Di Balik Kematian Pemuda Pekalongan dengan Leher Tersayat, Polisi Selidiki Sosok 2 Pria Misterius
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Polisi masih menyelidiki kematian seorang pemuda berinisial DF (21), Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.
DF diduga merupakan korban pembunuhan.
Hal ini terlihat dari luka sayatan di leher korban dengan panjang antara 3 hingga 5 cm.
Untuk mengungkap misteri kematian tersebut, polisi telah mengamankan barang bukti, termasuk pisau dan ponsel korban.
Baca juga: Pagar Besi Dipasang di Depan Gedung Tipikor Semarang, Pengguna Jalan: Ada Apa Ya?
Kapolres Pekalongan, Rachmad C. Yusuf, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat pada Minggu (5/7/2026), sekitar pukul 06.30 WIB mengenai penemuan seorang warga yang meninggal dunia di dalam rumahnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Korban diketahui berinisial DF (21), yang sehari-hari bekerja sebagai anak buah kapal (ABK).
Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani visum.
"Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, korban mengalami luka robek atau sayatan di bagian leher."
"Panjang luka diperkirakan sekitar 3 hingga 5 sentimeter, namun kami masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematiannya," kata AKBP Rachmad.
Menurutnya, dugaan sementara kasus tersebut mengarah pada tindak pidana pembunuhan.
Namun, penyidik belum dapat menyimpulkan secara pasti karena proses penyelidikan masih berlangsung.
"Untuk sementara memang dugaan kami mengarah pada pembunuhan, tetapi kami masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil visum dari rumah sakit terkait luka yang dialami korban," ujarnya.
Polisi juga telah memeriksa sejumlah anggota keluarga yang berada di rumah saat kejadian.
Selain itu, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari saksi lain, termasuk menelusuri informasi mengenai keberadaan dua orang yang disebut sempat berada di sekitar rumah korban pada malam sebelum korban ditemukan meninggal.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
"Selain itu, telepon genggam milik korban juga diamankan untuk kepentingan penyelidikan," imbuhnya.
AKBP Rachmad menegaskan, penyidik masih terus mendalami seluruh fakta di lapangan guna mengungkap motif, kronologi, serta pelaku di balik kematian korban.
"Kami masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh dengan memeriksa para saksi, mengumpulkan alat bukti, dan menunggu hasil visum agar penyebab kematian korban dapat dipastikan secara ilmiah," pungkasnya. (Dro)
Korban ditemukan dengan luka di bagian leher. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematiannya.
Kapolsek Karangdadap, AKP Sumiyanto, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan mayat seorang laki-laki di wilayah Dukuh Kebonsari.
Mendapat laporan tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Korban berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 30 tahun," ujar AKP Sumiyanto.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan adanya luka pada tubuh korban, terutama di bagian leher. Namun, hingga kini kepolisian belum dapat menyimpulkan apakah luka tersebut menjadi penyebab kematian korban.
"Ada luka di bagian leher, tetapi sementara ini masih dalam penyelidikan," katanya.
Rumah tempat korban ditemukan diketahui merupakan rumah yang masih dihuni.
Meski demikian, polisi belum mengungkap identitas penghuni rumah maupun hubungan korban dengan penghuni tersebut karena masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Usai dilakukan olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.
Sementara itu, Sekcam Karangdadap Juny saat dihubungi membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Korban diketahui berinisial DF (20) Sudah dibawa ke RSUD Kraton," kata Juny saat dihubungi Tribunjateng.com.
Juny mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, sebelum korban ditemukan meninggal dunia sempat terlihat adanya kerumunan orang di depan rumah korban sekitar pukul 00.00 WIB.
"Menurut keterangan kakak korban, sekitar pukul 00.00 WIB masih ada beberapa orang berkumpul di luar rumah. Namun, ia tidak mengetahui apa yang dibicarakan maupun aktivitas mereka saat itu," ujarnya.
Selanjutnya, sekitar pukul 05.00 WIB, kakak korban terbangun dan hendak menuju kamar mandi.
Saat itulah ia mendapati adiknya sudah tergeletak bersimbah darah di dalam rumah.
Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada kepala desa setempat, yang selanjutnya meneruskan laporan kepada Polsek Karangdadap.
"Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polsek Karangdadap," imbuhnya. (Dro)