TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Viral kabar sopir truk di sekitar area SPBU, Jalan Lintas Timur Palembang–Jambi KM 32, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) meninggal dunia saat tengah mengantre di SPBU pada 3 Juli 2026.
Terkait dengan kasus tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) buka suara.
Pihak Pertamina menekankan telah menginstruksikan pihak SPBU untuk mengoptimalkan pengaturan antrean demi kelancaran pelayanan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi menyampaikan keprihatinan dan duka cita atas mendalam kepada keluarga almarhum.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.Tv, Sabtu (4/7/2026).
Pihaknya, kata Rusminto juga menghormati proses penanganan yang dilakukan oleh pihak terkait, serta siap memberikan dukungan informasi yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pertamina Patra Niaga pun telah berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memastikan petugas marshal tetap siaga dalam mengatur kepadatan kendaraan.
Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Pertamina Patra Niaga, kata ia juga terus melakukan monitoring terhadap ketersediaan stok BBM di SPBU agar pasokan tetap terjaga.
Serta memperkuat koordinasi dengan aparat setempat guna mendukung pengaturan lalu lintas apabila terdapat kepadatan kendaraan di sekitar area SPBU.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tertib saat mengantre di SPBU, mengikuti arahan petugas di lapangan," ucapnya.
Pihaknya pun meminta masyarakat dapat segera menginformasikan kepada petugas apabila terdapat pengguna kendaraan yang mengalami kondisi darurat, sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Pertamina Patra Niaga, lanjut ia berkomitmen untuk terus menjaga keandalan distribusi energi, meningkatkan pengawasan operasional SPBU, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Petugas dan warga sempat melakukan evakuasi terhadap korban ke puskesmas.
Namun saat itu, tim medis menyatakan korban sudah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sumsel, Kompol I Putu Suryawan, mengatakan sopir truk tersebut diduga meninggal dunia akibat kelelahan.
"Pada saat dilakukan olah TKP kendaraan tersebut dalam posisi mengantre BBM di SPBU. Karena Dalam antrean tersebut mobil tidak berjalan, kemudian teman sesama sopirnya ini melihat temannya, setelah dibuka pintunya ternyata korban sudah dalama keadaan meninggal dunia akibat kelelahan," ucapnya.
Sumber: Kompas TV