TRIBUNJOGJA.COM - Memiliki badan yang ideal sangat memberikan pengaruh terhadap kelancaran aktivitas sehari-hari manusia. Maksud dari berat badan yang ideal disini adalah tidak terlalu berat dan juga tidak terlalu kecil.
Seseorang yang memiliki berat badan yang ideal akan lebih mudah untuk menjalankan aktivitas sehari-hari karena tidak terganggu dengan kondisi tubuh, tubuh dengan berat badan yang besar mampu menghalangi kebebasan tubuh untuk bergerak dan juga membuat tubuh cepat merasa lelah, sedangkan tubuh dengan kondisi berat badan yang terlalu kecil membuat badan mudah lesu dan berisiko menyebabkan penyakit tulang.
Namun bagi sebagian orang menurunkan berat badan bukanlah persoalan yang mudah, tantangan yang dihadapi untuk bisa konsisten setiap harinya juga beragam.
Dengan kondisi tersebut banyak cara atau metode diet yang muncul, hingga membuat sebagian orang merasa bingung harus menggunakan metode yang mana agar berat turun dengan waktu yang cepat.
Padahal untuk cara atau metode untuk menurunkan berat badan harus disesuaikan dengan kondisi tubuh seseorang, supaya berat badan yang turun bisa memberikan efek yang sehat bukan memberikan efek yang justru merugikan badan.
Berikut daftar metode atau cara diet yang sesuai dengan kondisi atau kebutuhan tubuh Anda.
1. Diet Paleo
Metode diet paleo sangat cocok bagi Anda yang ingin konsisten dengan berat badan yang ideal dengan cara menerapkan pemilihan makanan yang dikonsumsi.
Metode ini lahir menyerap cara dari nenek moyang yang hidup pada zaman Paleolitikum yang mengurangi atau tidak mengkonsumsi makanan berlemak.
Dalam jurnal yang ditulis Sthefany Sheanmoulia pada tahun 2025 menyebutkan diet dengan metode paleo dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
Makanan yang dikonsumsi dalam metode diet paleo diantaranya buah, sayur, sumber protein sehat, mengurangi gula dan lemak, serta tidak mengkonsumsi olahan kacang-kacangan modern.
Dalam jurnal tersebut juga disebutkan metode paleo ampuh menurunkan badan atau lingkar pinggang dalam jangka waktu 12 minggu.
2. Diet Keto
Metode diet keto menurut sejarah merupakan diet yang diperuntukan untuk pasien epilepsi atau kejang yang sulit untuk diberhentikan.
Diet ini menggunakan teknik pola makan rendah karbohidrat dan mengatur pengkonsumsian lemak yang lebih.
dr. Della Manik Worowerdi Cinta Kaweni, M.Gizi, Sp.GK, FINEM, AIFO-K mengatakan diet ini sangat tidak disarankan bagi orang dengan penderita kanker, dengan pembatasan konsumsi makanan karbohidrat tidak sesuai dengan prinsip pola hidup pasien kanker yang harus mengatur gizi yang lengkap dan seimbang.
Makanan yang dihindari selama melakukan diet ini diantaranya, berbagai macam nasi dan olahannya, kentang, variasi gula dan sirup, variasi tepung-tepungan.
Makanan yang fokus dikonsumsi penuh dan tinggi protein, selain itu penggabungan puasa atau memberikan waktu metabolisme tubuh berjalan juga sangat penting, karena metode diet keto fokusnya adalah mengubah sistem metabolisme tubuh agar membakar sumber energi dari lemak bukan karbohidrat.
Perlu diperhatikan juga bahwa tujuan utama dari diet ini tidak untuk orang yang akan menurunkan berat badan secara singkat, karena prosesnya yang lama dan perlu arahan dari dokter profesional.
3. Diet IF
Diet IF cukup populer di Indonesia karena metode ini terbilang mudah dilakukan oleh masyarakat Indonesia karena sudah mengenal dengan yang namanya puasa.
Diet Intermittent Fasting adalah metode diet yang menggunakan teknik puasa makan dalam waktu yang telah ditentukan.
Waktu yang digunakan untuk membiarkan tubuh mengkonsumsi makanan biasanya 7-8 jam, lalu selama 15-16 jam melakukan puasa dengan tidak mengkonsumsi makanan apapun kecuali air putih.
Meskipun yang diperhatikan pembagian waktu makan dalam metode diet ini, makanan yang dikonsumsi juga tetap tidak boleh sembarangan masuk, bukan berarti waktu 7-8 tersebut digunakan secara sembarangan untuk mengkonsumsi makanan.
Ketika bangun pagi Anda bisa langsung mengkonsumsi air putih yang cukup, lalu jangan sampai menjeda atau melewatkan sarapan, makanan yang dikonsumsi bebas dengan anjuran tinggi karbohidrat dengan porsi secukupnya, Penting untuk memberikan protein, serat dan gula yang cukup agar tidak terasa lemas beraktivitas saat tubuh berpuasa.
Bagi Anda yang akan melakukan diet dengan menggunakan metode ini, dimulai dengan membenahi jenis makanan terlebih dahulu, tubuh dibiasakan untuk mengurangi gula, lemak dan karbo, secara sedikit.
dr.Tirta mengatakan bahwa penting untuk melakukan metode ini secara star slow bagi para pemula metode ini karena untuk membiasakan metabolisme tubuh mengenal dan terbiasa pola makan yang baru, jika biasanya diet menggunakan metode 8 jam makan 16 jam puasa, bagi pemula bisa menggunakan teknik 12 jam makan dan 12 jam puasa, jadu secara bahasa kasar tubuh tidak kaget dengan pola makan puasa.
4. Diet Vegan
Sesuai dengan namanya, metode diet ini hanya mengkonsumsi makanan vegetarian dan menghindari makanan hewani dan keturunanya, termasuk keju, susu dan yogurt.
Metode ini sangat cocok bagi Anda yang tidak hanya ingin turun berat badan, tetapi juga mengubah pola hidup sehat.
pada jurnal Gizi Klinik Indonesia menyebutkan bahwa metode diet atau orang dengan pola hidup vegan dapat mengurangi risiko penyakit jantung iskemik, insiden kanker, dan insiden diabetes mellitus tipe 2 yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok nonvegetarian.
Karena metode diet ini hanya mengkonsumsi makanan vegetarian, dalam jurnal tersebut menjelaskan bahwa metode ini memiliki risiko yang harus diperhatikan yaitu tubuh kekurangan beberapa asupan gizi, seperti mengalami anemia karena kekurangan zat besi dan terhambatnya bakteri baik karena tidak mengkonsumsi olahan susu dan telur.
Penting perlu diperhatikan, bahwa daftar metode diet diatas merupakan sebuah referensi saja, Anda perlu konsultasi kepada dokter gizi profesional untuk mengetahui kondisi tubuh Anda, kira-kira gizi apa yang perlu ditambahkan, dan harus dikurangi.
(MG ABIL PRAMUDYA)