TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Puluhan orang tua bersama 62 calon siswa yang tidak lolos dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 mendatangi SMA Negeri 1 Manokwari, Senin (6/7/2026).
Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan keberatan atas proses pendaftaran online yang dinilai tidak berjalan optimal.
Para orang tua mengaku kesulitan mengakses sistem pendaftaran karena laman disebut telah ditutup hanya beberapa menit setelah dibuka.
Mereka berharap pihak sekolah dapat memberikan kebijakan khusus agar anak-anak tetap bisa diterima sebagai peserta didik.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMA Negeri 1 Manokwari, Lucinda P. Mandobar, menegaskan bahwa proses penerimaan siswa baru telah dilaksanakan sesuai ketentuan.
Ia menjelaskan, kuota penerimaan tahun ini hanya sebanyak 432 siswa, sementara jumlah pendaftar mencapai 1.203 orang.
“Seluruh kuota telah terisi sesuai jalur penerimaan yang ditetapkan, termasuk pembagian kuota bagi Orang Asli Papua (OAP) dan Non-OAP,” ujarnya.
Baca juga: DPRK Kaimana Minta Masyarakat Lapor Jika Sekolah Pungut Biaya SPMB 2026
Lucinda menambahkan, sekolah tidak memiliki kewenangan menerima siswa di luar kuota yang ditetapkan pemerintah.
Selain itu, penambahan siswa akan berdampak pada status administrasi karena tidak dapat didaftarkan ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Pardjiyanti, menyampaikan bahwa pemerintah memahami keresahan orang tua.
Namun, menerima siswa di luar kuota justru akan merugikan karena tidak tercatat dalam sistem Dapodik.
Sebagai solusi, Dinas Pendidikan mengarahkan calon siswa yang belum tertampung untuk mendaftar di SMA Negeri 4 Manokwari.
Menurut Pardjiyanti, sekolah tersebut menerapkan sistem pembelajaran kolaboratif dengan SMA Negeri 1 Manokwari sehingga kualitas tetap terjaga.
Meski saat ini kegiatan belajar masih memanfaatkan gedung SMP Negeri 27 Marina, pemerintah memastikan proses pendidikan berjalan sesuai standar.
Pemerintah Kabupaten Manokwari berharap para orang tua dapat memahami kebijakan tersebut dan segera mendaftarkan anak-anak ke sekolah yang masih memiliki kuota agar tidak kehilangan kesempatan mengikuti tahun ajaran baru 2026/2027.