TRIBUN-BALI.COM, NEGARA – Pengumuman hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 melalui jalur domisili di Kabupaten Jembrana resmi dilakukan pada Senin 6 Juli 2026.
Secara umum, daya tampung sekolah jenjang SMP di Jembrana dinyatakan masih aman dan mampu mengakomodasi seluruh calon peserta didik baru.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana telah mengajukan pengecualian penambahan jumlah rombongan belajar (rombel) sebagai langkah mengantisipasi kebutuhan daya tampung.
Setelah pengumuman hasil seleksi, para siswa yang dinyatakan lolos dijadwalkan melakukan daftar ulang pada 7 hingga 9 Juli 2026.
Salah satu sekolah yang masih memiliki sisa kuota adalah SMP Negeri 1 Negara.
Sekolah yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah favorit di Kabupaten Jembrana tersebut menerima sebanyak 380 siswa baru melalui empat jalur penerimaan pada SPMB 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 173 siswa diterima melalui jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi pada tahap pertama. Sementara 207 siswa lainnya lolos melalui jalur domisili.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMPN 1 Negara menyiapkan 10 rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 40 siswa per kelas, sehingga total daya tampung mencapai 400 siswa.
Dengan demikian, masih terdapat 20 kursi kosong yang disiapkan sebagai antisipasi apabila ada siswa pindahan dari tingkat kecamatan, kabupaten, maupun luar Provinsi Bali.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Kendaraan di Tampaksiring Gianyar Bali, Dua Korban Dilarikan ke RS
"Jalur domisili sudah kita umumkan tadi pagi. Total siswa baru kita yang diterima 380 orang. Nanti akan dilanjutkan ke proses pendaftaran ulang mulai besok," jelas Kepala SMPN 1 Negara, I Ketut Tastra saat dikonfirmasi, Senin 6 Juli 2026.
Menurut Tastra, pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027 di sekolahnya berlangsung lancar.
Jumlah pendaftar yang diterima masih berada di bawah kapasitas maksimal sekolah sehingga tidak terjadi kelebihan daya tampung.
"Jumlah pendaftar dengan daya tampung masih aman," jelasnya.
Selain mempersiapkan proses daftar ulang, pihak sekolah juga mulai menyosialisasikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru.
Tahun ini, pelaksanaan MPLS berlangsung selama lima hari, lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya.
Kegiatan tersebut akan difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah serta pembentukan karakter siswa sesuai pedoman dari Kementerian Pendidikan.
"Nantinya MPLS bakal kita tekankan ke pengenalan sekolah sesuai pedoman yang berlaku," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, memastikan pelaksanaan SPMB 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana berjalan aman dan lancar.
Menurutnya, hingga pengumuman jalur domisili selesai, belum ada laporan mengenai sekolah yang mengalami kelebihan daya tampung maupun siswa yang tidak memperoleh sekolah.
"Rata-rata semua sekolah daya tampungnya aman. Tidak ada kelebihan," ungkapnya.
Meski demikian, Disdikpora Jembrana tetap akan melakukan pemantauan terhadap seluruh sekolah selama tahapan SPMB berlangsung guna mengantisipasi apabila muncul kendala di lapangan.
"Tapi secara umum daya tampungnya aman. Tidak ada laporan siswa yang tidak dapat sekolah sementara ini," tandasnya.
(*)