Memberikan nama pada spesies baru tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Proses tersebut harus mengikuti kaidah ilmiah dan melalui berbagai pertimbangan. Meski demikian, para ilmuwan terkadang mengabadikan nama tokoh terkenal dunia sebagai nama ilmiah suatu spesies. Lantas, apakah praktik tersebut memang diperbolehkan?
Mengutip BBC Science Focus, sistem penamaan ilmiah bagi hewan dan tumbuhan pertama kali disusun secara sistematis oleh naturalis asal Swedia, Carl von Linné, pada abad ke-18. Ia memperkenalkan sistem klasifikasi bertingkat yang menggunakan bahasa Latin dan Yunani sebagai dasar penamaan.
Penggunaan kedua bahasa tersebut tidak lepas dari posisinya sebagai bahasa internasional ilmu pengetahuan pada masa itu. Seiring perkembangan zaman, aturan penamaan menjadi lebih fleksibel sehingga tidak selalu harus berasal dari bahasa Latin. Bahkan, nama tokoh dunia kini dapat dijadikan inspirasi dalam penamaan spesies baru, selama tetap memenuhi ketentuan yang berlaku.
Nomenklatur Binomial
Setiap sepesies yang kini diakui, perlu diberi nama ilmiah dua bagian. Sistem pemberian nama ilmiah disebut dengan nomenklatur binomial.
Brandywine Conservancy and Museum of Art membeberkan nama ilmiah terdiri dari dua kata, oleh karena itu disebut sebagai "binomial". Kata pertama mewakili kelompok yang lebih besar, yaitu genus dengan penulisan huruf pertama kapital.
Sedangkan kata kedua, berhubungan dengan spesies yang ditulis dengan huruf kecil. Tidak boleh ada lebih dari satu spesies yang memiliki nama sama di setiap genus.
Untuk itu, penamaan kerap diberikan secara unik dan menggambarkan beberapa aspek dari spesies tersebut.
Aturan Pemberian Nama Spesies Hewan
ABC News menyatakan penamaan spesies baru merupakan tantangan yang besar. Pada 2016, baru 1,2 juta spesies diberi nama dari 8,6 juta data, setelah sepuluh tahun (2026), jumlah spesies itu pasti sudah bertambah lebih banyak.
Aturan pemberian nama pada spesies hewan diatur oleh The International Code of Zoological Nomenclature (ICZN). Lembaga tersebut memiliki panduan pemberian nama yang berisi 18 bab.
Secara singkat, ada beberapa aturan yang harus diikuti ilmuwan saat memberi nama spesies baru, yaitu:
1. Nama Harus Unik
Kombinasi nama genus dan spesies bagi hewan baru tidak boleh pernah digunakan untuk hewan lain. Untuk itu, perlu penjelajahan informasi mendalam sebelum sebuah hewan diberi nama.
2. Tidak Boleh Kasar
ICSN menegaskan penamaan spesies tidak boleh menyinggung perasaan orang lain atau kelompok dengan alasan apapun. Para ilmuwan kerap menentang pendapat ini, tapi menurut ICZN hal itu harus dipenuhi.
3. Tidak Boleh Pakai Nama Pribadi
ICZN tidak memperbolehkan menamai spesies dengan nama sendiri. Namun, ilmuwan boleh memberi nama hewan berdasarkan tokoh dunia, ikon sejarah, bahkan selebriti.
Hal ini disebut sebagai praktik ilmiah yang umum. Para ilmuwan sering menggunakan nama ilmiah resmi untuk menghormati orang-orang yang mereka kagumi, sehingga menjadi abadi.
6 Tokoh Dunia yang Diabadikan di Nama Hewan
Sebagai contoh, ada 6 tokoh dunia yang namanya diabadikan sebagai nama hewan, yaitu:
1. Stephen Colber (tawon, laba-laba, kumbang).
Komika sekaligus pembawa acara televisi Stephen Colbert, namanya diabadikan dalam nama spesies serangga dan hewan kecil. Seperti tawon laba-laba dan kumbang penyelam
2. Leonardo DiCaprio (kumbang air, katak, pohon)
Aktor terkenal asal Amerika tersebut telah menginspirasi penamaan pohon Kamerun kumbang air dan katak
3. Barack Obama (laba-laba, kumbang air, kadal)
Nama mantan Presiden Amerika Serikat (AS) itu diabadikan pada beberapa nama hewan, mulai dari lebah laba-laba (yang berada dalam genus yang sama dengan dan kumbang air Nama Obama bahkan dijadikan nama genus kadal yang sudah punah
Berbagai informasi tentang tokoh dunia lain bisa dilihat melalui artikel ini:





