Latihan Soal HOTS IPS Kelas 7 SMP Tema 1 Kehidupan Sosial an Kondisi Lingkungan Sekitar, Soal 2026
Siti Umnah July 06, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM - Mengawali tahun ajaran baru 2026, persiapan matang sangat diperlukan oleh siswa kelas 7 SMP dalam beradaptasi dengan materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kurikulum Merdeka.

Pada materi Tema 1 yang bertajuk "Kehidupan Sosial dan Kondisi Lingkungan Sekitar", siswa diajak untuk memahami interaksi antara manusia dengan lingkungan alam maupun lingkungan sosialnya.

Fokus pembelajaran pada tema ini meliputi pemahaman lokasi melalui peta (kondisi sosiogeografis), proses sosialisasi dan pembentukan karakter agen sosial, pemenuhan kebutuhan manusia (kelangkaan dan skala prioritas), serta pelestarian lingkungan hidup di tengah perubahan iklim global terkini.

Baca juga: Soal HOTS Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Materi Bab 1 Teks Narasi dan Deskripsi, Soal Terbaru 2026

Sebagai bahan latihan mandiri siswa di rumah maupun referensi bapak/ibu guru untuk asesmen formatif, berikut disajikan 10 latihan soal pilihan ganda HOTS IPS Kelas 7 SMP Tema 1 Kurikulum Merdeka Edisi Terbaru 2026 beserta kunci jawaban langsung di setiap butir soal.

(1.) Perhatikan ilustrasi kasus berikut!

Memasuki tahun 2026, pemerintah daerah Sumatera Selatan gencar mengampanyekan digitalisasi rute transportasi publik. Roni, seorang siswa SMP di Palembang, ingin mengetahui rute tercepat dari rumahnya menuju sekolah menggunakan Feeder LRT. Ia membuka aplikasi peta digital di gawainya. Peta digital tersebut secara otomatis memperbesar (zoom in) tampilan wilayah kelurahan tempat tinggal Roni sehingga jalan-jalan sempit dan posko Feeder terlihat sangat detail.

Berdasarkan konsep pemahaman lokasi dan peta, perubahan tampilan peta yang dilakukan Roni berakibat pada...
A. Skala peta menjadi lebih besar, sehingga wilayah yang dicakup semakin sempit namun informasi objek yang disajikan semakin detail.
B. Skala peta menjadi lebih kecil, sehingga wilayah yang dicakup semakin luas dan informasi objek semakin umum.
C. Nilai koordinat astronomis rumah Roni berubah total mengikuti pergeseran layar gawai.
D. Peta kehilangan fungsi orientasi arah mata angin karena terlalu fokus pada objek jalan sempit.

Kunci Jawaban: A Skala peta menjadi lebih besar, sehingga wilayah yang dicakup semakin sempit namun informasi objek yang disajikan semakin detail.

(2.) Perhatikan fenomena lingkungan berikut!

Pada awal tahun 2026, beberapa wilayah pesisir di Indonesia mengalami fenomena banjir rob yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya akibat kombinasi fase bulan purnama dan kenaikan permukaan air laut global. Banyak pemukiman nelayan yang terendam, sehingga masyarakat setempat harus mengubah fondasi rumah mereka menjadi rumah panggung atau membangun tanggul swadaya.

Fenomena di atas merupakan contoh konkret dari konsep interaksi lingkungan berupa...
A. Alam mendominasi penuh kehidupan manusia tanpa memberikan celah untuk bertahan hidup.
B. Manusia melakukan adaptasi aktif terhadap perubahan kondisi lingkungan alam demi keberlangsungan hidup.
C. Manusia berhasil merekayasa dan mengendalikan siklus astronomis bulan purnama.
D. Lingkungan sosial menghambat kreativitas manusia dalam mengatasi bencana alam.

Kunci Jawaban: B Manusia melakukan adaptasi aktif terhadap perubahan kondisi lingkungan alam demi keberlangsungan hidup.

(3.) Perhatikan aktivitas dalam sebuah keluarga berikut!

Setiap akhir pekan, Ibu Ratna selalu mengajak anaknya yang berusia 12 tahun untuk berbelanja ke pasar tradisional. Ibu Ratna mengajarkan cara memilih sayuran yang segar, melatih anak berdialog sopan saat menawar harga dengan pedagang, serta membiasakan membawa kantong belanja ramah lingkungan sendiri guna mengurangi sampah plastik.

