AI Dinilai Mampu Membuka Akses Keuangan bagi Jutaan Pelaku UMKM dan Masyarakat Akar Rumput
Seno Tri Sulistiyono July 06, 2026 10:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dinilai berpotensi menjadi solusi untuk memperluas inklusi keuangan di Indonesia, terutama bagi jutaan pelaku usaha mikro dan masyarakat akar rumput yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan formal.

Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi panel "Grassroot Economies in the Age of AI" pada The 2026 Asia Grassroots Forum di Jakarta belum lama ini.

Para pelaku industri menilai AI tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi layanan keuangan, tetapi juga membuka akses pembiayaan bagi kelompok masyarakat yang selama ini sulit dinilai menggunakan metode konvensional karena minimnya jejak data keuangan.

Baca juga: Utamakan Dampak UMKM, Kolaborasi Hetero Inkubator Jateng Antar ke Peringkat A Nasional 

Managing Director & Partner Boston Consulting Group (BCG), Tushar Agarwal, mengungkapkan sekitar 51 persen masyarakat Indonesia telah memiliki akses ke layanan perbankan.

"Namun, jumlah masyarakat yang aktif memanfaatkan layanan keuangan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari masih di bawah 20 persen," kata Tushar.

Menurutnya, kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa tantangan inklusi keuangan saat ini bukan lagi sekadar membuka akses rekening, melainkan memastikan layanan keuangan benar-benar digunakan dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Chief Product Officer Amartha, Avnish Kalhan, mengatakan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan akses pembiayaan justru kerap memiliki rekam jejak data keuangan yang terbatas sehingga sulit dinilai melalui pendekatan konvensional.

"Banyak pelaku usaha akar rumput sebenarnya sudah memiliki usaha yang berjalan, tetapi aktivitas ekonomi mereka belum banyak tercatat dalam sistem keuangan formal. Karena itu, tantangannya bukan hanya mengumpulkan lebih banyak data, tetapi bagaimana membantu mereka agar lebih terlihat dan dapat memperoleh akses layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka," ujarnya.

Menurut Avnish, pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu cara untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi pelaku usaha mikro.

AI kemudian berperan mengolah berbagai informasi tersebut agar penilaian risiko menjadi lebih akurat sekaligus memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat yang selama ini belum banyak terlayani.

"Bagi kami, AI adalah alat untuk memperluas inklusi keuangan, bukan alat yang menentukan inklusi itu sendiri. Pada akhirnya, teknologi harus dimanfaatkan untuk membantu manusia bekerja lebih baik, lebih efektif, dan lebih produktif," katanya.

Dari sisi industri, Tushar menilai tantangan utama penerapan AI bukan hanya soal ketersediaan teknologi, tetapi juga literasi digital masyarakat.

Ia menilai perkembangan teknologi berbasis suara dapat menjadi solusi agar layanan digital lebih mudah diakses oleh masyarakat dengan tingkat literasi maupun kemampuan bahasa yang beragam.

CEO Adehyeman Savings and Loans LTD, Joe Emmim, mengatakan AI memiliki potensi besar menghadirkan layanan keuangan yang lebih personal sesuai kebutuhan masing-masing individu. Namun, hal itu memerlukan kualitas data yang baik serta kolaborasi lintas sektor.

Di sisi lain, Director of Planning and Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menekankan bahwa pemerataan konektivitas digital menjadi fondasi penting agar manfaat AI dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Menurutnya, pemanfaatan AI seharusnya tidak hanya membantu lembaga keuangan dalam menilai risiko kredit, tetapi juga memberdayakan pelaku usaha kecil agar mampu mengambil keputusan bisnis yang lebih baik.

"Yang ingin kami lakukan adalah menempatkan kekuatan tersebut di tangan setiap masyarakat Indonesia dan setiap pelaku usaha. Ketika masyarakat dan pelaku usaha berkembang, seluruh ekosistem juga akan ikut merasakan manfaatnya," ujar Wong.

Melalui forum tersebut, para pelaku industri sepakat bahwa keberhasilan AI tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologinya, tetapi dari sejauh mana teknologi tersebut mampu membuka akses ekonomi, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat akar rumput.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.