TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Remaja 13 tahun di Kabupaten Batang Hari, Jambi, yang jadi korban pengeroyokan remaja lainnya, alami trauma.
RA (13), remaja perempuan yang menjadi korban pengeroyokan di Desa Muara Jangga, Kecamatan Batin XXIV, video pengeroyokannya viral di media sosial.
Pasca video kekerasannya viral di jagat media sosial, korban mengalami trauma hingga dirundung ketakutan dan menarik diri dari lingkungan sosialnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Batang Hari yang langsung bergerak cepat memberikan pendampingan psikologis serta medis kepada korban.
Kepala UPTD PPA Kabupaten Batang Hari, Neneng Eva Anggraeni, mengungkapkan bahwa untuk kondisi fisik dan kesehatan umumnya, luka-luka yang dialami korban akibat peristiwa tersebut saat ini sudah diobati dan berangsur stabil.
Namun, fokus utama pihak UPTD PPA kini beralih pada pemulihan mental RA yang terguncang.
"Kami sudah melakukan pendampingan. Kondisi saat ini korban stabil, luka-luka sudah diobati, dan sudah dilakukan pendampingan oleh psikolog," katanya saat dihubungi pada Minggu (5/7/2026).
Ia menyebut, pasca viralnya rekaman video kekerasan tersebut di media sosial, dampak psikologis yang nyata terlihat pada bocah berusia 13 tahun itu cukup berat. Korban menunjukkan gejala kecemasan dan ketakutan yang mendalam.
Baca juga: Video Pengeroyokan di Batang Hari Viral, Korban Trauma dan Takut Bertemu Pelaku
Baca juga: Siswi SMP Korban Pengeroyokan di Batang Hari Jambi Alami Trauma Berat
"Dampak psikolog yang nampak dari korban pasca viralnya video tersebut, dampaknya bisa kurangnya kepercayaan diri korban, menarik diri, dan ketakutan bermain apabila bertemu pelaku," jelasnya.
Melihat kondisi trauma tersebut, ia menegaskan bahwa penanganan psikologis anak tidak bisa dilakukan sepihak oleh UPTD PPA saja.
Peran dan kehadiran lingkungan keluarga terdekat menjadi kunci utama untuk mengembalikan mental dan keberanian korban seperti sedia kala.
"Korban butuh penguatan diri dari keluarga agar tidak merasa takut dan berani untuk menyampaikan semua permasalahannya," tambahnya.
Viral Dikeroyok 2 Kali Gara-gara Rumor
Peristiwa pilu itu terjadi pada Selasa, 30 Juni 2026 lalu, sekira pukul 15.30 WIB di sebuah teras rumah kosong di Desa Muara Jangga.
Kejadian bermula saat korban didatangi oleh tiga remaja perempuan sebayanya, yakni AM (13), ZA (13), dan RI (13). Terduga pelaku ZA tiba-tiba mengonfrontasi korban terkait rumor negatif.
Meski sudah dibantah oleh RA, ZA langsung memukul wajah korban yang kemudian memicu AM dan RI ikut melakukan kekerasan bersama-sama hingga korban jatuh.
Tak cukup sampai di situ, setelah sempat dilerai warga, para pelaku kembali menghadang korban di pinggir sungai Desa Jangga sekira pukul 16.30 WIB.
Baca juga: Harga Kelapa Sawit di Jambi Hari Ini Rp3.787 per Kg
Baca juga: Mitigasi Hukum Kejagung soal Pembebasan Lahan Rampung, Tol Jambi-Palembang Gas Pol
Di lokasi kedua ini, korban kembali dianiaya hingga tak berdaya. Mirisnya, aksi pengeroyokan gelombang kedua ini sengaja direkam menggunakan ponsel oleh AM hingga akhirnya viral.
Orang tua korban yang tidak terima langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Batang Hari pada malam harinya sekira pukul 21.00 WIB.
Kanit PPA Satreskrim Polres Batang Hari, IPDA Wahyudi, membenarkan laporan tersebut dan menyatakan pihaknya sudah bergerak cepat melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta melakukan visum et repertum sebagai alat bukti medis.
Pihak kepolisian berkomitmen mengusut tuntas kasus ini dengan tetap berpedoman pada koridor hukum perlindungan anak. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Perhiasan di Jambi Rp8,6 Juta, 6/7/2026 Emas Antam Stabil Rp2.600.000
Baca juga: Warga Talang Kawo Tahu Ada PETI di Merangin, Tapi Takut Lapor karena Beberapa Alasan