Dilihat dari proses pembentukan kepribadian, aktivitas tersebut menunjukkan berjalannya fungsi keluarga sebagai agen sosialisasi primer dalam bentuk...
A. Sosialisasi formal untuk mempersiapkan anak menjadi menteri ekonomi di masa depan.
B. Sosialisasi represif yang memaksakan kehendak orang tua kepada anak tanpa kompromi.
C. Sosialisasi partisipatif yang menanamkan nilai-nilai moral, kemandirian, dan kepedulian lingkungan melalui keteladanan tindakan.
D. Sosialisasi sekunder yang membatasi pergaulan anak hanya pada lingkungan keluarga inti saja.

Kunci Jawaban: C Sosialisasi partisipatif yang menanamkan nilai-nilai moral, kemandirian, dan kepedulian lingkungan melalui keteladanan tindakan.

(4.) Perhatikan data kebutuhan berikut!

Bayu adalah seorang siswa kelas 7 SMP yang baru masuk sekolah di tahun ajaran 2026 ini. Ia memiliki uang tabungan sebesar Rp300.000. Bayu dihadapkan pada beberapa kebutuhan berikut secara bersamaan:
(1) Membeli buku paket IPS Kurikulum Merdeka seharga Rp75.000.
(2) Membeli sepatu olahraga baru karena sepatu lama sudah kekecilan seharga Rp180.000.
(3) Membeli kaset game konsol edisi terbaru 2026 kesukaannya seharga Rp200.000.
(4) Membeli kuota internet untuk belajar kelompok daring seharga Rp45.000.

Cara penyusunan skala prioritas yang paling bijak dan tepat bagi Bayu dalam membelanjakan uang tabungannya adalah...
A. Mendahulukan membeli kaset game (3) karena persediaannya terbatas di toko fisik.
B. Membeli buku paket (1), sepatu olahraga (2), dan kuota internet (4) karena menunjang kebutuhan pokok pendidikan dan kesehatan fisik.
C. Menghabiskan seluruh uang hanya untuk sepatu olahraga (2) dan menyimpan sisanya tanpa membeli kebutuhan belajar.
D. Membeli buku paket (1) dan kaset game (3), sedangkan sepatu olahraga dan kuota internet diabaikan sama sekali.

Kunci Jawaban: B Membeli buku paket (1), sepatu olahraga (2), dan kuota internet (4) karena menunjang kebutuhan pokok pendidikan dan kesehatan fisik.

(5.) Analisis infografis atau situasi berikut!

Di sebuah desa lereng gunung, mayoritas penduduknya menanam sayur kol dan wortel karena udara yang sejuk. Sementara itu, desa di kawasan pesisir yang berjarak 50 km dari lereng tersebut menghasilkan ikan laut melimpah. Pada tahun 2026, dibangun jalur transportasi aspal baru yang menghubungkan kedua desa tersebut, sehingga mobilitas barang menjadi sangat cepat dan murah.

Dampak interaksi antarruang yang paling diuntungkan dari kondisi geografis dan infrastruktur baru tersebut bagi kedua masyarakat desa adalah...
A. Kedua desa akan bersaing ketat dan saling menjatuhkan harga komoditas utama mereka.
B. Terjadinya saling melengkapi (complementarity) kebutuhan pangan melalui proses perdagangan yang lebih efisien.
C. Penduduk desa lereng gunung akan dipaksa berpindah profesi menjadi nelayan pantai.
D. Ketergantungan terhadap pasokan pangan impor dari luar negeri semakin meningkat pesat.

Kunci Jawaban: B Terjadinya saling melengkapi (complementarity) kebutuhan pangan melalui proses perdagangan yang lebih efisien.

(6.) Perhatikan narasi sejarah lokal berikut!

Cerita rakyat mengenai asal-usul Pulau Kemaro di Sungai Musi, Palembang, yang mengisahkan cinta sejati antara Tan Bun An (putra raja Tiongkok) dan Siti Fatimah (putri raja Palembang) hingga kini masih terus diceritakan secara turun-temurun oleh orang tua kepada anak-anaknya di wilayah Sumatera Selatan.

Berdasarkan sumber sejarah, cerita rakyat Pulau Kemaro tersebut dikategorikan sebagai...
A. Sumber Primer karena berupa bukti prasasti tertulis yang dibuat langsung oleh Raja Palembang.
B. Sumber Sekunder karena ditulis oleh sejarawan modern pada tahun 2026 menggunakan komputer.
C. Sumber Lisan (tradisi lisan) yang berfungsi mewariskan nilai-nilai budaya, toleransi, dan sejarah lokal secara verbal melintasi generasi.
D. Sumber Kebendaan (Artefak) karena membuktikan bahwa teknologi pembuatan pulau buatan sudah ada sejak zaman kuno.

Kunci Jawaban: C Sumber Lisan (tradisi lisan) yang berfungsi mewariskan nilai-nilai budaya, toleransi, dan sejarah lokal secara verbal melintasi generasi.

