Peringatan BPPTKG: Gunung Merapi Dua Kali Muntahkan Awan Panas, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya
Joko Widiyarso July 06, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi (2968 mdpl) kembali menunjukkan peningkatan signifikan pada awal pekan ini. 

Gunung api aktif yang membentang di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut dilaporkan memuntahkan awan panas guguran sebanyak dua kali berturut-turut pada Senin (6/7/26) pagi.

​Merespons hal tersebut, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengeluarkan peringatan agar masyarakat menjauhi zona bahaya dan tidak melakukan aktivitas apapun di radius yang telah ditentukan.

​Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan, dua kali luncuran awan panas tersebut terjadi dalam rentang waktu yang relatif berdekatan, yakni sebelum pukul 09.00 WIB, dengan mengarah ke sektor barat daya.

​Luncuran pertama tercatat pada pukul 08.28 WIB, yang erdasarkan data estimasi jarak luncuran mencapai 1.700 meter (1,7 km) menuju hulu Kali Krasak dengan amplitudo maksimum 32,92 mm dan durasi 103,55 detik.

​Tidak berselang lama, tepatnya pada pukul 08.41 WIB, Merapi kembali mengembuskan awan panas guguran dengan daya jangkau yang lebih jauh.

​"Luncuran kedua memiliki estimasi jarak luncur hingga 2.000 meter ke arah barat daya, tepatnya di hulu Kali Sat atau Kali Putih. Amplitudo maksimumnya tercatat pada 121,54 mm dengan durasi 124,88 detik," tandasnya.

Guguran lava pijar

​Selain awan panas, dalam periode pengamatan dari pukul 00.00 hingga 12.00 WIB, BPPTKG juga mencatat adanya 8 kali guguran lava pijar yang mengarah ke sektor Barat Daya (Kali Sat/Putih dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.

​Secara kegempaan, selain 2 kali awan panas guguran, pos pengamatan juga merekam 31 kali gempa guguran dan 11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak. 

​Mengingat kondisi kubah lava yang masih tidak stabil dan pasokan magma yang terus terjadi, BPPTKG mengimbau dengan sangat agar masyarakat mematuhi rekomendasi teknis yang dikeluarkan.

"Kami ingatkan kembali kepada masyarakat, agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya yang sudah dipetakan. Ini demi keselamatan bersama. Saat ini, status Gunung Merapi masih bertahan di Level III atau siaga," tandasnya.

Peta potensi bahaya

BPPTKG pun merinci peta potensi bahaya saat ini, meliputi sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).

Kemudian sektor Tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km), dan 3 km dari puncak yang dapat terjangkau lontaran material vulkanik ketika terjadi letusan eksplosif 

​Selain bahaya langsung dari APG dan guguran lava, pihak BPPTKG meminta masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan.

Khususnya, terhadap ancaman bahaya lahar dingin, terutama saat wilayah puncak diguyur hujan, serta diimbau mengantisipasi gangguan abu vulkanik dengan menyiapkan masker.

​"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera kami tinjau kembali," pungkasnya. (aka)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.