Update Harga TBS Sawit di Dharmasraya Hari Ini Senin 6 Juli 2026: PT AWB Tembus Rp 3.810 per Kg
Rahmadi July 06, 2026 04:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya kembali merilis update perkembangan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit harian di tingkat Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di wilayah tersebut.

Berdasarkan data resmi yang dihimpun pada Senin, 6 Juli 2026, terdapat pergerakan harga yang cukup bervariasi di antara sejumlah korporasi kelapa sawit yang aktif melakukan pembelian dari para petani.

Informasi mengenai grafik harga komoditas unggulan ini disebarluaskan secara transparan melalui pengumuman resmi yang memajang foto Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, bersama Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni.

Bagi para petani kelapa sawit di daerah Dharmasraya perkembangan harga harian menjadi acuan yang sangat krusial sebelum melepas hasil panen mereka ke pabrik.

Diketahui bahwa harga tertinggi untuk transaksi TBS hari ini menyentuh angka Rp 3.810 per kilogram. Nominal tertinggi tersebut berhasil dicatatkan oleh PT. AWB (harga disbun), yang menempatkannya sebagai pabrik dengan penawaran paling kompetitif bagi para mitra.

Baca juga: Linggis Jadi Harapan, Usaha Polisi Selamatkan Sopir di Padang Pariaman, Nyawa Korban Tak Tertolong

Di sisi lain, laporan tersebut juga mencatat adanya harga terendah yang diberlakukan oleh salah satu perusahaan kelapa sawit pada hari yang sama.

PT. Incasi Pangian dilaporkan membeli TBS milik petani dengan harga Rp 3.225 per kilogram, menjadikannya angka paling bawah dalam grafik harian kali ini.

Dengan adanya jurang pemisah antara harga puncak dan harga dasar tersebut, maka tercatat selisih harga yang cukup signifikan di wilayah Dharmasraya.

Jarak atau selisih harga antara penawaran tertinggi di PT. AWB dan penawaran terendah di PT. Incasi Pangian adalah sebesar Rp 585 per kilogram.

Sementara itu, untuk memberikan gambaran umum mengenai kondisi pasar, Dinas Pertanian juga merilis rata-rata harga TBS secara keseluruhan.

Baca juga: Gagal Mendahului Berujung Senggolan Maut di Padang Pariaman, Innova Hantam Pagar Rumah dan 1 Tewas

Secara akumulatif, harga rata-rata buah kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya pada Senin ini berada di angka Rp 3.385 per kilogram.

Selain buah segar utuh, komoditas brondolan sawit yang sering kali terpisah dari janjangan juga memiliki nilai ekonomi tersendiri yang dipantau pemerintah.

Untuk harga brondolan, angka tertinggi harian tercatat berada di level Rp 3.700 per kilogram yang dilaporkan oleh pihak PT. DSL.

Pemerintah daerah melalui dinas terkait juga memetakan daftar harga secara rinci berdasarkan skema penjualan, baik untuk jalur Non Mitra maupun jalur Mitra.

Harga pada kategori Non Mitra dipimpin oleh PT. DSL senilai Rp 3.380, disusul PT. HKI Rp 3.370, PT. DL Rp 3.370, PT. SMP Rp 3.290, PT. SAK Timpeh Rp 3.255, dan paling bontot PT. Incasi Pangian Rp 3.225 per kilogram.

Sementara itu, struktur harga untuk kategori TBS Mitra tampak mengusung angka yang relatif serupa pada beberapa pabrik kelapa sawit pembeli.

Baca juga: Innova Senggol Karimun Lalu Tabrak Motor di Padang Pariaman, 1 Tewas dan 10 Luka

Di jalur Mitra ini, PT. AWB berada di posisi teratas dengan harga Rp 3.810, diikuti PT. DSL (Rp 3.380), PT. HKI (Rp 3.370), PT. DL (Rp 3.370), PT. SMP (Rp 3.290), PT. SAK Timpeh (Rp 3.255), serta PT. Incasi Pangian (Rp 3.225), sedangkan untuk PT. TKA tidak mencatatkan nominal harga.

Penyusunan ringkasan data perberasan dan perkebunan ini diambil secara serentak dan akurat pada batasan waktu yang telah ditentukan oleh dinas setempat.

Seluruh perolehan angka penjualan serta statistik pergerakan harga kelapa sawit ini dihimpun dan diambil per pukul 08:00 WIB.

Dalam infografis ringkasan data PKS, Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya mencatat total ada sebanyak 8 PKS yang terdata beroperasi di bawah pengawasan wilayah mereka.

Dari total 8 PKS terdata tersebut, tercatat seluruhnya atau 100 persen yakni sejumlah 8 PKS aktif melaporkan perkembangan harga terkininya, sehingga menyisakan 0 PKS yang belum melapor.

Baca juga: PLN Nyalakan Listrik 240 kVA untuk PT Batu Alam Subur di Dharmasraya

Kendati demikian, para petani diimbau untuk tetap memperhatikan kapasitas tampung dan kebijakan operasional internal dari masing-masing korporasi kelapa sawit tersebut.

Sebab, berdasarkan data yang dilaporkan, tercatat ada 2 PKS yang mengonfirmasi bahwa mereka sedang tidak menerima buah dari masyarakat untuk sementara waktu.

Masyarakat dan kalangan petani yang ingin memantau perkembangan lebih lanjut disarankan mengakses akun media sosial resmi Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.