(7.) Kasus Kelangkaan di Tahun 2026:

Akibat perubahan cuaca ekstrem di awal tahun 2026, pasokan cabai dan bawang merah ke pasar-pasar utama di Kota Palembang mengalami penurunan drastis hingga 40 persen. Hal ini menyebabkan harga kedua komoditas tersebut melonjak tinggi, sementara jumlah ibu rumah tangga dan pemilik usaha rumah makan yang membutuhkan tetap banyak.

Faktor utama penyebab terjadinya kelangkaan pada kasus di atas adalah...
A. Keserakahan para pedagang pasar tradisional yang sengaja membuang stok cabai ke sungai.
B. Keterbatasan sumber daya alam yang disebabkan oleh faktor alam (kerusakan akibat cuaca ekstrem/gagal panen).
C. Perkembangan teknologi digital yang mengubah pola belanja masyarakat menjadi serba daring.
D. Meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat secara merata di awal tahun 2026.

Kunci Jawaban: B Keterbatasan sumber daya alam yang disebabkan oleh faktor alam (kerusakan akibat cuaca ekstrem/gagal panen).

(8.) Perhatikan contoh interaksi sosial berikut!

Untuk menyukseskan penilaian Adipura tahun 2026, para remaja karang taruna bersama warga Kelurahan 2 Ulu bekerja sama membersihkan tumpukan sampah liar di pinggiran daerah aliran sungai dan menanami bantaran sungai dengan tanaman hias.

Bentuk interaksi sosial yang ditunjukkan oleh warga Kelurahan 2 Ulu tersebut termasuk ke dalam proses...
A. Disosiatif dalam bentuk kontravensi rahasia terhadap kebijakan pemerintah.
B. Asosiatif dalam bentuk kerja sama (gotong royong) untuk mencapai kepentingan bersama.
C. Akulturasi budaya baru yang merusak tatanan kearifan lokal masyarakat.
D. Asimilasi total yang menghilangkan identitas asli kelompok karang taruna.

Kunci Jawaban: B Asosiatif dalam bentuk kerja sama (gotong royong) untuk mencapai kepentingan bersama.

(9.) Bacalah pernyataan berikut dengan cermat!

"Siti selalu mencium tangan kedua orang tuanya setiap kali hendak berangkat ke sekolah. Suatu hari, ia terburu-buru sehingga lupa melakukannya. Ibu Siti kemudian menegurnya dengan lembut di depan pintu rumah."

Berdasarkan tingkat norma sosial dalam kehidupan masyarakat, kebiasaan mencium tangan orang tua yang dilakukan Siti termasuk ke dalam jenis norma...
A. Cara (Usage), karena sanksinya berupa hukuman penjara dari kepolisian jika dilanggar.
B. Kebiasaan (Folkways), yaitu perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dalam bentuk yang sama sebagai bukti penghormatan, di mana pelanggarannya mendapat sanksi sosial berupa teguran.
C. Tata Kelakuan (Mores), karena merupakan aturan mengikat yang bersumber dari kitab undang-undang hukum pidana formal.
D. Adat Istiadat (Customs), karena mengikat seluruh anggota masyarakat adat secara mutlak dan tidak boleh diubah selamanya.

Kunci Jawaban: B Kebiasaan (Folkways), yaitu perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dalam bentuk yang sama sebagai bukti penghormatan, di mana pelanggarannya mendapat sanksi sosial berupa teguran.

(10.) Perhatikan masalah lingkungan kontemporer berikut!

Volume sampah gawai (e-waste) seperti baterai bekas, layar ponsel rusak, dan kabel tidak terpakai meningkat tajam di kawasan perkotaan pada tahun 2026. Banyak warga membuangnya sembarangan ke tempat sampah domestik tanpa menyadari risiko pencemaran logam berat pada air tanah sekitar permukiman mereka.

Tindakan pelestarian lingkungan yang paling tepat, berkelanjutan, dan mencerminkan nalar kritis siswa terhadap masalah e-waste di atas adalah...
A. Membakar seluruh sampah elektronik di halaman belakang rumah agar cepat habis menjadi abu.
B. Mengubur sampah elektronik sedalam-dalamnya di bawah fondasi rumah agar tidak terlihat oleh dinas kebersihan.
C. Memisahkan sampah elektronik dari sampah organik/anorganik biasa dan menyalurkannya ke bank sampah khusus atau posko daur ulang resmi terdekat.
D. Berhenti total menggunakan barang elektronik dan kembali ke teknologi zaman praaksara.

Kunci Jawaban: C Memisahkan sampah elektronik dari sampah organik/anorganik biasa dan menyalurkannya ke bank sampah khusus atau posko daur ulang resmi terdekat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.