TRIBUNSUMSEL.COM -- Mantan manajer Sarwendah, Nanda Persada, memberikan kesaksiannya terkait memanasnya hubungan pasca-cerai antara Ruben Onsu dan Sarwendah.
Nanda mengaku sempat bertemu langsung dengan Ruben Samuel Onsu dan mendengarkan penjelasan di balik keputusan sang presenter menghentikan nafkah bulanan Rp225 juta sejak Desember 2025 serta mengajukan gugatan hak asuh anak.
Dari pertemuan tersebut, Nanda melihat bahwa Ruben telah mempersiapkan langkah hukumnya dengan sangat matang.
"Banyak hal yang menjadi pertimbangan, dan dia tampaknya sudah mempersiapkan secara hukum, bukti-bukti yang menguatkan alasan dia untuk kenapa mengambil hak asuh anak," ungkap Nanda, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Senin (6/7/2026).
Namun, Nanda memilih untuk menjaga kerahasiaan dokumen yang ia lihat dari presenter berusia 42 tahun tersebut.
"Aku nggak bisa ceritain di sini ya. Karena itu buat di persidangan sepertinya," kata Nanda.
Baca juga: Ingat Pesan Orang Tua, Ruben Onsu Curhat Sedih Dimusuhi Adik Kandung yang Dirawatnya dari Kecil
Nanda tidak menyangkal bahwa dirinya cukup terkejut ketika diperlihatkan bukti-bukti oleh Ruben, terutama mengenai isu kesulitan akses bertemu anak yang selama ini berkembang di publik.
"Cuma ya lumayan kaget juga sih melihat apa isu yang beredar," akunya.
"Terus dia ngasih lihat bukti-bukti gitu," tambahnya.
Nanda pun menyayangkan adanya saling klaim dari kedua belah pihak terkait sulitnya berkomunikasi dengan anak-anak, padahal ada akses komunikasi langsung yang tersedia.
"Seperti katanya kan dibilang dia sulit untuk ketemu anaknya, ada nomor WA (WhatsApp) langsung anak-anaknya, dan dari pihak Wendah katanya juga sulit."
"Tapi semalam aku lihat beberapa bukti ya, yang kaget juga sih, dan menyayangkan," ujarnya.
Baca juga: Kuasa Hukum Ruben Onsu Sindir Pihak Kecewa Gugatan Hak Asuh Anak, Singgung Sikap Dinilai Berubah
Sebagai orang yang mengenal kedua pihak, Nanda berharap pola pengasuhan bersama (co-parenting) bisa berjalan dengan harmonis.
Namun, menurutnya, langkah hukum yang diambil Ruben saat ini merupakan puncak dari persoalan yang sudah lama dipendam.
"Mestinya mengasuh anak-anak bersama co-parenting itu berjalan dengan baik."
"Cuma sepertinya ada hal-hal yang memang ini udah jadi akumulasi Ruben, udah sekian lama dia menahan diri untuk nggak mau masuk ke jalur hukum sebenarnya," jelas Nanda.
Terungkap alasan utama dari Ruben yang ingin merebut hak asuh dari Sarwendah.
Disampaikan Minola, Ruben merasa tak mendapatkan haknya terkait pembagian waktu bertemu anak.
Padahal sesuai kesepakatan cerai, Ruben masih diperbolehkan bertemu kedua putrinya tiga hari dalam seminggu.
"Resmi kita sudah mendaftarkan gugatan hak asuh anak terhadap dua anak Ruben Onsu yang selama ini atas dasar kesepakatan yang tertuang dalam akta 39 yang haknya diberikan kepada ibunya," ungkap Minola, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment.
Pada akhirnya Ruben memilih untuk mengajukan gugatan tersebut karena tak mendapatkan haknya sebagai ayah kandung.
Kemudian, Ruben juga khawatir dengan kedua anaknya yang kini berada dalam lingkungan Sarwendah.
Ruben menudaga adanya eksploitasi anak usai mengetahui putrinya ikut dilibatkan berjualan dalam live TikTok.
"Karena tidak terpenuhinya kesepakatan tentang masalah pembagian waktu dan juga hal-hal yang lain termasuk dugaan adanya eksploitasi anak dan lingkungan yang tidak aman, hari ini kami resmi mendaftarkan gugatan hak asuh anak tersebut," jelas Minola.
Minola pun menyebut hal-hal tersebut yang menjadi alasan utama Ruben mengajukan gugatan.
Menurutnya tak ada alasan lain selain Ruben ingin memperjuangkan haknya untuk bisa berkumpul bersama kedua putrinya.
"Alasan lain tidak ada ya, artinya memang murni ini karena haknya Ruben untuk berkumpul sama anaknya yang tidak teralisasi dan hak anak juga untuk mendapatkan kasih sayang dan berkumpul dengan ayahnya," kata Minola.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com