Gemuruh 'Matilah Amerika' Menggemadi Prosesi Pemakaman Ali Khamenei, Warga Iran Tuntut Balas Dendam
Ramadhan Aji Prakoso July 06, 2026 05:43 PM

- Warga Iran yang menghadiri rangkaian upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di kompleks Grand Mosalla, Teheran, pada Sabtu (4/7/2026), menyerukan pembalasan dendam. 

Seruan itu menggema di tengah prosesi penghormatan terakhir kepada pemimpin tertinggi Iran tersebut, yang meninggal dunia dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu. 

Adapun prosesi penghormatan terakhir kepada Khamenei dilakukan sejak pintu kompleks Grand Mosalla dibuka bagi para pelayat pada pukul 06.00 waktu setempat. 

Peti jenazah Khamenei yang dibungkus bendera Iran ditempatkan di atas sebuah panggung bersama peti jenazah anggota keluarganya yang turut meninggal pada hari pertama perang. 

Di antara peti tersebut terdapat jenazah cucu perempuan Khamenei yang baru berusia 14 bulan. 

Di atas panggung tergantung spanduk berisi kutipan ayat Al-Quran yang menjadi dasar slogan upacara, yakni "setiap orang harus bangkit".

Sebagaimana dilaporkan The Telegraph, para pelayat memukul dada sambil meneriakkan, "Balas dendam, balas dendam" dan "Matilah Amerika". 

Televisi pemerintah Iran juga menyorot spanduk bertuliskan, "Di mana balas dendam untuk pemimpin kami yang gugur syahid?" serta seorang perempuan yang menuliskan kata "balas dendam" di telapak tangannya. 

Para pelayat juga membawa bendera Iran, potret Khamenei, lambang kepalan tangan, serta gambar putra sekaligus penerusnya, Ayatollah Mojtaba Khamenei. 

Mereka menyatakan kesetiaan dengan meneriakkan "Labbaik ya Khamenei" atau "Kami siap melayanimu, wahai Khamenei". (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.