Patung Perempuan Pembawa Gentong di Tepi Embung Klaten Jadi Sorotan, Ternyata Punya Makna Mendalam
Candra Isriadhi July 06, 2026 04:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sebuah patung perempuan setinggi enam meter berdiri megah di kawasan Pendopo Monumen Kedamaian Perempuan, Desa Gemblengan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Keberadaan patung tersebut kerap menarik perhatian pengunjung yang datang ke kawasan embung.

Banyak yang berhenti sejenak untuk mengabadikan momen karena bentuknya yang mencolok dan memiliki filosofi yang kuat.

WISATA KLATEN - Patung Perempuan Pembawa Gentong di kawasan Pendopo Monumen Kedamaian Perempuan, Klaten.
WISATA KLATEN - Patung Perempuan Pembawa Gentong di kawasan Pendopo Monumen Kedamaian Perempuan, Klaten. (Google Street View)

Patung itu merepresentasikan sosok perempuan Jawa yang sedang membawa gentong atau tempat air di pundaknya.

Sekilas tampilannya terlihat sederhana. Namun di baliknya tersimpan makna yang begitu dalam tentang kehidupan dan peran perempuan dalam masyarakat.

Sosok perempuan Jawa yang membawa gentong air melambangkan sumber kehidupan, kesejukan, kesuburan, serta besarnya peran perempuan dalam menjaga keharmonisan keluarga maupun lingkungan sekitar.

Baca juga: Puteri Indonesia Pariwisata 2022 Jadi Korban Pelemparan Batu di Jaksel, Kaca Mobil Pecah Parah

Filosofi tersebut menjadi alasan mengapa patung ini dijadikan ikon utama Monumen Kedamaian Perempuan di Klaten.

Dilansir dari berbagai sumber monumen tersebut dipahat langsung oleh seniman lokal, Urip Widyatmoko, bersama rekan-rekannya.

Melalui karya itu, mereka menghadirkan simbol penghormatan terhadap perempuan yang selama ini dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan kedamaian, baik di lingkungan keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.

Monumen Kedamaian Perempuan sendiri berada di Desa Gemblengan, tepat di tepi embung desa yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat.

WISATA KLATEN - Tradisi Memet Ikan di kawasan Pendopo Monumen Kedamaian Perempuan, Klaten.
WISATA KLATEN - Tradisi Memet Ikan di kawasan Pendopo Monumen Kedamaian Perempuan, Klaten. (Google Maps/Ari Eko Prasetyo)

Lokasinya cukup mudah dijangkau, hanya sekitar 15 hingga 20 menit perjalanan dari pusat Kota Klaten ke arah selatan.

Selain menjadi destinasi wisata, kawasan ini juga dikenal luas berkat tradisi tahunan Memet Ikan yang selalu menyedot perhatian ribuan warga.

Dalam tradisi tersebut, panitia biasanya menebarkan sekitar dua ton ikan air tawar, seperti nila, bawal, gurame, dan lele ke dalam embung desa.

Baca juga: Sosok Mufli Budi Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Lulusan D3, S1 Tak Selesai

Setelah itu, masyarakat dipersilakan menangkap ikan secara langsung menggunakan tangan maupun peralatan sederhana.

Tradisi Memet Ikan rutin digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Klaten sekaligus Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.

Pelaksanaannya umumnya berlangsung pada pertengahan tahun, sekitar bulan Juli, sehingga kawasan embung selalu dipadati pengunjung dari berbagai daerah.

Tak jauh dari patung perempuan pembawa gentong, terdapat sebuah pendopo berukuran luas yang berada di sisi barat embung.

WISATA KLATEN - Wahana wisata odong-odong di kawasan Pendopo Monumen Kedamaian Perempuan, Klaten.
WISATA KLATEN - Wahana wisata odong-odong di kawasan Pendopo Monumen Kedamaian Perempuan, Klaten. (Google Maps/Kolam Pemancingan Gemblengan)

Pendopo tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan umum. Area parkir yang tersedia juga cukup luas sehingga memudahkan pengunjung yang datang bersama keluarga.

Memasuki sore hari, kawasan pendopo berubah menjadi pusat keramaian melalui hadirnya Pasar Senja.

Beragam wahana permainan anak tersedia di lokasi ini, mulai dari trampolin, odong-odong, bom-bompes, hingga area melukis yang ramai dikunjungi keluarga.

Tak hanya itu, deretan pedagang kuliner dan jajanan tradisional juga turut meramaikan suasana, menjadikan kawasan Monumen Kedamaian Perempuan bukan sekadar tempat menikmati karya seni, tetapi juga ruang berkumpul bagi masyarakat.

Patung perempuan pembawa gentong di Desa Gemblengan kini menjadi salah satu ikon yang menarik perhatian para pengunjung saat berada di Kabupaten Klaten.

(Tribunnewsmaker.com/Candra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.