Harry Kane menciptakan salah satu wawancara pasca-pertandingan paling berkesan di Piala Dunia FIFA 2026 setelah secara harfiah kehilangan suaranya karena ikut bernyanyi dalam perayaan kemenangan dramatis Inggris 3-2 atas Meksiko di babak 16 besar. Beberapa saat setelah membantu tim asuhan Thomas Tuchel memastikan tempat di perempat final, kapten Inggris itu tampil di depan BBC hampir tanpa suara setelah bergabung dengan rekan-rekan setimnya dan lebih dari 3.000 pendukung yang datang dari Inggris untuk menyanyikan lagu Wonderwall dan Three Lions di dalam Stadion Azteca.
Wawancara yang tidak biasa itu segera menjadi viral, dengan para penggemar membandingkan suara serak Kane dengan karakter kartun sambil memuji reaksi jujur sang penyerang setelah salah satu kemenangan tersulit Inggris di turnamen ini.
Perayaan Kane membuatnya hampir tidak bisa berbicara. Inggris memastikan tempat di delapan besar setelah melewati malam menegangkan di Kota Meksiko.
Jude Bellingham mengejutkan tuan rumah dengan dua gol hanya dalam waktu 98 detik sebelum Julián Quiñones memperkecil ketertinggalan tepat sebelum jeda babak pertama. Kane kemudian mengeksekusi penalti di babak kedua untuk mengembalikan keunggulan dua gol Inggris, namun penalti Raúl Jiménez dan kartu merah Jarell Quansah setelah tinjauan VAR membuat menit-menit akhir menjadi pertarungan bertahan yang melelahkan.
The Three Lions bertahan selama 11 menit waktu tambahan untuk mengamankan kemenangan 3-2 yang bersejarah, memicu perayaan emosional saat seluruh skuad Inggris menghampiri para pendukung mereka di tribun.
Dengan Wonderwall yang menjadi lagu tidak resmi Inggris sepanjang turnamen, para pemain dan penggemar bernyanyi bersama sebelum melanjutkan dengan lagu Three Lions. Kane ikut bernyanyi dengan penuh semangat, namun perayaan itu ternyata membawa konsekuensi.
Saat ia berjalan menuju wawancara pasca-pertandingan bersama BBC, suaranya hampir sepenuhnya hilang.
“Suaraku habis,” ujar Kane sambil tertawa. “Pertandingannya gila, kami harus berjuang keras. Kami harus menemukan sesuatu. Aku baru saja bernyanyi di sana, sekarang hampir tidak bisa bicara.”
Ia menambahkan, “Semuanya melawan kami, tapi kami menemukan cara untuk menang. Aku benar-benar tidak bisa berkata-kata.”
Kesulitan Kane menyelesaikan wawancara itu segera menjadi bahan pembicaraan malam itu, dengan para penggemar membanjiri media sosial setelah mendengar suara kapten Inggris yang tinggi dan serak.
Salah satu penggemar menulis: “Harry Kane kehilangan suaranya mungkin adalah momen terbaik Piala Dunia sejauh ini.”
Penggemar lain menambahkan: “Harry Kane terdengar seperti Marge Simpson dalam wawancara ini.”
Seorang lainnya menulis: “Harry Kane tertawa mendengar suaranya sendiri, benar-benar emas komedi.”
Beberapa orang juga membandingkan penyerang Bayern München itu dengan karakter animasi terkenal lainnya. Seorang pendukung bercanda: “Harry ‘Mickey Mouse’ Kane.”
Penggemar lain menulis: “90 menit di Stadion Azteca dan Harry Kane berubah menjadi Mickey Mouse.”
Bahkan vokalis Oasis, Liam Gallagher, ikut berkomentar: “Bernyanyi itu memang berat, Harry Kane. Ayo Inggris, ayo WONDERWALL.”
Namun di balik kegembiraan itu, ada kekhawatiran terhadap kondisi gelandang Jordan Henderson. Pemain Brentford tersebut cedera saat merayakan kemenangan bersama para pendukung setelah mencoba melompati papan iklan dan mendarat dengan posisi yang salah di pinggangnya. Henderson menerima perawatan medis cukup lama di lapangan, diberi oksigen, dan kemudian dibawa ke rumah sakit.
Berbicara setelah pertandingan, Thomas Tuchel mengakui bahwa cedera tersebut tampak cukup serius. “Ini cedera yang cukup parah,” ujar pelatih Inggris itu.
Inggris kini mengalihkan fokus ke perempat final, di mana mereka akan menghadapi Norwegia di Miami. Laga ini akan mempertemukan Kane dengan Erling Haaland dalam salah satu duel individu paling dinantikan di turnamen ini. Namun sebelum perhatian beralih ke tantangan berikutnya, justru suara Kane yang hilang, bukan golnya, yang menjadi salah satu momen paling tak terlupakan di Piala Dunia ini.