WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan apresiasi kepada Bank Jakarta atas komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Provinsi DKI Jakarta.
Program tersebut merupakan salah satu agenda prioritas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di ibu kota.
Menurut OJK, kontribusi Bank Jakarta dinilai strategis dalam memperkuat pengembangan sektor ekonomi kreatif yang menjadi salah satu motor penggerak (game changer) bagi percepatan transformasi Jakarta menuju kota global.
Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK, Nuning Isnainijati, menyampaikan terima kasih atas dukungan Bank Jakarta yang dinilai berperan penting dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu game changer untuk mempercepat terwujudnya visi Jakarta sebagai Top 20 Global City.
"Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada Bank Jakarta atas dukungan dan kontribusinya dalam Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), yang merupakan salah satu program unggulan TPAKD Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu game changer percepatan terwujudnya visi Top 20 Global City," ujar Nuning dikutip pada Senin (6/7/2026).
Baca juga: Kolaborasi Bapenda dan Bank Jakarta, Bayar Pajak Kendaraan Bisa di Jakarta Fair Kemayoran
Menurutnya, Bank Jakarta juga menunjukkan komitmen nyata dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor event.
Partisipasi tersebut terlihat sejak rangkaian pembahasan awal hingga tahap persiapan implementasi program.
Nuning menjelaskan, Bank Jakarta aktif terlibat mulai dari rapat pra-Focus Group Discussion (FGD) pada April 2026, pelaksanaan FGD pada 12 Mei 2026, hingga berbagai tindak lanjut praimplementasi yang dilaksanakan sepanjang Juni 2026.
Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan antara seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Jakarta.
"Sinergi dan kolaborasi ini akan terus kita perkuat sebagai fondasi bagi implementasi kerja sama yang berkelanjutan ke depan," katanya.
Sebagai tindak lanjut penguatan komitmen bersama, OJK bersama para pemangku kepentingan akan menggelar seremoni komitmen Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) subsektor event dan iklan.
Kegiatan tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026.
Adapun Bambang Nurcahyo, Pemimpin Grup Bisnis UKM Bank Jakarta, hadir mewakili Bank Jakarta dalam Seremonial Komitmen bersama PED Ekosistem Iklan dan Event ini.
Melalui komitmen bersama ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, regulator, industri jasa keuangan, dan pelaku ekonomi kreatif semakin kuat dalam memperluas akses pembiayaan, meningkatkan daya saing sektor kreatif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan mengatakan sinergi antara Bank Indonesia, Pemprov DKI Jakarta, OJK, perbankan, BUMD, kementerian dan lembaga, pelaku usaha, hingga komunitas menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi ekonomi Jakarta.
Menurut dia, Jakarta Kreatif Festival tidak hanya menjadi ajang promosi ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi sarana mempercepat digitalisasi transaksi, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan daya saing ibu kota.
"Kami berharap Jakarta Kreatif Festival 2026 dapat memperkuat langkah Jakarta menuju kota global yang kreatif, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di gerbang lima abad Kota Jakarta. Seluruh rangkaian ini menegaskan kuatnya komitmen semua elemen institusi di DKI Jakarta untuk bersama-sama memajukan ekonomi Jakarta," kata Iwan.
Adapun Jakarta Kreatif Festival 2026 digelar selama dua hari yakni Sabtu (4/7) dan Minggu (5/7). Selain hiburan musik dan lomba, berbagai kuliner dan produk UMKM disuguhkan dalam kegiatan tersebut.
JKF 2026 Ditutup, Catat Transaksi Rp55 Miliar dan Dihadiri 15 Ribu Pengunjung
Rangkaian Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan resmi ditutup, Minggu (5/7). Selama dua hari penyelenggaraan puncak acara, JKF 2026 menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, komunitas kreatif, akademisi, lembaga keuangan, media, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menegaskan JKF 2026 menunjukkan pentingnya kreativitas dan kolaborasi sebagai fondasi pembangunan ekonomi Jakarta.
"JKF membuktikan bahwa kreativitas, inovasi, dan kolaborasi merupakan modal utama untuk membangun Jakarta yang lebih maju dan berkelanjutan. Semangat #JagaJakarta juga mengingatkan bahwa pembangunan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh masyarakat," ujarnya.
Menurut Sekda Uus, momentum JKF semakin strategis menjelang peringatan lima abad Jakarta dan transformasi menuju kota global. Penguatan ekonomi kreatif, digitalisasi, inovasi, serta pemberdayaan UMKM akan terus menjadi fondasi penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi Jakarta.
Ke depan, JKF diharapkan terus berkembang sebagai platform kolaborasi strategis yang memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif, memperluas akses pembiayaan dan pasar, mempercepat digitalisasi, serta mendorong lahirnya inovasi dan wirausaha baru.
"Semangat kolaborasi yang terbangun melalui JKF diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Jakarta yang semakin inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global," jelas dia. (m27)