SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Harga karet dunia kembali menunjukkan tren positif pada awal perdagangan pekan kedua Juli 2026.
Berdasarkan perdagangan di pasar Singapura SGX Sicom, Senin (6/7/2026), harga karet naik tipis menjadi US Cent 211,6 per kilogram.
Dengan kurs Rp17.870 per dolar AS, harga tersebut setara Rp37.813 per kilogram untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen.
Harga ini naik sekitar Rp429 per kilogram dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (3/7/2026) yang berada di level Rp37.384 per kilogram.
Sekretaris Jenderal APKARINDO Sumsel, H Rudi Arpian, mengatakan kenaikan tersebut menjadi sinyal positif setelah harga karet mengalami fase konsolidasi pada pekan sebelumnya.
"Pergerakan harga dari penutupan pekan lalu hingga hari ini membentuk pola konsolidasi yang diikuti rebound. Kondisi tersebut mengindikasikan pasar sedang berupaya membangun momentum pemulihan," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, meski harga belum kembali menembus level Rp40.000 per kilogram, kenaikan pada awal pekan menunjukkan minat beli mulai meningkat dan tekanan jual mulai berkurang.
Ia menambahkan, arah perdagangan dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah tren penguatan dapat berlanjut atau hanya menjadi pemulihan sementara.
Rudi juga mengimbau petani untuk terus menjaga kualitas bahan olah karet (bokar) agar memperoleh harga jual terbaik di tingkat pabrik.
Rincian Harga Karet Berdasarkan KKK (SGX Sicom, 6 Juli 2026)
Note: Harga tersebut belum termasuk potongan biaya produksi.