TRIBUNNEWS.COM - Generasi emas Norwegia dengan kombinasi penampilan apik sang kiper, Orjan Nyland, akhirnya berbuah sebuah sejarah tiket perempat final pertama kali di Piala Dunia.
Norwegia membuat kejutan di babak 16 besar saat menghadapi Brasil dengan mengalahkan juara dunia lima kali itu dengan skor 2-1 di New York New Jersey Stadium, Senin (6/7/2026).
Dua gol Norwegia dicetak oleh Erling Haaland pada menit ke-79' dan 90', sebelum Brasil mencetak gol penghibur lewat penalti Neymar (90+10).
Banyak pihak yang sebelumnya lebih memfavoritkan Brasil untuk bisa lolos ke perempat final dengan menyingkirkan Norwegia.
Namun, kenyataan di lapangan tak sejalan. Norwegia memberi perlawanan ketat dan sukses mencuri kemenangan lewat kaki dan kepala Haaland.
Sebelum laga berlangsung, Football Enthusiast Raka Kisdiyatma sebenarnya sudah melihat potensi kejutan yang bisa diciptakan Norwegia.
Menurutnya, generasi emas yang dimiliki tim asuhan Stale Solbakken, terutama di lini depan, dipadukan dengan efektivitas serangan balik serta keunggulan fisik dalam situasi bola mati, menjadi modal untuk menumbangkan Brasil.
Prediksi itu akhirnya menjadi kenyataan setelah Norwegia mampu memanfaatkan peluang dengan sangat efisien, sementara pertahanan mereka dipimpin penampilan luar biasa Nyland.
"Norwegia ini benar-benar diberkahi ya di Piala Dunia 2026, karena skuadnya dihuni oleh generasi emasnya terutama di lini serang, terutama Haaland," kata Raka Kisdiyatma dalam Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo.
"Dan salah satu kunci Norwegia bisa mengalahkan atau setidaknya mengejutkan Brasil adalah bagaimana mereka memaksimalkan serangan balik dan kualitas set piece-nya, karena keunggulan fisik," kata dia.
Baca juga: 6 Piala Dunia Beruntun! Brasil Selalu Tersingkir oleh Tim Eropa, Kini Giliran Norwegia
Selain Erling Haaland, sorotan di laga ini juga tertuju pada kiper veteran Norwegia, Orjan Nyland.
Penjaga gawang berusia 35 tahun itu tampil gemilang dengan melakukan setidaknya empat peluang besar.
Pada babak pertama, ia sukses menggagalkan tendangan penalti Bruno Guimaraes setelah wasit menghadiahkan penalti kepada Brasil melalui tinjauan VAR akibat pelanggaran Kristoffer Ajer terhadap Matheus Cunha.
Tak hanya itu, Nyland juga menggagalkan sejumlah peluang emas Brasil, termasuk dari Gabriel Martinelli, Vinicius Junior, Rayan, hingga Bruno Guimaraes.
Total empat penyelamatan krusial membuatnya memperoleh nilai 8,0, tertinggi kedua di pertandingan, hanya berada di bawah Erling Haaland yang mendapat 8,6.
Peluang penalti yang terjadi di awal laga itu bisa saja mengubah jalannya permainan dengan menjadi dominasi Brasil seandainya berbuah gol.
Namun aksi Nyland membuat semua tak berjalan sesuai skenario bagi Brasil. Mereka kesulitan untuk bisa membobol gawang The Vikings.
Nyland pun mengaku emosinya sulit diungkapkan setelah peluit panjang berbunyi. Baginya, mengalahkan Brasil di panggung sebesar Piala Dunia merupakan pencapaian yang luar biasa.
"Sangat sulit menggambarkan perasaan ini. Rasanya luar biasa, mungkin ini perasaan terbaik yang pernah saya rasakan," ujar Nyland dikutip dari laman FIFA.
Ia mengatakan sejak awal Norwegia memang datang dengan target bertahan selama mungkin di turnamen. Meski menyadari berstatus sebagai tim nonunggulan, keyakinan untuk menyingkirkan Brasil tidak pernah hilang.
"Kami tahu akan sangat sulit karena kami bukan favorit. Tapi kami percaya bisa mengalahkan Brasil."
Nyland juga bangga karena Norwegia kembali mampu menundukkan Brasil di Piala Dunia. Menurutnya, kemenangan tersebut terasa semakin spesial mengingat reputasi Brasil sebagai salah satu negara terbesar dalam sejarah sepak bola.
"Kami kembali mengalahkan Brasil. Kami tidak pernah kalah dari mereka di Piala Dunia, bukan? Itu luar biasa. Semua orang tahu seberapa hebat Brasil dan apa arti mereka di Piala Dunia," kata dia.
Ya, kemenangan ini membuat Norwegia belum pernah kalah sama sekali saat melawan Brasil, dan bahkan di dua Piala Dunia selalu menang.
Baca juga: Haaland Hukum Brasil yang Boros Peluang, Norwegia Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Nyland sendiri mengaku keberhasilan membaca arah penalti Bruno Guimaraes bukan sekadar keberuntungan.
Ia mengungkapkan semua berawal dari persiapan yang sangat detail sebelum pertandingan.
"Semua itu datang dari persiapan. Saya melakukan riset, bekerja sama dengan pelatih mental, analis tim, dan pelatih kiper. Terima kasih kepada mereka semua."
"Rasanya luar biasa bisa menggagalkan penalti itu dan menjaga kami tetap berada dalam pertandingan. Tapi perasaan terbaik tentu ketika peluit akhir dibunyikan," ucapnya sambil tertawa.
Kemenangan Norwegia ini sekaligus mengakhiri langkah Brasil di babak 16 besar, menjadi kegagalan paling awal Selecao sejak tersingkir pada fase yang sama di Piala Dunia 1990.
Sebaliknya, Norwegia mencatat sejarah baru dengan lolos ke perempat final pertama kali dan kini hanya berjarak dua kemenangan lagi untuk mencapai partai final Piala Dunia 2026.
Di babak delapan besar, Norwegia akan menghadapi pemenang pertandingan Meksiko kontra Inggris yang dijadwalkan berlangsung di Miami pada 12 Juli mendatang.
(Tribunnews.com/Tio)