TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Sebanyak 24 peserta yang terdiri atas sanitarian dan petugas pengelola limbah dari 15 puskesmas serta lima rumah sakit di Kabupaten Manokwari mengikuti Pelatihan Pengelolaan Limbah Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes).
Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari ini berlangsung di Hotel Oriestom Bay, 6–10 Juli 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alexander Takdare, SKM., MKM, menegaskan pengelolaan limbah medis yang tidak sesuai standar dapat menjadi sumber penularan penyakit sekaligus mencemari lingkungan.
Karena itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dituntut memiliki sistem pengelolaan limbah yang aman dan sesuai ketentuan.
“Melalui pelatihan ini kami berharap peserta memahami tata cara pengelolaan limbah medis dengan benar sehingga risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan,” ujarnya.
Alexander menambahkan, pihaknya menargetkan seluruh fasilitas kesehatan mampu menerapkan pengelolaan limbah medis yang aman, sesuai standar, dan ramah lingkungan guna mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.
Baca juga: Dinkes Manokwari Fokus Tingkatkan SOP Pengelolaan Limbah Medis Ramah Lingkungan
Dinas Kesehatan juga berkomitmen meningkatkan pembinaan pengelolaan limbah medis secara berkelanjutan.
Ketua Panitia, Fritje Liggar, menjelaskan pelatihan menghadirkan fasilitator dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar.
Materi mencakup pemilahan limbah medis, penyimpanan sementara, pengangkutan, pemusnahan, hingga sistem pelaporan sesuai regulasi.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memperkuat keterampilan teknis peserta dalam pengelolaan limbah medis di masing-masing fasilitas kesehatan.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik, kemudian menerapkan ilmu yang diperoleh di tempat tugas masing-masing,” katanya.
Dengan begitu, pengelolaan limbah medis di puskesmas maupun rumah sakit dapat dilakukan secara aman, tertib, dan sesuai standar sehingga mampu melindungi tenaga kesehatan, pasien, masyarakat, serta lingkungan.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan langkah strategis mendukung pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkelanjutan di Kabupaten Manokwari.
Pelatihan ini diharapkan memperkuat komitmen seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dalam menerapkan pengelolaan limbah medis sesuai regulasi, sehingga tercipta lingkungan pelayanan yang lebih aman, sehat, dan ramah lingkungan.