Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran dari sektor retribusi pariwisata mengalami lonjakan signifikan selama masa libur sekolah.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran mencatat penerimaan retribusi mencapai lebih dari Rp4,5 miliar hanya dalam kurun waktu 10 hari mulai 25 Juni hingga 5 Juli 2026.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Sarlan, mengatakan peningkatan itu didorong tingginya kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata, terutama Pantai Pangandaran.
Baca juga: Awas Ubur-Ubur Biru di Pantai Madasari Pangandaran! Bocah 5 Tahun Jadi Korban Sengatan
"Selama periode Kamis, 25 Juni hingga Minggu, 5 Juli, pendapatan retribusi pariwisata sudah mencapai sekitar Rp 4,5 miliar lebih," ujar Sarlan kepada Tribun Jabar di ruangan kantornya, Senin (6/7/2026) siang.
Menurutnya, Pantai Pangandaran masih menjadi destinasi favorit wisatawan. Dari data yang dihimpun, jumlah kunjungan ke kawasan ini mencapai sekitar 170 ribu wisatawan selama periode libur sekolah.
Sarlan memperkirakan tren peningkatan kunjungan masih akan berlanjut hingga akhir masa liburan sekolah.
Dengan rata-rata pendapatan retribusi sekitar Rp 200 juta lebih per hari, total penerimaan diproyeksikan dapat menembus Rp 7 miliar hingga berakhirnya libur sekolah.
"Jadi, kami optimistis pendapatan bisa mencapai sekitar Rp 7 miliar sampai akhir libur sekolah. Pekan terakhir biasanya lebih ramai dibandingkan pekan pertama," katanya.
Ia menambahkan, realisasi pendapatan tersebut juga telah melampaui target yang ditetapkan untuk periode libur sekolah.
Untuk terus mengoptimalkan PAD dari sektor pariwisata, Bapenda Kabupaten Pangandaran memperkuat koordinasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah, di antaranya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), serta instansi terkait lainnya.
Baca juga: Waspada! Dua Wisatawan di Pasir Putih Pangandaran Luka-Luka Diserang Monyet Liar
Satu fokus pengawasan adalah meminimalkan wisatawan yang masuk melalui jalur alternatif atau jalur tikus sehingga tidak melewati pintu retribusi resmi.
"Karena masih ada beberapa jalur yang perlu menjadi perhatian karena wisatawan, terutama orang yang sering berkunjung ke Pangandaran, itu tahu akses alternatif yang tidak melewati pintu masuk utama," ucap Sarlan. *