Pecinta Alam di Balangan Terkejut Wisata Gunung Hauk Ditutup, Berharap Tak Akan Permanen
Ratino Taufik July 06, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN- Pengumuman penutupan sementara jalur pendakian Gunung Hauk di Desa Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan mengejutkan para pecinta alam, khususnya mereka yang sering datang ke Gunung Hauk.

Salah satu pendaki asal Balangan yang sudah beberapa kali ke Gunung Hauk, Aril Husin cukup terkejut atas kabar tersebut. Ia mengetahui ditutupnya jalur pendakian melalui akun Instagram resmi Pokdarwis Karang Bintang yang merupakan pengelola dari objek wisata ini.

"Saya cukup terkejut, karena terakhir ke Gunung Hauk pada Februari kemarin dan menurut saya cukup banyak perkembangan wisata itu, mulai dari ada warung pada pos 3 dan 4, ada toilet, hingga registrasi dan parkir yang sudah tertata," kata Aril saat dihubungi, Minggu (6/7/2026).

Menurutnya, penutupan ini beda dari biasanya. Dulu Gunung Hauk pernah tutup saat lockdown Covid-19 dan saat ada perayaan adat. Alasannya jelas dan bisa dimengerti. Kali ini ungkap Aril, Pokdarwis menyebut tujuannya untuk evaluasi pengelolaan kawasan wisata.

“Saya sebagai pendaki ya berpikir positif aja. Semoga ini memang buat pembenahan fasilitas, agar jalur makin aman dan nyaman nantinya. Toh kalau pengelolaannya bagus, kita juga yang enak,” bebernya.

Kendati demikian, Aril merasakan was-was karena belakangan ada penutupan beberapa pendakian di Kalimantan Selatan, mulai dari Gunung Karungkangan di Loksado, Gunung Pindihan, sampai puncak tertinggi Kalsel, Gunung Halau-Halau yang statusnya tutup permanen.

Ia khawatir penutupan itu berubah menjadi penutupan permanen yang tentunya sangat disayangkan oleh banyak pihak. Terlebih sepengetahuan Aril, saat ini Gunung Hauk merupakan salah satu gunung paling ramai kunjungan pendaki dari luar daerah setelah Gunung Halau-Halau ditutup.

Baca juga: BREAKING NEWS- Jalur Pendakian Gunung Hauk Balangan Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Di sisi lain, bagi Aril, Gunung Hauk juga memiliki daya tarik yang menawan dengan segala jalur yang dilewati. Suasana favoritnya ialah saat menikmati matahari terbenam, dimana langit senja yang terlihat dari puncak berubah keemasan seolah membawa seluruh penatnya hilang.

Meski kecewa, Aril memilih legawa. Ia berharap penutupan ini benar-benar untuk kebaikan jangka panjang yang memberi ruang bernafas untuk flora dan fauna di lintas Gunung Hauk.

Ia juga berharap ada kabar baik terkait kembali dibukanya Gunung Hauk dalam waktu dekat, sehingga para penikmat alam bisa kembali merasakan keindahan puncak tertinggi di Balangan tersebut.

Penutupan Gunung Hauk ini juga disayangkan oleh Nasrullah, pelari dari Balangan  yang rutin menggunakan jalur pendakian Gunung Hauk untuk trail run.

Apabila penutupan sementara ini berlangsung lama, ia terpaksa harus memilih jalur lain untuk aktifitas trail run, entah lewat Desa Dayak Pitap atau Kambiyain untuk start ke Gunung Hauk.

Namun apabila ditutup pula, menurutnya tidak ada jalur trail run yang lebih refresentatif untuk melatih fisik di Balangan, terkecuali ke Kabupaten Banjar dan harus mengeluarkan banyak biaya.

Nasrullah juga berharap jalur pendakian Gunung Hauk segera dibuka agar kembali bisa dinikmati oleh para pecinta alam atau wisatawan yang ingin liburan, terlebih saat ini masih dalam masa liburan sekolah yang memungkinkan banyak pengunjung datang kesana. (banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.