalih agar membuat CR7 bisa mencetak gol.
Menurut Simoes da Costa, menghormati Ronaldo adalah bisa menentukan waktu yang tepat untuk memainkannya dan kapan harus menggantinya.
"Cristiano Ronaldo, tak ada yang akan meragukan kualitas maupun statistiknya," ucap Simoes da Costa seperti dikutip dari Diario AS.
"Kariernya layak mendapat penghormatan penuh."
"Namun, Portugal seolah-olah hanya ditentukan oleh dirinya."
"Sepertinya mereka selalu harus memberinya bola, padahal dia adalah pemain sepak bola berusia 41 tahun: dia sering kesulitan mencari ruang untuk menerimanya."
"Dia tidak bisa bermain hanya karena rasa terima kasih atau atas perintah."
"Jelas bahwa Roberto sendiri terpengaruh oleh nama besar seperti itu."
"Namun, dia seharusnya bisa memilih kapan harus memainkannya dan kapan tidak, serta kapan harus menggantikannya."
"Itulah yang disebut menghormati Cristiano. Yang sebaliknya bukanlah penghormatan."
"Tidak mungkin, pada usianya yang sudah seperti itu, dia menjadi salah satu pemain dengan menit bermain terbanyak di seluruh tim pada Piala Dunia ini," pungkasnya.
Cristiano Ronaldo memang telah dianggap sebagai legenda hidup bagi Timnas Portugal.
Dengan torehan 146 gol dan 232 caps, Ronaldo menjadi pemain dengan penampilan terbanyak bagi Portugal.
Sosoknya diyakini akan kembali dipercaya sebagai starter saat Selecao das Quinas menghadapi Spanyol di Piala Dunia 2026.