Seruan "Kill Trump" Menggema di Prosesi Pemakaman Khamenei, Ribuan Massa Tuntut Balas Dendam
Tribun-video July 06, 2026 05:43 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Suasana pemakaman Ali Khamenei di Teheran dipenuhi duka sekaligus seruan balas dendam, Minggu (5/7/2026).Di tengah ribuan pelayat, terdengar seruan yang menyerukan pembunuhan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.Prosesi digelar setelah perang menunda pemakaman selama beberapa waktu.Khamenei disebut tewas pada minggu pertama konflik Iran dan Amerika Serikat-Israel.Salat jenazah berlangsung di Imam Khomeini Grand Mosalla, Teheran.Sejak dini hari, ribuan warga memadati area untuk mengikuti upacara.Mereka membawa bendera Iran dan foto Khamenei yang gugur sebagai syahid.Bendera merah juga dikibarkan sebagai simbol tuntutan balas dendam.Jumlah pelayat disebut jauh lebih besar dibanding hari pertama rangkaian pemakaman.Acara ini juga menjadi simbol persatuan dan ketahanan Iran di tengah tekanan dunia.Menjelang salat jenazah, seorang penyair membacakan puisi bernada keras.Ia menyebut pembunuhan Trump sebagai tanggung jawab yang harus ditunaikan.Ucapan itu kemudian disambut sorakan sebagian besar pelayat.Sejumlah pejabat Iran juga menyampaikan pesan tentang perlawanan dan balas dendam.Duta Besar Iran untuk Armenia, Khalil Shirgholami menulis di X bahwa cita-cita tidak bisa dibunuh.Menurutnya, kematian seorang pemimpin justru memperkuat semangat para pengikutnya.Salat jenazah dipimpin ulama senior Ayatollah Ja\'far Sobhani.Doa juga dipanjatkan bagi anggota keluarga Khamenei yang ikut menjadi korban.Di sisi lain, Mojtaba Khamenei kembali tidak muncul di hadapan publik.Ketidakhadirannya memicu berbagai spekulasi di tengah proses transisi kepemimpinan.Mayoritas pejabat tinggi Iran terlihat menghadiri upacara tersebut.Kehadiran mereka menunjukkan keyakinan bahwa situasi keamanan tetap terkendali.Komandan Garda Revolusi dan Pasukan al-Quds juga tampil secara terbuka.Di area pemakaman, terlihat poster serta pesan dukungan kepada penerus Khamenei.Salah satu tulisan berbahasa Inggris berbunyi, "Kill Trump."Seruan agar tidak berkompromi dengan musuh terus menggema sepanjang acara.Sebagian pelayat mengenakan kain kafan sebagai simbol kesiapan menjadi syahid.Prosesi selanjutnya dijadwalkan berlanjut ke beberapa kota suci Iran dan Irak.Di tengah situasi itu, Donald Trump mempertanyakan kesedihan para pelayat.Ia bahkan menduga air mata yang terlihat hanyalah kepura-puraan.Namun banyak warga mengaku datang dari berbagai daerah demi penghormatan terakhir.Sebagian rela tidur di tempat penampungan darurat selama beberapa hari.Mereka mendapat bantuan makanan dan minuman dari warga sekitar.Sejumlah pelayat menilai serangan terhadap Iran justru memperkuat solidaritas nasional.https://www.theguardian.com/world/2026/jul/05/iran-ali-khamenei-funeral-supreme-leader-mojtaba-absent