Disabilitas dan Perempuan Dibina Jadi Profesional, Rico Waas Buka Jalan Loker hingga Luar Negeri
Ayu Prasandi July 06, 2026 07:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas terus memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat.

Sebanyak 100 warga mengikuti program pelatihan kerja yang digelar Pemerintah Kota Medan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Senin (6/7/2026).

Program tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari penyandang disabilitas yang dilatih menjadi barista profesional. 

Dan kalangan perempuan pencari nafkah yang mendapatkan pelatihan safety riding, hingga peserta yang dipersiapkan untuk bekerja di sektor industri dan peluang kerja ke luar negeri, termasuk Jepang.

Rico Waas menegaskan, keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang kesempatan bagi seseorang untuk berkembang dan memperoleh pekerjaan yang layak. Menurutnya, setiap warga memiliki hak, kesempatan, dan talenta yang sama untuk meraih kesuksesan.

"Kita ingin memberikan keadilan untuk semuanya. Kami percaya setiap orang memiliki kapasitas dan talenta," kata Rico Waas saat membuka pelatihan.

Ia mengatakan, Pemko Medan berkomitmen menciptakan ruang kerja yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas.

"Ini adalah ruang kesempatan yang adil untuk semuanya. Ada yang mungkin memiliki keterbatasan secara fisik, tetapi diberikan talenta lebih. Tugas kita adalah membuka ruang agar mereka bisa berkembang," ujarnya.

Rico juga mengingatkan bahwa persaingan dunia kerja saat ini semakin kompetitif. Perusahaan tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

Ia mencontohkan profesi di bidang hubungan masyarakat yang kini dituntut menguasai aplikasi kreatif seperti CapCut dan Canva. Begitu pula seorang barista yang harus terus mengikuti perkembangan tren minuman agar mampu bersaing.

Karena itu, menurut Rico, peningkatan kompetensi melalui pelatihan menjadi bekal penting agar tenaga kerja asal Kota Medan mampu bersaing di dunia kerja.

Namun, ia menekankan bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup. Integritas menjadi faktor penting agar seseorang dapat bertahan dan berkembang di tempat kerja.

"Saya berharap jangan begitu sudah masuk kerja, integritasnya hilang. Jadikan pelatihan hari ini sebagai bekal. Kalau kita punya keterampilan, komunikasi yang baik, dan integritas tinggi, perusahaan yang akan mencari kita," ucapnya.

Selain mendorong masyarakat bekerja di sektor formal, Rico juga melihat peluang besar di sektor usaha mandiri dan UMKM, seperti jasa tata rias maupun tata busana.

Ia mengaku sempat melihat tingginya permintaan jasa makeup artist saat pelaksanaan Rakernas APEKSI di Medan. 

Bahkan, permintaan dari tamu luar daerah membuat banyak penyedia jasa kewalahan memenuhi pesanan.

"Melalui media sosial, peluang usaha kini semakin terbuka. Tinggal bagaimana kita meningkatkan kemampuan dan mempromosikan hasil kerja," katanya.

Untuk memperluas kesempatan kerja, Pemko Medan juga membuka peluang penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Rico mengapresiasi dukungan Bank BJB yang siap memfasilitasi pembiayaan bagi calon pekerja melalui skema pembiayaan serupa Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

Dana tersebut dapat dimanfaatkan peserta untuk mengikuti pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sebelum diberangkatkan ke negara tujuan, salah satunya Jepang sebagai tenaga okupasi atau caregiver.

"Kita tidak bisa hanya bergantung pada lapangan kerja di Kota Medan yang ruangnya semakin terbatas. Wirausaha kita dorong, peluang kerja di luar negeri juga kita buka agar masyarakat memiliki penghasilan yang berdampak bagi keluarganya," ujar Rico.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramadan, mengatakan program pelatihan tahun ini dirancang lebih terarah karena berorientasi pada penyerapan tenaga kerja oleh dunia usaha dan industri.

Menurutnya, sebanyak 100 peserta mengikuti lima paket pelatihan, yakni pelatihan barista khusus penyandang disabilitas sebanyak 20 orang selama tujuh hari, pelatihan operator forklift sebanyak 20 orang selama 18 hari, pelatihan safety riding sebanyak 40 orang dalam dua kelas selama tujuh hari, serta pelatihan tata kecantikan yang diikuti 20 peserta selama 18 hari.

Ramadan memastikan seluruh peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikasi kompetensi sesuai bidang masing-masing, mulai dari sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Surat Izin Operasional (SIO), hingga Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai kebutuhan pelatihan.

Ia juga mengungkapkan, Disnaker Kota Medan telah melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei bersama PT KINRA dan sejumlah tenant agar lulusan pelatihan dapat langsung terserap sesuai kebutuhan industri.

Selain itu, Pemko Medan juga menggandeng Bank BJB dan dua Lembaga Pelatihan Kerja berstatus Sending Organization (SO) untuk mempersiapkan pengiriman tenaga kerja ke Jepang secara lebih masif.

Pembukaan pelatihan ditandai dengan pemasangan tanda peserta dan penyerahan perlengkapan pelatihan oleh Wali Kota Medan.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan dengan PT Grab dan PT Kamitra Mitra Jaya Utama sebagai upaya memperluas peluang kerja bagi masyarakat. 

(Dyk/Tribun-Medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.